Lanjutan Liga 1 Digelar di Bantul dan Sleman Tanpa Penonton

Lanjutan Liga 1 Digelar di Bantul dan Sleman Tanpa Penonton
Pesepak bola Persib Bandung Zalnando (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PS Sleman Jefri Kurniawan, pada laga persahabatan di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (17/2/2020). Dalam pertandingan tersebut Persib Bandung menang atas PS Sleman dengan skor 2-0. (Foto: Antara Foto / Hendra Nurdiansyah)
Fuska Sani Evani / CAH Rabu, 29 Juli 2020 | 17:40 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah DI Yogyakarta sudah memberi izin kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 DIY, namun dilaksanakan tanpa penonton, atau hanya disaksikan secara virtual.

Sekretaris Pemda DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan, pada prinsipnya Pemda DIY mendukung pelaksanaan kompetisi Liga 1 sepanjang dalam pelaksanaannya tidak ada penonton.

"Pada bulan Oktober mendatang, kita masih belum tahu bagaimana kondisi penularan Covid-19. Menjelang Oktober pun mahasiswa mulai berdatangan. Kami berikan support dengan catatan kalau kondisinya memungkinkan," kata Baskara Aji, Rabu (29/7/2020).

Baskara Aji juga meminta agar PT LIB menggelar test swab secara berkala kepada seluruh tim kompetisi, termasuk siapapun yang terlibat dan kompetisi dan sebelum liga berlangsung pada awal Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021, dipastikan yang masuk DIY dalam kondisi sehat.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT LIB Ir Akhmad Hadian Lukita, usai bertemu Sekda DIY mengatakan, pihaknya siap menjalankan liga sesuai protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Dikatakan, DIY dipilih karena memiliki posisi yang strategis dan total ada 6 klub dari luar Pulau Jawa yang bermarkas atau memiliki home base di DIY. Klub tersebut, Persiraja, Persipura, Barito, Borneo FC, PSM Makassar, dan Bali United.

Seluruh tim pun sudah bertandang ke venue untuk melakukan verifikasi.

Direktur Operasional PT LIB, Jarno, memaparkan, dua venue tersebut adalah Stadion Sultan Agung Bantul dan Maguwoharjo di Sleman.

Menurutnya, kompetisi Liga 1 ini sebagai pembelajaran untuk melihat kesiapan pemain Timnas U-20 untuk piala dunia.

"Dengan kompetisi ini, harapannya selain TC (training center/pemusatan latihan) yang sedang berlangsung, melalui kompetisi ini juga terasa," katanya.

Ia menekankan untuk kompetisi tersebut ada regulasi yang sedang disusun. Termasuk ketentuan untuk memainkan Timnas.

Selanjutnya, PT LIB juga akan menerapkan protokol khusus untuk pemain, direncanakan setiap 14 hari akan dilakukan swab kepada pemain official.

Untuk mengantisipasi kedatangan supporter, PT LIB juga sudah berkoordinasi dengan Polda DIY untuk mengosongkan venue saat kompetisi berlangsung. 

 



Sumber: BeritaSatu.com