UEFA Targetkan Musim Kompetisi Eropa Selesai Bulan Agustus

UEFA Targetkan Musim Kompetisi Eropa Selesai Bulan Agustus
Aleksander Ceferin. ( Foto: AFP )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Senin, 18 Mei 2020 | 11:09 WIB

London, Beritasatu.com - UEFA berencana untuk menyelesaikan musim 2019-20 pada bulan Agustus, termasuk kompetisi Liga Champions dan Liga Europa. Sebagian besar musim liga di Eropa dihentikan pada bulan Maret karena pandemi Covid-19 tetapi beberapa liga telah mengumumkan rencana untuk memulai kembali dalam beberapa minggu mendatang.

Kompetisi di Ligue 1 Perancis dan Eredivisie Belanda telah dibatalkan tetapi Bundesliga Jerman sudah memulai kembali pada hari Sabtu. Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengharapkan setidaknya 80 persen liga nasional untuk menyelesaikan musim mereka.

“Kami punya ide tetapi kami harus menunggu komite eksekutif UEFA untuk mengonfirmasi tanggal. Saya dapat mengatakan bahwa musim Eropa akan selesai pada bulan Agustus, jika semuanya seperti sekarang," kata Ceferin kepada beIN Sports.

"Seperti yang terlihat sekarang, saya yakin bahwa kita dapat menyelesaikan musim Eropa dan ini berarti kompetisi UEFA. Saya pikir mayoritas liga akan menyelesaikan musim.

Liga Champions dan Liga Europa belum menyelesaikan 16 pertandingan terakhir. Paris St Germain, yang dinyatakan sebagai juara Ligue 1, ingin memainkan pertandingan Liga Champions mereka di luar negeri setelah pemerintah Prancis mengatakan olahraga profesional tidak akan diizinkan untuk kembali sebelum bulan September.

"Paris St Germain dan Lyon harus mengatur (pertandingan) di Prancis. Jika ini tidak memungkinkan, (mereka) harus mengaturnya di tempat yang netral. Jika Anda tidak bisa bermain di Negara Anda, maka Anda harus mengaturnya di tempat netral. Saya tidak melihat alasan mengapa otoritas Prancis tidak akan mengizinkan mereka untuk mengatur pertandingan tanpa penonton, tetapi mari kita lihat. Itu di luar kekuatan saya," tutur Ceferin.

Sementara itu Euro 2020, yang dijadwalkan akan diselenggarakan di 12 kota di seluruh Eropa, telah ditunda hingga tahun depan. "Kami telah melakukan percakapan dengan sembilan kota dan semuanya sudah diatur. Dengan tiga kota, kami memiliki beberapa masalah. Jadi kita akan membahas selanjutnya."



Sumber: Nation