Shin Tae Yong Fokus Kemampuan Individu dan Kerja Sama Tim

Shin Tae Yong Fokus Kemampuan Individu dan Kerja Sama Tim
Pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae Yong. ( Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman )
Mikael Niman / CAH Rabu, 15 Januari 2020 | 20:27 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 hari ketiga semakin mengerucut menjadi 30 pemain, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/1/2020) petang. Latihan kali ini, difokuskan kepada kemampuan individu dan kerja sama tim.

“Untuk pertama kalinya, kemampuan para pemain dilihat dan pengorbanan diri. Ini yang akan dilihat hingga Hari Jumat (lusa),” ujar pelatih Shin Tae Yong, usai latihan di Cikarang.

Dari 59 pemain yang mengikuti latihan untuk seleksi tim nasional Indonesia U-19, enam orang lainnya, tengah mengikuti program Garuda Select di Italia. Mereka adalah Rizky Muhammad, Brylian Aldama, David Maulana, Fajar Fatur, Bagus Kaffa dan Andre Oktaviansyah. Kini, pemain mulai terseleksi menjadi 30 pemain.

Nantinya, ke-30 pemain ini terseleksi lagi hingga Jumat (17/1/2020) mendatang. “Hari ini kami menyeleksi 30 orang, setelah itu mungkin akan kami perbaiki kesalahan-kesalahan pemain yang harus diperbaiki setelah di musim berikutnya,” tuturnya.

Saat ditanyakan, filosofi sepakbola seperti apa yang akan diterapkan oleh Shin Tae Yong kepada para pemain Garuda Muda ini? “Saat ini, jujur belum tahu. Saya suka sepakbola yang singkat dengan passing pendek dan kadang-kadang bisa long pass. Jadi, harus membuat pertandingan menang,” imbuhnya.

Sementara itu, pemain belakang Rizky Ridho menanggapi latihan-latihan yang diterapkan pelatih asal Korsel tersebut. Pemain bek ini mengatakan, pelatih lebih fokus memberikan arahan terhadap konsentrasi pemain, terutama saat mendapat bola. “Kalau dapat bola lihat kanan-kiri, konsentrasi selalu,” ujarnya.

Timnas U-19 yang akan berlaga di Piala Asia 2020 dan Piala Dunia tahun depan, apakah ini menjadi tekanan bagi pemain? “Sebenarnya, tekanan sih tidak. Cuma kami harus mikir, kami mulai dari nol lagi. Tidak boleh puas diri. Kami harus mati-matian agar lolos seleksi timnas,” ungkapnya.

Rizky mengaku belajar banyak dari para senior di Timnas untuk memperbaiki performanya di lapangan. “Saya belajar banyak dari senior, cara ketenangan dan menghadapi bola lawan,” pungkasnya. 



Sumber: Suara Pembaruan