Odion Ighalo Tinggal di Old Trafford Sampai 31 Januari

Odion Ighalo Tinggal di Old Trafford Sampai 31 Januari
Pemain Manchester United Odion Ighalo menguasai bola saat melawan Club Brugge dalam 32 besar Liga Europa, 27 Februari 2020. (Foto: AFP / Oli Scarff)
Alexander Madji / AMA Rabu, 3 Juni 2020 | 14:03 WIB

Manchester, Beritasatu.com - Penyerang internasional Nigeria, Odion Ighalo, akan melakukan semua hal yang bisa ia kerjakan untuk mengangkat Manchester United (MU) lebih tinggi lagi, setelah klub yang memilikinya, Shanghai Shenhua, mengizinkannya memperpanjang kontrak di Old Trafford hingga 31 Januari 2021.

Ighalo bergabung dengan MU pada hari terakhir jendela transfer Januari 2020 untuk mengisi lini depan Setan Merah yang lowong setelah Marcus Rahsford mengalami cedera.

Pilihan pelatih Ole Gunnar Solsjkaer untuk merekrutnya tergolong tepat. Sebab, dari delapan kali tampil berseragam MU di semua kompetisi, ia sudah mencetak empat gol.

"Saya sangat bahagia. Berada di sini adalah sebuah mimpi. Sejak hari pertama berada di sini, saya sudah memastikan bahwa saya ingin bekerja keras untuk tetap bisa bertahan di sini. Sekarang saya siap melaju," katanya sebagaimana dikutip dari Sky Sports.

Ia melanjutkan, "Seperti yang sudah saya sampaikan, sejak masih kecil, saya adalah pendukung klub ini dan bermain di sini adalah sebuah impian. Sekarang, saya sudah memperpanjang kontrak sebagai pemain pinjaman. Semuanya sudah jelas bahwa saya akan bermain di sini hingga 31 Januari. Saya hanya ingin bekerja keras dan menikmati bermain di sini, mendukung tim, dan melakukan apa pun yang bisa saya kerjakan untuk membawa tim ini tebang makin tinggi."

Bertahannya Odion di Old Trafford tidak terlepas dari kondisi pandemi virus corona yang terjadi seluruh dunia. Pandemi ini mamaksa bepergian ke mana pun sangat dibatasi. Atas pertimbangan itu, maka Shanhai Shenhua membiarkan Odion bertahan di MU. Padahal, sebelumnya mereka ingin memulangkannya pada musim panas 2020 untuk memulai persiapan bersama Shenhua mengarungi musim baru.



Sumber: Suara Pembaruan