Istri Di Maria: Manchester Kota Terburuk di Dunia

Istri Di Maria: Manchester Kota Terburuk di Dunia
Angel di Maria saat masih berseragam MU. (Foto: Guardian)
Alexander Madji / AMA Kamis, 7 Mei 2020 | 13:21 WIB

Buenos Aires, Beritasatu.com - Istri penyerang Paris Saint-Germain (PSG) asal Argentina Angel Di Maria, Jorgelina Cardoso, mengungkapkan rasa frustrasinya selama tinggal di Kota Manchester, Inggris saat Di Maria membela Manchester United (MU). Menurutnya, Manchester adalah kota terburuk dibanding kota-kota yang pernah ditinggalinya.

Orang-orang di Manchester, kata dia, tidak ramah. "Mereka jalan-jalan seolah-olah mau membunuh kita. Makanannya juga sangat tidak enak. Dandanan para perempuannya juga norak. Padahal, saya jalan-jalan tanpa dandan," ujarnya Cardoso kapada Los Angeles de la Manana.

Ia melanjutkan, "Tinggal di Manchester sungguh menakutkan. Manchester kota terburuk. Sebelum memutuskan pindah ke Manchester, saya sebenarnya sudah ribut dengan Angel. Kami sudah nyaman tinggal di Madrid dan, menurut saya, Angel bermain untuk tim terbaik dunia yaitu Real Madrid. Hidup kami sangat sempurna di Madrid. Cuacanya sempurna, begitu juga makanannya. Lalu tiba-tiba, ia (Di Maria) mengatakan bahwa ada proposal masuk dari Manchester. Saya bilang tidak boleh. Kamu sendiri yang ke sana. 'Tidak sayang, mari kita pergi,' jawab dia."

"Proses kepindahan ke Manchester ini dibantu oleh faktor uang yang begitu banyak. Sesungguhnya saya tidak ingin pindah ke Manchester karena saya berteman dengan Gianinna Maradona yang menikah dengan pemain Manchester City, Sergio Aguero. Kami terbang dari Madrid ke rumahnya di Manchester untuk membayarnya karena sudah menemani Angel selama beberapa hari ketika meninggalkan Real Madrid," cerita perempuan asal Spanyol itu.

Namun, selama berada di Manchester, Jorgelina Cardoso betul-betul tidak betah. Ini pula yang membuat penampilan Di Maria bersama MU di atas lapangan tidak optimal hingga akhirnya ia dijual pada 2015 ke PSG. Saat itu, ia dilego dengan harga 44 juta pound.

Saat kembali ke Old Trafford dengan seragam PSG pada Februari 2019, ia dilempari botol bir oleh pendukung tuan rumah karena ia merayakan golnya saat PSG menang 2-0 atas MU pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions. Namun, MU kemudian bisa membalikkan keadaan karena sukses menang 3-1 atas PSG di Parc des Princes sekaligus menguburkan ambisi PSG dan Di Maria lolos ke perempat final.



Sumber: Suara Pembaruan