Antisipasi Corona, Persija Perpanjang Masa Libur Tim

Antisipasi Corona, Persija Perpanjang Masa Libur Tim
Marco Motta (Persija Jakarta). ( Foto: Instagram )
/ YUD Sabtu, 21 Maret 2020 | 17:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terkait pandemi virus corona, Persija memutuskan untuk memerpanjang libur tim hingga Selasa (31/3/2020). Perpanjangan libur tersebut dimaksudkan untuk menghindari penyebaran corona (COVID-19) sekaligus mematuhi imbauan Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Manajemen secara resmi memperpanjang waktu libur tim. Kesehatan seluruh pemain dan ofisial menjadi prioritas utama kami," ujar Manajer Persija Bambang Pamungkas, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

Baca juga: Liga 1 Dihentikan, Persija Liburkan Tim Seminggu

Persija Jakarta sebelumnya menghentikan kegiatan selama sepekan sejak Minggu (15/3/2020) karena virus corona yang mewabah di Jakarta. Seharusnya, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan mulai berlatih pada Senin (23/3/2020).

Selama libur, Bambang Pamungkas meminta masing-masing pemain untuk menunjukkan sikap profesional dengan menjaga kondisi tubuh melalui pengaturan latihan pribadi serta pola makan.

"Saya melihat semua pemain sangat profesional. Selama ini mereka sudah berolahraga secara mandiri dan menjaga pola makan. Kami berharap agar kondisi ini cepat berakhir dan kompetisi dapat segera berputar kembali," kata Bepe.

Penyebaran virus corona semakin masif di Indonesia khususnya di Jakarta.

Total, sampai Sabtu (21/3), dari 450 penderita COVID-19 di Indonesia, 267 orang tercatat berada di Jakarta.

Hal itu membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan regulasi khusus, yakni Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 337 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Wabah COVID-19 di Wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Baca juga: Corona, Persija Larang Pemain Swafoto dengan Penggemar

Dalam keputusannya, yang ditandatangani pada Jumat (20/3/2020), Anies menyatakan bahwa DKI Jakarta ditetapkan berstatus tanggap darurat bencana COVID-19.

Status ini berlaku selama 14 hari, mulai tanggal 20 Maret 2020 sampai 2 April 2020.

Selain itu, Gubernur juga mengimbau kepada semua perusahaan di DKI Jakarta untuk menghentikan seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu, menutup fasilitas operasional dan melakukan kegiatan dari rumah.



Sumber: ANTARA