Presiden Barcelona Pastikan El Clasico Tak Kembali Tertunda

Presiden Barcelona Pastikan El Clasico Tak Kembali Tertunda
Striker Barcelona, Luis Suarez (kanan) merayakan golnya ke gawang Real Madrid dalam partai La Liga, Minggu, 28 Oktober 2018. (Foto: AFP PHOTO / Josep Lago)
/ YUD Sabtu, 14 Desember 2019 | 06:36 WIB

Barcelona, Beritasatu.com - Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu memastikan laga El Clasico melawan Real Madrid pada pekan depan tidak akan ditunda lagi. Bartomeu menepis kekhawatiran adanya keresahan baru seputar pertandingan itu.

Para pengunjuk rasa dari gerakan separatis Catalan, Democratic Tsunami, menyerukan protes "besar-besaran" di luar Camp Nou, dimana Barcelona akan bermain melawan Real Madrid di La Liga pada 18 Desember.

Pertandingan paling bergengsi Spanyol itu pada awalnya dijadwalkan pada 26 Oktober, tetapi harus ditunda setelah adanya gelombang demonstrasi pro-kemerdekaan di kota Barcelona.

"Saya bisa mengatakan bahwa Clasico akan dimainkan, itu tidak akan ditunda lagi," kata Bartomeu pada acara pers menjelang Natal di Barcelona sebagaimana dikutip dari AFP.

"Ini adalah tanggung jawab semua orang untuk memastikan itu berjalan. Kami tahu bahwa kami hidup dalam periode yang rumit di Catalonia, tetapi semua itu bisa kompatibel dengan olahraga."

"Stadion kami adalah tempat untuk kebebasan berekspresi, selalu begitu, dan itulah sebabnya kami ingin mengirimkan pesan normal dan ketenangan."

"Klub sedang mempersiapkan Clasico dengan sepenuhnya dan kami memberitahu fans kami untuk datang bersama keluarga dan teman-teman mereka."

"Bersama-sama kita harus memberikan Clasico yang merupakan perayaan olahraga. Kami menginginkan kedamaian dan ketenangan."

Sebelumnya, sejumlah pimpinan pengunjuk rasa mendesak para pemrotes untuk berkumpul di empat titik di sekitar Camp Nou mulai pukul 16:00 (1500 GMT), empat jam sebelum "kick-off".

"Dalam situasi yang luar biasa, kita harus bertindak dengan cara yang luar biasa," kata pernyataan dari kelompok itu belum lama ini.

Unjuk rasa itu adalah yang terbaru dari serangkaian demonstrasi yang dimulai sejak dua bulan lalu ketika pengadilan tinggi Spanyol memenjarakan sembilan pemimpin separatis Catalan atas peran mereka dalam upaya kemerdekaan yang gagal di tahun 2017.



Sumber: ANTARA