Joan Laporta Ingin Duduki Kursi Presiden Barcelona Lagi

Joan Laporta Ingin Duduki Kursi Presiden Barcelona Lagi
Mantan Presiden Barcelona, Joan Laporta, yang kembali maju dalam pemilihan presiden klub, 18 Juli 2015. ( Foto: AS/Felipe Sevillano )
Alexander Madji / AMA Selasa, 12 Mei 2020 | 08:17 WIB

Barcelona, Beritasatu.com - Joan Laporta berencana maju lagi dalam perebutan kursi Presiden Barcelona tahun depan. Cita-citanya untuk menyelamatkan Barcelona dari krisis keuangan yang dialami saat ini akibat pandemi virus corona.

"Ini situasi yang dramatis dan kami akan bekerja untuk memulihkan situasi. Saya sangat senang dengan peluang ini. Meski saya sudah pernah menjadi presiden, tetapi saya masih ingin untuk bekerja lagi bagi Barcelona," kata Laporta dalam program "Tot es Mou" di TV3 sebagaimana dikutip Marca.com.

Laporta yang pernah menjabat sebagai Presiden Barcelona pada 2003 hingga 2010 itu melanjutkan, "Saya ingin memimpin satu periode lagi dalam sejarah klub, bekerja bersama lagi dengan beberapa pemain tersisa dari periode saya. Citra klub juga harus diubah karena citra yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir bukanlah yang diinginkan klub."

Ketika berkuasa, Laporta menunjuk Pep Guardiola sebagai pelatih klub pada 2008. Dari era kesuksesan Guardiola itu pemain yang masih tersisa hingga saat ini adalah Lionel Messi, Gerard Pique, dan Sergio Busquets. Seiring dengan berakhirnya masa jabatan Laporta, Guardiola kemudian meninggalkan Barcelona pada 2012 atau hanya dua tahun setelah Laporta turun dari jabatannya.

"Saya suka kalau Guardiola akan kembali. Namun, sekarang dia berada di Manchester City dan ini sebuah keputusan yang harus diambil. Dia seorang figur penting untuk Barcelona dan banyak orang Catalan menginginkan dia kembali melatih klub ini," kata Laporta tentang ambisinya memulangkan Guardiola ke Camp Nou.

Ia melanjutkan, "Kalau waktunya tepat, saya akan berbicara kepada orang yang seharusnya menjadi pelatih Barcelona mulai 2021 mendatang."

Terkait pelatih, Josep Maria Bartomeu, Presiden Barcelona saat ini, sempat mengincar mantan gelandang dan kapten klub itu, Xavi Hernandez, untuk menggantikan Ernesto Valverde yang dipecat sebelum akhirnya menunjuk Quique Setien. Namun, Xavi menolak dengan alasan waktunya belum tepat dan masih terikat kontrak dengan Al Sadd. Meski demikian, ia menyimpan kerinduan untuk suatu saat nanti melatih Barcelona.

Menanggapi ini Laporta menjelaskan, "Xavi harus memutuskan kapan waktu yang tepat itu. Kami harus berpikir bahwa pada 2021 masih ada beberapa pemain yang adalah teman-teman main Xavi sendiri dan memimpin mereka bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, dia adalah seorang yang jujur dan tahu banyak tentang sepakbola. Dia akan mengambil keputusan yang tepat dan cepat atau lambat akan melatih di Barcelona."