Fernandinho Batalkan Kado Ultah Guardiola

Fernandinho Batalkan Kado Ultah Guardiola
Fernandinho ( Foto: AFP )
Dwi Argo Santosa / DAS Minggu, 19 Januari 2020 | 03:53 WIB

Manchester, Beritasatu.com - Tiga poin kemenangan Manchester City sebagai kado ultah ke-49 Pep Guardiola yang jatuh pada 18 Januari, batal.

Kemenangan atas tim tamu Crystal Palace yang sudah di depan mata hingga tiga menit menjelang waktu penuh sirna ketika gelandang bertahan City, Fernandinho, menyeploskan bola ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri pada injury time itu sekaligus membuat harapan Manchester City untuk meraih gelar juara Liga Primer makin redup. Gol Fernandinho juga memberi satu poin bagi sang lawan, Crystal Palace,  yang bertandang ke Etihad Stadium, Minggu (19/1/2020) waktu Indonesia.

"Itu pertandingan yang ketat dan sayangnya kami tidak bisa memenangkannya,” kata Guardiola kepada BBC.

Tuan rumah yang begitu dominan justru tertinggal sejak menit ke-39. Bermula dari sepak pojok, bola disundul oleh bekas pemain Chelsea yang kini menjadi bek Palace, Gary Cahill, mengarah ke Cenk Tosun yang berdiri bebas. Pemain asal Turki dan merupakan pinjaman dari Everton ini menyelesaikannya dengan tandukan keras yang tak mampu dibendung kiper Ederson. Gol.

Meski mendominasi permainan dengan penguasaan bola mencapai hampir 70 persen, The Citizens baru bisa membalas gol pada menit ke-82. Itu pun setelah Pep dengan cerdik mengganti dua pemain demi menambah daya gedor. Gabriel Jesus masuk menggantikan David Silva pada menit ke-62 sedangkan Riyad Mahrez menggantikan Bernardo Silva pada menit ke-73.

Sepuluh menit terakhir merupakan drama menarik pada pertandingan ini. Tiga gol tercipta. Semuanya oleh pemain The Citizens. Namun bukan kemenangan yang diperoleh tim asuhan Pep Guardiola. Di kandang sendiri mereka hanya memetik hasil seri gara-gara salah satu gol adalah gol bunuh diri.

Sergio Aguero memborong dua gol pada 10 menit terakhir membuat dirinya layak menjadi man of the match pada laga ini.

Gol pertama Aguero, yang juga merupakan golnya ke-250 bagi The Citizens, tercipta berkat kejelian pemain Argentina ini dalam mencari peluang. Umpan silang Gabriel Jesus ke tiang jauh sisi kiri gawang Vicente Guaita diselesaikannya dengan satu sentuhan kaki, dan gol.

Benteng pertahanan Palace sejatinya begitu kokoh menahan gempuran tuan rumah. Namun pada menit ke-87 atau lima menit setelah dibobol Aguero, barisan pertahanan justru lengah. Cahill yang bermain apik malam tadi begitu sibuk menempel Gabriel Jesus. Aguero menceploskan gol keduanya saat ia berdiri bebas dan mendapat umpan Benjamin Mendy.

Sekor 2-1 untuk The Citizens tampaknya bakal langgeng. Guardiola menarik keluar Raheem Sterling dan memasukkan pemain tengah asal Spanyol, Rodrigo Hernandez Cascante alias Rodri. Tampak Guardiola ingin mengamankan kemenangan.

Namun inilah sepakbola. Pasukan Roy Hodgson tak mau menyerah begitu saja. Beberapa upaya Palace gagal hingga pada menit tambahan setelah 90 menit permainan, penyerang Wilfried Zaha menusuk lewat sisi kiri. Setelah tak terkejar oleh John Stones dan sudah dekat gawang, pemain kelahiran Pantai Gading itu memberikan umpan silang rendah di mana rekannya Connor Wickham berlari di sisi kanan siap menyambut. Namun Wickham kalah cepat. Pemain City, Fernandinho lebih cepat menyambut umpan itu untuk menjadikannya gol ke gawang City.

Kedigdayaan City sejatinya terlihat jelas dalam laga ini. Pada menit ke-13 tendangan bebas De Bruyne sudah tak tergapai kiper Vicente Guaita. Namun bola hanya membentur tiang gawang.

Video assistant referee (VAR) yang selama ini dianggap banyak merugikan City malam itu sepertinya bakal berubah. Pada menit ke-70, pendukung tuan rumah berteriak lega ketika wasit Graham Scott menunjuk titik penalti. VAR menulis terjadi handball pemain Palace, Jairo Riedewald. Namun nasib berkata lain. VAR lagi-lagi “tidak memihak” City. VAR menolak penalti karena berdasarkan tayangan ulang tangan Riedwald tidak bergerak aktif. Bola mengenai kakinya terlebih dahulu ketika ia memblok umpan silang Joao Cancelo.

Para pendukung tim tuan rumah pun mengangkat poster bertuliskan RIP FOOTBALL. VAR IS HERE. #RESPECT FANS.

Hasil imbang ini membuat City tertinggal 13 poin di belakang pemimpin Liga Premier, Liverpool, yang memiliki keuntungan dua pertandingan di tangan. Salah satunya adalah melawan Manchester United Minggu malam.

Sedangkan bagi Palace, mampu menahan imbang urutan kedua klasemen sementara Liga Primer bukanlah hal istimewa. Klub papan tengah ini adalah satu-satunya tim yang menang di Etihad Stadium musim lalu.

Malam tadi tim Asuhan Roy Hodgson ini nyaris mengulangi kemenangan. Bila itu terjadi maka Palace akan membuat catatan bersejarah mengingat Guardiola tidak pernah kalah dalam pertandingan kandang beruntun melawan lawan yang sama sebagai pelatih City.

“Dengan kaki yang lelah lebih mudah mempertahankan 1-0 ketimbang 1-1. Ketika mereka (City) mencetak gol kedua (melalui Aguero), saya pikir itu adalah pukulan yang kejam tetapi pujian besar untuk karakter, tekad dan yang paling penting, keyakinan bahwa mereka bisa kembali dan menyamakan kedudukan. Ini adalah kredit yang sangat besar bagi para pemain saya,” kata Hodgson.



Sumber: BBC