Persija Usulkan Liga 1 Kembali Digulirkan Oktober 2020

Persija Usulkan Liga 1 Kembali Digulirkan Oktober 2020
Pesepak bola Persija Jakarta Marco Simic (tengah) bersama rekannya Marco Motta (atas) dan Alfath Faathier (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Sabah FA-Malaysia dalam pertandingan Piala Gubernur Jatim Grup B di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). (Foto: Antara Foto / Ari Bowo Sucipto)
/ YUD Rabu, 3 Juni 2020 | 22:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Persija Jakarta mengusulkan agar kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2020 bisa kembali bergulir pada Oktober 2020. Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Olahraga Persija Jakarta Ferry Paulus, Rabu (3/6/2020). 

Seperti dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Rabu, Persija memilih bulan Oktober karena dalam pandangannya pada saat itu grafik penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) sudah melandai.

Baca juga: Liga 1 dan 2 Direncanakan Bergulir September

"Syarat pertama harus dipastikan pandemi Covid-19 sudah melandai. Oleh karena itu sebaiknya kick off digelar bulan Oktober dan berpusat di Jawa. Jawa menjadi opsi karena dapat menggunakan transportasi darat dan mengurangi risiko penyebaran Covid-19 jika menggunakan pesawat. Tentunya hal ini diimbangi dengan protokol kesehatan yang baik," ujar Ferry.

Menurut Ferry, sudah seharusnya liga berlangsung hanya ketika jumlah penderita Covid-19 di Indonesia menurun.

Selain itu, manajemen Persija menganggap bahwa kondisi lain agar kompetisi berjalan dengan baik adalah meningkatkan subsidi bagi klub.

Sebab tim-tim Liga 1 dan 2 tidak memiliki pemasukan baik dari sponsor maupun penonton karena kompetisi diliburkan sejak Maret 2020 karena pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Baca juga: PSSI Masih Bahas Tiga Opsi Kelanjutan Liga 1 dan 2

Kemudian, tim juara Liga 1 Indonesia musim 2018 itu meminta PSSI berkomunikasi dengan pemerintah untuk dapat mengurangi beban klub seperti memberi keringanan sewa stadion, relaksasi pajak dan biaya pertandingan lain.

Terakhir, Ferry menegaskan bahwa Persija ingin supaya PSSI menemukan kesepahaman dengan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) terkait negosiasi ulang kontrak pemain.

"PSSI harus dapat memastikan bahwa harus ada renegosiasi dengan pihak APPI. Jika tidak maka akan menyisakan masalah baru kaitannya dengan gaji pemain dan ofisial," tutur dia.

Ferry Paulus menyatakan, jika PSSI tidak bisa memenuhi permintaan-permintaan klubnya, maka Persija tidak ingin liga dilanjutkan.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Liga 1 dan 2 Kemungkinan Digeser ke Musim 2020/21

PSSI sendiri memang mewacanakan untuk melanjutkan Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 mulai bulan Oktober 2020.

Usulan tersebut dipaparkan dalam rapat virtual PSSI dengan PT Liga Indonesia Baru, seluruh klub Liga 1 dan 2 serta Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) dalam rapat virtual pada Selasa (2/6).

PSSI mengklaim semua klub setuju untuk menggulirkan kembali liga dengan protokol kesehatan yang ketat.

Adapun usulan lain PSSI untuk Liga 1 musim 2020 adalah pembayaran subsidi pertermin dinaikkan dari Rp520 juta menjadi Rp800 juta, tidak ada degradasi dan, terakhir, pertandingan dipusatkan di Pulau Jawa agar seluruh tim termasuk dari Liga 2 tidak perlu berada di tempat publik terutama bandara.

Kemudian, untuk Liga 2 musim 2020, subsidi pertermin dinaikkan menjadi Rp200 juta serta tanpa adanya degradasi.

Selain itu, hanya ada dua tim, sebelumnya tiga, yang akan promosi ke Liga 1. Pertandingan Liga 2 juga diusulkan di Pulau Jawa dengan format home tournament, di mana setiap tim dibagi menjadi empat grup. Masing-masing grup akan dihuni enam klub.



Sumber: ANTARA