Messi Hentikan Negosiasi dengan Barcelona

Messi Hentikan Negosiasi dengan Barcelona
Lionel Messi. (Foto: AFP)
Alexander Madji / AMA Jumat, 3 Juli 2020 | 09:57 WIB

Barcelona, Beritasatu.com - Kapten Barcelona Lionel Messi menghentikan pembicaraan negosiasi dengan Barcelona untuk membaharui kontraknya bersama klub itu. Ia pun siap meninggalkan Camp Nou saat kontraknya saat ini berakhir tahun depan. Demikian dilaporkan stasiun radio Spanyol, Cadena Sar.

Menurut sumber ESPN, keputusan itu diambil Messi karena ia marah dengan para pejabat Barcelona yang menyebarkan informasi bohong ke media, sehingga terkesan Messi menjadi sumber masalah yang terjadi Barcelona saat ini. Disebutkan, pemecatan Ernesto Valverde pada Januari lalu karena intervensi Messi. Ia juga frustrasi dengan kualitas Barcelona saat ini.

Messi dan ayahnya, Jorge, sudah memulai pembicaraan pembaharuan kontrak dengan Barcelona yang ditandatangani pada 2017. Namun, menurut Cadena Ser, proses negosiasi itu dihentikan. Hanya saja perwakilan Messi dan Barcelona tidak mau menanggapi berita penghentian proses negosiasi tersebut.

Messi yang tepat berusia 33 tahun pada Juni lalu sudah mencetak 700 gol sepanjang karier sepakbolanya. Gol ke-700 dicetaknya ke gawang Atletico Madrid, Rabu (1/7/2020) dini hari WIB lalu. Sayang gol tersebut tidak menyelamatkan Barcelona karena mereka hanya bermain imbang 2-2.

Dengan hasil ini, maka peluang menjuarai La Liga semakin berat. Mereka kini tertinggal empat angka dari Real Madrid di puncak klasemen setelah mereka menang 1-0 atas Getafe, Jumat (3/7/2020) dini hari WIB. Meski demikian secara matematis peluang Barcelona masih ada, asalkan mereka selalu memetik kemenangan pada lima laga sisa dan Madrid tergelincir minimal pada dua laga.

Konflik antara manajemen dengan Messi sepanjang musim ini kerap terjadi, terutama sejak awal 2020. Pada Januari, misalnya, ia menyemprot direktur olahraga yang juga mantan teman setim di Barcelona, Eric Abidal, karena menuduhnya sebagai orang paling depan mendorong Valverde dipecat.

Sebulan kemudian, pada Februari, dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, Messi menegaskan bahwa pasukan Barcelona saat ini tidak cukup kuat untuk meraih gelar juara Liga Champions. Kemudian pada April 2020, ia mengkritik manajemen Barcelona yang menuduh pemain tidak ingin memotong gaji. Padahal, para pemain bukan hanya rela gajinya dipotong tetapi juga mau saweran agar karyawan klub tidak di-PHK.



Sumber: Suara Pembaruan