Musim Tak Dilanjutkan, Juventus Tak Akan Terima Scudetto

Musim Tak Dilanjutkan, Juventus Tak Akan Terima Scudetto
Selebrasi para pemain Juventus. ( Foto: Twitter )
Alexander Madji / AMA Jumat, 3 April 2020 | 08:45 WIB

Roma, Beritasatu.com - Juventus tidak akan menerima gelar juara Liga Serie A Italia atau scudetto musim 2019-2020 bila 12 laga sisa tidak dilanjutkan akibat pandemi virus corona yang belum juga mereda. Hal itu diungkapkan Presiden Federasi Sepakbola Italia atau FIGC, Gabriele Gravina.

Saat ini Si Nyonya Tua memimpin klasemen sementara Liga Serie A, tetapi hanya unggul satu angka dari Lazio di posisi kedua ketika liga dihentikan sementara. Semula, penghentian sementara ini berlangsung hingga 3 April hari ini, tetapi diperpanjang lagi hingga 13 April 2020.

Terkait kelanjutan liga, masih ada perbedaan pendapat di Italia. Pemilik Fiorentina, Torino, dan Brescia yakin bahwa liga musim 2019-2020 tidak akan bisa diselesaikan. Namun sejumlah klub lain seperti Lazio bertekad menyelesaikan musim ini hingga laga terakhir.

Gravina berpandangan, akan tidak adil bagi semua klub bila menghentikaan secarara tetap kompetisi ini. Karena itu, FIGC bertekad menyelesaikan musim ini hingga partai terakhir.

"Prioritas utama sekarang adalah menyelesaikan musim. Rencananya, musim ini dimulai lagi pada 20 Mei atau awal Juni dan selesai pada akhir Juli 2020," kata Gravina kepadada stasiun radio TMW sebagaimana dikutip dari ESPN.

Ia melanjutkaan, "Ada yang mengusulkan Agustus atau September, tetapi posisi saya sudah jelas karena saya tidak suka mengambil risiko mengorbankan musim depan hanya untuk menyelesaikan musim ini. Meskipun merampungkan musim ini lebih kompleks."

Menurutnya, Juventus tidak akan suka bila scudetto dihadiahkan kepada mereka dengan menghentikan musim ini secara definitif. "Saya kira mereka tidak suka dengan solusi seperti ini," imbuhnya.

Namun Presiden Brescia, Masssimo Cellino kembali menegaskan bahwa menyelesaikan Serie A musim ini sangat tidak masuk akal. Sebelumnya ia mengatakan, bila Lazio ingin scudetto maka gelar musim ini diberikan saja kepada mereka.

"Melanjutkan musim ini sangat tidak masuk akal. Kita harus berhenti. Tidak ada satu tim pun yang akan kembali seperti kondisi semula, karena pertandingan dilakukan dalam stadion tertutup dan masih ada risiko keselamatan pemain. Sungguh memalukan bila musim ini tetap dilanjutkan," katanya kepada Gazzetta dello Sport, Kamis (2/4).

Ia melajutkan, "Kalau mereka (FIGC) memaksa kami, saya tidak akan menyuruh tim masuk ke lapangan dan lebih baik kalah 0-3 demi menghormati warga Brescia dan orang-orang tercinta mereka yang telah meninggal akibat pandemi virus corona."

Belgia menjadi negara pertama di Eropa yang memutuskan menghentikan secara definitif liga dan tidak melanjutkan laga-laga sisa pada Kamis (2/4). Gelar juara pun menjadi milik Club Brugge.

Lalu pada hari yang sama, UEFA dan Asosiasi Klub Eropa dan Liga Eropa mengirim surat bersama kepada para anggota masing-masing untuk mengambil keputusan tentang kelanjutan kompetisi, termasuk di liga domestik.



Sumber: BeritaSatu.com