Mantan Dokter Madrid Mengaku Sering Konfrontasi dengan Ramos

Mantan Dokter Madrid Mengaku Sering Konfrontasi dengan Ramos
Sergio Ramos. (Foto: AFP)
Alexander Madji / AMA Selasa, 9 Juni 2020 | 08:28 WIB

Madrid, Beritasatu.com - Mantan kepala tim medis Real Madrid, Jesus Olmo mengaku, departemen medis yang dipimpinnya periode 2013-2017 bukan tanpa masalah. Yang paling besar adalah konfrontasinya dengan kapten tim, Sergio Ramos.

Selama Olmo memimpin departemen medis, Real Madrid meraih gelar juara La Liga Santander dan dua kali mememenangi Liga Champions di bawah asuhnan pelatih Zinedine Zidane, sebelum kemudian meninggalkan jabatannya.

"Sergio itu istimewa. Kami sering konfrontasi. Dia adalah orang yang, seperti saya, langsung bicara dan tidak menyimpan persoalan. Ia melakukan sesuatu yang tidak saya rekomendasikan dan saya menjelaskan kepadanya," ujar Olmo dalam pembicaraannya dengan Idela de Granada sebagaimana dikutip dari Marca.com.

Ia melanjutkan, "Kami memegang teguh posisi kami masing-masing dengan tetap saling menghormati. Kami memang punya perbedaan, tetapi justru karena itu hubungan kami sangat bagus."

Selama bekerja di Real Madrid, Olmo bekerja dengan tiga pelatih yakni, Zidane, Carlo Ancelotti, dan Rafael Benitez. "Bekerja sama dengan mereka adalah pengalaman-pengalaman yang sangat bagus dan peran tim saya (tim medis) lebih besar dari biasanya. Kami menghabiskan banyak waktu dengan para pemain dan ini membantu menyingkirkan rasa tidak saling percaya," imbuhnya.

Tiga tahun sejak meninggalkan jabatannya di Real Madrid, Olmo sama sekali tidak menyimpan perasaan tidak enak dengan klub tersebut. "Saya tidak membenci siapa pun di sana. Saya sangat memahami bahwa saya hanyalah seorang dokter dan bekerja ketika diminta bekerja. Ketika mereka mengatakan berhenti, saya pergi," jelasnya.

Salah satu pemain Madrid lain yang sangat berkesan untuknya adalah Cristiano Ronaldo yang kini membela Juventus. "Dia sangat bagus. Hubungan saya dengan dia baik sekali. Saya sangat mengaguminya sebagai seorang atlet dan dia sangat ketat dengan dirinya sendiri. Juga dengan orang-orang lain. Cristiano mempunyai rasa hormat yang luar biasa kepada semua orang yang bekerja bersamanya," pungkas Olmo.



Sumber: Suara Pembaruan