Liga 1 Ditunda: PSIS Tetap Gelar Latihan

Liga 1 Ditunda: PSIS Tetap Gelar Latihan
Pemain PSIS Semarang saat berlatih di Stadion Citarum, Kamis, 30 Januari 2020. ( Foto: ANTARA )
/ YUD Sabtu, 21 Maret 2020 | 20:52 WIB

Magelang, Beritasatu.com - Klub anggota Liga 1 PSIS tetap menggelar latihan kendati saat ini kompetisi tengah ditunda karena adanya pandemi virus corona. PSIS tetap menggelar latihan meski operator liga meminta kepada seluruh tim agar membatasi kegiatan tim seiring meluasnya wabah virus corona (COVID-19).

"Beberapa pemain belum berlatih. Saya memberikan izin kepada mereka untuk Finky dan Tahar karena mereka pulang ke Ambon. Jauh dari sini, jadi saya beri mereka tambahan dua hari," ujar pelatih PSIS Dragan Djukanovic seperti dilansir dari laman resmi PT LIB, Sabtu (21/3/2020).

Baca juga: Dampak Pandemi Corona, Jepang Didesak Tunda Olimpiade 2020

Namun, tak semua pemain tim Laskar Mahesa Jenar sudah bergabung dan mengikuti latihan. Beberapa personel masih berada di kampung halaman karena terkendala dengan berbagai alasan.

Para pemain yang masih belum bergabung yakni pemain asal Ambon, Finky Pasamba dan Safrudin Tahar, serta playmaker asing, Flavio Beck Junior yang masih tertahan di Kroasia.

Khusus untuk Flavio, Dragan sangat mafhum dengan keterlambatan itu, karena Kroasia memberlakukan aturan ketat demi memutus rantai penularan COVID-19 di negaranya.

"Sedangkan Flavio memiliki masalah dengan situasi di Kroasia mengenai virus corona. Dia akan kembali pada tanggal 30 Maret nanti," katanya.

Baca juga: Manchester City dan Manchester United Sumbangkan Rp 1,8 M untuk Korban Corona

Sebelumnya, para pemain PSIS dibekali imunisasi kekebalan tubuh atau vaksinasi guna mempertebal imun. Kepala departemen kesehatan PSIS Alfan Nur Asyhar mengatakan timnya memilih melakukan vaksinasi karena saat ini tidak sembarang orang bisa melalukan tes corona di rumah sakit karena terbatasnya alat yang tersedia.

"Kenapa kami belum tes corona karena tidak sembarang orang bisa langsung tes. Syarat setiap orang yang harus tes adalah orang-orang yang memiliki gejala dan mereka memang harus diprioritaskan," kata Alfan.



Sumber: ANTARA