PSSI Tegaskan Kasus Saddil Ramdani Jadi Pelajaran Bagi Pemain Lain

PSSI Tegaskan Kasus Saddil Ramdani Jadi Pelajaran Bagi Pemain Lain
Saddil Ramdani saat diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Bhayangkara FC di Jakarta, Sabtu (8/2/2020). ( Foto: Antara / Asep Firmansyah )
/ YUD Sabtu, 4 April 2020 | 21:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PSSI menyatakan bahwa kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang membelit Saddil Ramdani jadi pelajaran bagi para pemain lainnya. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Sabtu (4/4/2020).

Seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Iriawan ingin agar kejadian serupa tidak terulang kembali sebab apapun status seseorang atau pesepak bola semua sama di hadapan hukum.

Baca juga: Kasus Saddil Ramdani, Bhayangkara FC Takkan Intervensi

“Prinsip equality before the law berlaku bagi semua warga negara Indonesia. Ini sesuai Pasal 27 UUD 1945 yang menyatakan, ‘Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya’,” ujar Iriawan yang juga purnawirawan Polri berpangkat akhir Komisaris Jenderal itu.

Oleh karena itu, Iriawan pun meminta agar setiap pesepakbola nasional untuk menjaga sikap di dalam maupun di luar lapangan. Sebagai figur yang kiprahnya kerap disaksikan masyarakat dari layar televisi dan pemberitaan media, pesepak bola idealnya mesti menjadi contoh bagaimana berperilaku terpuji.

Baca juga: Diduga Lakukan Penganiayaan, Saddil Ramdani Terancam Dipecat

Saddil Ramdani dilaporkan atas dugaan pengeroyokan ke Polres Kendari pada 28 Maret 2020 yang tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/109/III/2020.

Dalam prosesnya, status pemain klub Bhayangkara FC itu naik menjadi tersangka dugaan pengeroyok korban yang merupakan seorang pria berusia 25 tahun.

Baca juga: Asisten Pelatih Timnas Gong Oh-Kyun Positif Corona

Pihak klub Bhayangkara FC sendiri menegaskan tidak akan mengintervensi kasus Saddil meski tim berjuluk The Guardian itu identik dengan Polri.

“Intinya, kami sebagai klub, apapun yang terjadi di luar klub adalah tanggung jawab masing-masing dan tidak akan mengintervensi kasus Saddil saat ini. Kami akan mengikuti prosedur hukum yang ada,” tutur COO Bhayangkara FC Kombes Pol. Sumardji, yang kini juga menjabat sebagai Kapolresta Sidoarjo.

 



Sumber: ANTARA