Guardiola Sebut Pemain Liverpool Kebanyakan Minum Bir

Guardiola Sebut Pemain Liverpool Kebanyakan Minum Bir
Pep Guardiola. (Foto: AFP)
Alexander Madji / AMA Jumat, 3 Juli 2020 | 12:00 WIB

Manchester, Beritasatu.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola menilai, kekalahan telak sang jawara Liga Utama Inggris musim 2019-2020, Liverpool, di Etihad Stadium, Jumat (3/7/2020) dini hari, terjadi karena para pemain Liverpool terlalu banyak minum bir pekan lalu saat merayakan kesuksesan menjadi juara musim ini.

"Saya kira mereka terlalu banyak mimum bir pekan lalu, tetapi mereka tiba di sini tanpa ada bir dalam darah mereka. Itu yang membuat saya memuji mereka," kata Guardiola setelah pertandingan sebagaimana dikutip dari ESPN.

Bagi Liverpool, apa pun hasil pada laga melawan Manchester City ini memang tidak berpengaruh apa pun. Mereka sudah memastikan gelar jawara liga yang sudah mereka nanti-nantikan selama 30 tahun. Karena itu, penampilan Liverpool tidak seperti biasanya. Permainan menekan tinggi mendadak hilang. Begitupun ketajaman para penyerangnya, Sadio Mane dan Mohamed Salah, tidak muncul.

Belum lagi penempatan posisi sejumlah pemain yang salah dan tidak seperti biasanya serta akurasi dengan bola juga tiba-tiba hilang seperti yang diperlihatkan Trent Alexander-Arnold.

Sebaliknya, City ingin memangkas jarak yang begitu jauh dengan Liverpool, sehingga tetap harus tampil garang. "Kami mencoba bermain menyerang dan mengambil risiko karena mereka adalah tim terbaik yang pernah saya hadapi sepanjang hidup saya dengan tekanan tinggi. Kecepatan para pemainnya dan permainan cepat mereka sulit dipercaya," kata Guardiola.

Selain itu, permainan seperti ini tetap harus diperagakan Manchester City karena mereka masih akan bertarung memperebutkan dua gelar yang tersisa yakni Piala FA dan Liga Champions. Di ajang Piala FA, City lolos ke semifinal dan akan menantang Arsenal di babak empat besar. Sementara di Liga Champions, mereka masih harus menantang Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar di Etihad Stadium. Mereka butuh bermain pada level tinggi untuk beradu keberntungan di dua gelar tersebut.

Sementara pelatih Liverpool Juergen Klopp menilai, bila musim depan anak asuhnya bermain seperti ini maka sulit bagi Mohamed Salah dan kawan-kawan bisa mempertahankan gelar juara. Sebaliknya, City akan kembali merebut gelar juara bila bermain seperti laga ini. "Mereka (Manchester City) lebih cepat dari kami. Kami kehilangan permainan yang cair," kata Klopp.

Meski demikian, pelatih asal Jerman tersebut tetap membela siakp anak asuhnya pada laga tersebut. "Saya melihat, sikap para pemain tetap bagus. Mereka sudah berjuang mati-matian. Kami tidak bersikap layaknya sebagai juara," kata Klopp.



Sumber: Suara Pembaruan