Pep Guardiola Serang Balik Musuh-musuh City

Pep Guardiola Serang Balik Musuh-musuh City
Pep Guardiola. (Foto: AFP)
Alexander Madji / AMA Rabu, 15 Juli 2020 | 10:30 WIB

Manchester, Beritasatu.com - Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengkritik balik musuh-musuh Manchester City yang mengkritik klub itu, setelah upaya banding mereka ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dikabulkan pada Senin (13/7/2020) lalu.

City dihukum UEFA tidak boleh bermain di kompetisi Eropa selama dua tahun karena melanggar aturan financial fair play (FFP). Namun, CAS membatalkan hukuman tersebut. Bahkan denda yang tadinya sebesar 30 juta euro diturun hanya menjadi 10 juta euro.

Dengan demikian, City berhak tampil di Liga Champions musim depan, setelah memastikan posisi kedua klasemen akhir Liga Utama Inggris musim 2019-2020 di bawah Liverpool. Nilai mereka tidak akan terkejar lagi oleh Chelsea, Leicester City, dan Manchester United di posisi ketiga, empat, dan lima.

Guardiola mengomentari keputusan CAS itu untuk pertama kalinya pada Selasa (14/7/2020) menanggapi sejumlah kritikan atas terkabulnya upaya banding City atas sanksi UEFA tersebut.

"Kami juga berhak mendapatkan kata maaf. Kami juga punya hak untuk mempertahankan diri atas apa yang menurut kami sudah dilakukan secara benar. CAS sudah mengatakan itu," kata Guardiola sebagaimana dikutip dari ESPN.

Ia melanjutkan, "Itu (Senin lalu) menjadi hari yang bagus untuk sepakbola karena kami bermain dengan aturan yang berlaku di seluruh Eropa. Bila kami melanggar aturan, tentu kami dilarang bermain di Eropa. Orang mengatakan bahwa kami berbohong dan mereka tidak menghormati asas praduga tak bersalah. Tentu saja sekarang kami bahagia sekali karena bisa mempertahankan apa yang sudah kami lakukan di atas lapangan."

Pada bagian lain, Guardiola juga menyerang para rivalnya di Liga Utama Inggris yang mengkritik putusan CAS. "Saya tahu klub-klub elite seperti Liverpool, Manchester United, dan Arsenal tidak terlalu nyaman dengan keberadaan kami di Liga Champions. Namun kami pantas berada di sana dan kami tidak perlu mengemis untuk berada di sana. Ketika kami kalah, saya tetap menjabat tangan mereka dan menyampaikan ucapan selamat. Kami selalu melakukan seperti itu," papar Guardiola lagi.

Pelatih asal Spanyol ini melanjutkan, "Para pemain mereka juga menerima ucapan kami. Kami berada di sini dan akan bertarung di atas lapangan. Bila Anda tidak suka, silahkan mengetuk pintu dan bicara dengan presiden kami dan yakinlah CEO kami tidak akan memedulikan Anda."

"Kami memang melakukan investasi banyak sekali uang, tetapi melakukannya secara benar. Karena itu, kami tidak dihukum. Kami mengikuti aturan FFP seperti yang mereka putuskan. Bila tidak, kami sudah pasti dihukum," papar Guardiola lagi.

Ia juga mengkritik balik pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho yang ikut mengkritik putusan CAS. Menurut Mourinho, putusan CAS itu memalukan. "Orang ini (Jose Mourinho) begitu iri hati dengan Liga Utama Inggris dan sepakbola Inggris. Dia menempatkan diri sebagai seorang ahli hukum yang sulit dipercaya. Lain kali, kami harus menanyakan kepadanya, kira-kira pengadilan mana yang bisa mengadili kami," jelas mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu.