Pelanggar Hak Cipta Liga Inggris Mulai Ditindak Aparat

Pelanggar Hak Cipta Liga Inggris Mulai Ditindak Aparat
Mola TV telah memenangkan hak eksklusif untuk menyiarkan Premier League di Indonesia dan Timor Leste
Hendro D Situmorang / JAS Jumat, 20 Desember 2019 | 09:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai pemegang hak siar Liga Inggris di Indonesia, Mola TV mengambil langkah tegas kepada terduga pelaku streaming ilegal tayangan Liga Inggris (Premier League). PT Global Media Visual (Mola TV) sebagai pemegang lisensi tunggal atas tayangan sepakbola Liga Primer Inggris untuk musim kompetisi 2019 hingga 2022 (3 musim) di wilayah Indonesia bertindak tegas menangani kasus pembajakan dan pelanggaran hak siar Liga Inggris.

Mola TV dengan didampingi tim kuasa hukum bersama aparat penegak hukum melakukan sidak terhadap para terduga pelaku streaming ilegal Liga Inggris di berbagai daerah di Jakarta dan Jawa Barat. Dalam keterangannya, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu perangkat komputer yang digunakan para pelaku dan juga bukti transaksi keuangan hasil dari perbuatan tersebut.

“Pihak Liga Inggris kerap mendeteksi pelanggaran hak intelektual atas penayangannya di Indonesia, dan mereka akan terus meningkatkan usaha mereka untuk menindak mereka yang melanggar hak intelektual ini," kata Uba Rialin, selaku kuasa hukum Mola TV, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya peristiwa ini diawali atas adanya berbagai dugaan pelanggaran hak atas kekayaan intelektual Liga Inggris, antara lain dalam bentuk layanan streaming tanpa izin, penyiaran atau distribusi siaran secara ilegal oleh TV kabel daerah, kegiatan nonton bareng (nobar) tanpa izin, penjualan android box, IPTV, hingga fly ticket. Semua dilakukan tanpa izin tertulis ataupun kerja sama secara resmi dengan Mola TV.

Menurutnya, tindakan pelanggaran hak atas tayangan siaran Liga Primer Inggris dapat mencoreng nama Indonesia karena sudah dipercaya untuk menjadi pemegang hak lisensi tunggal.

“Saya mensyukuri keseriusan aparat untuk melakukan penegakan hukum atas pelanggaran pelanggaran Hak Intelektual tayangan olahraga, apalagi sepertinya tindakan sidak kemarin adalah merupakan awal dari yang nantinya akan menjadi kegiatan rutin atas pelanggaran yang ditemukan di Tanah Air," tambahnya.

Menurut Rialin, para pelaku pelanggaran tersebut dapat dijerat pasal 113 ayat (3) jo. Pasal 9 huruf ayat (1) Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana maksimal hingga 4 (empat) tahun penjara dan denda hingga Rp 1 miliar.

Sebelumnya dua orang di Thailand juga dituntut denda sebesar Rp 8 miliar dan hukuman penjara yang bisa mencapai tiga setengah tahun setelah terbukti melanggar hak cipta penayangan siaran Liga Inggris di bulan November.

Pihak Premier League sendiri secara intensif melakukan investigasi dan akan terus menindak pengelola situs streaming ilegal, dan kini sudah membuka kantor di Singapura untuk khusus memerangi pelanggaran hak intelektual Liga Inggris di Asia Tenggara. Mereka menghimbau masyarakat untuk melaporkan pembajakan dan pelanggaran hak intelektual Liga Inggris.



Sumber: Suara Pembaruan