Lionel Messi Tidak Suka Diganti di Tengah Jalan

Lionel Messi Tidak Suka Diganti di Tengah Jalan
Lionel Messi. ( Foto: AFP )
Alexander Madji / AMA Selasa, 29 Oktober 2019 | 11:49 WIB

Barcelona, Beritasatu.com - Pemain terbaik dunia yang juga kapten Barcelona, Lionel Messi, mengungkapkan bahwa dia tidak suka diganti di tengah permainan. Lebih baik ia duduk di bangku cadangan sejak awal pertandingan dan masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti daripada ditarik keluar lapangan di tengah jalan.

“Saya tidak suka diganti. Lebih senang masuk sebagai pemain pengganti daripada harus meninggalkan lapangan lebih awal. Sebab, banyak sekali pertandingan yang hasilnya ditentukan menjelang akhir pertandingan. Sebagai penyerang, kita menemukan banyak ruang tembak menjelang akhir pertandingan karena para pemain lawan sudah lelah. Karena itu, saya lebih suka masuk sebagai pemain pengganti dan menikmati situasi tersebut daripada kehilangan peluang-peluang terbaik menjelang akhir pertandingan,” kata Messi dalam sebuah wawancara dengan TyC Sports sebagaimana dikutip dari ESPNFC.com.

Sepanjang kariernya, Messi sudah mencetak 674 gol untuk Barcelona dan Timnas Argentina. Meski sangat subur, Messi masih juga merendah. Ia menyebut dirinya bukanlah seorang pencetak gol yang ideal.

“Saya bukanlah seorang tipikal pencetak gol. Saya lebih suka datang dari belakang untuk lebih banyak mendapatkan bola, baru mencetak gol. Saya memang suka berada di kotak penalti, tetapi sebenarnya bukan untuk mencetak gol. Yang terpenting bagi saya adalah lebih banyak bersentuhan dengan bola,” paarnya lagi.

Ia melanjutkan, “Saya sudah mempelajari pertandingan saya sendiri hingga akhirnya menemukan kesimpulan seperti itu. Sering sekali, saya tidak perlu terlibat dalam permainan dan lebih banyak menunggu. Ketika bola datang, dan menurut saya sudah waktu yang tepat, saya menggunakan tenaga yang saya miliki untuk melepas tendangan ke gawang.”

Messi juga mengaku bahwa dirinya semakin matang dan lebih baik dalam membaca pertandingan. “Dengan kematangan tersebut, saya semakin paham kapan dan di mana saya harus lebih efektif dan krusial (dalam melakukan eksekusi),” imbuhnya.



Sumber: Suara Pembaruan