Arrigo Sachi Yakin Penonton Bisa Kembali Saksikan Sepakbola di Stadion pada September

Arrigo Sachi Yakin Penonton Bisa Kembali Saksikan Sepakbola di Stadion pada September
Arrigo Sacchi (Foto: UEFA)
Jaja Suteja / JAS Minggu, 24 Mei 2020 | 23:21 WIB

Milan, Beritasatu.com - Pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi, optimistis  pertandingan sepakbola bisa kembali dihadiri penonton di stadion pada September 2020. Dia juga mengklaim Juventus punya batas dalam kompetisi di Italia dan berharap Paolo Maldini bertahan di AC Milan.

Kompetisi Serie A musim 2019/20 masih belum berlanjut karena pandemi Covid-19. Kabarnya, kompetisi sepakbola paling bergengsi di Italia ini akan dilanjutkan namun tanpa penonton. Namun Sacchi berharap penonton bisa kembali memenuhi stadion dalam waktu dekat.

"Jika kurva penularan tidak naik, kita harus memulai kembali (kompetisi)," katanya kepada Corriere dello Sport.

"Saya orang yang optimistis. Saya berharap epidemi ini membuat kita semakin tangguh dan stadion kembali dibuka untuk penonton bulan September," papar Arrigo Sacchi yang sukses membawa AC Milan menjuarai Liga Champions pada 1988/89 dan 1989/90 ini.

"Namun kita harus berkomitmen: jika ada yang salah, kita harus siap mempertimbangkan kembali sepakbola sebagai hal terpenting yang paling tidak penting," papar Arrigo Sacchi.

Mantan pelatih Timnas Italia ini juga ditanya soal persaingan memperebutkan gelar juara Serie A atau scudetto. "“Jika musim berhenti secara permanen, Scudetto tidak boleh diberikan ke tim mana pun," paparnya.

“Dalam persaingan antara Juve dan Lazio, antusiasme, akal sehat dan ketekunan akan menentukan," papar Sacchi lagi.

“Lazio tidak kekurangan hal-hal itu, tetapi perbedaannya dapat berasal dari apa Juve, klub dengan karakter yang telah diturunkan dari generasi ke generasi dan diperkuat dari waktu ke waktu," kata Sacchi lagi.

Bianconeri memiliki batas, bagaimanapun, yang menetapkan sejarah kesuksesan domestik, setelah memusatkan begitu banyak pada kekuatan ekonomi dan kemampuannya untuk mendominasi liga namun kurang berkontribusi pada pertumbuhan permainan nasional kita.”

Akhirnya sosok beruia 74 tahun ini mendukung Paolo Maldini tetap menjadi direktur teknik di Milan. Namun dia menyayangkan kepergian Zvonimir Boban. "Saya prihatin dengan kepergian Boban. Dia sosok yang pintar dan saaya sangat menghormatinya," ujarnya.

"Saya berharap Maldini bertahan namun seperti kata Shakespeare, jika Anda kehilangan martabat Anda, Anda akan menderita selama sisa hidup Anda."



Sumber: Football Italia