Ini Data dan Fakta Menjelang Final Piala FA

Ini Data dan Fakta Menjelang Final Piala FA
Preview Chelsea vs Arsenal (Foto: Istimewa)
Surya Lesmana / LES Jumat, 31 Juli 2020 | 09:44 WIB

London, Beritasatu.com – Dua klub Kota London, Inggris, Arsenal dan Chelsea akan bertarung di babak final Piala FA pada Sabtu (1/8/2020) besok. Ini akan menjadi trofi besar pertama yang diraih kedua manajer klub, Mikel Arteta dan Frank Lampard.

Pertandingan bakal berlangsung petang hari waktu Inggris di Stadion Wembley yang tertutup buat penonton.

Kedua klub tampil mengesankan di semifinal dengan mengalahkan dua klub kuat asal Kota Manchester. Arsenal mengalahkan Manchester City 2-0, sementara Chelsea menang 3-1 atas Manchester United.

Bagi manajer Chelsea Lampard, meraih trofi Piala FA menjadi sebuah kampanye yang bagus untuk dirinya, setelah ia membawa the Blues menempati posisi empat di klasemen Liga Inggris 2019/2020.

Sedangkan Arteta yang menggantikan Unai Emery yang dipecat pada Desember lalu, hanya mampu membawa the Gunners di posisi kedelapan selama kepemimpinan tujuh bulan. Tugas sulit Arsenal untuk mengalahkan Chelsea. Namun itu harus dilakukan supaya the Gunners bisa meraih tiket Liga Europa musim depan.

Melihat dari posisi terakhir, Arteta dan Arsenal lebih membutuhkan trofi Piala FA ini.

Arsenal telah meraih Piala FA sebanyak 13 kali. Jika mereka kembali meraih yang ke-14, hal ini menjadikan the Gunners dua kali lebih banyak meraih trofi FA dibandingkan Manchester United.

Sedangkan Chelsea kini mengejar Piala FA untuk yang kesembilan kalinya.

Pertemuan Arsenal dan Chelsea di turnamen besar, tahun lalu terjadi di babak final Liga Europa musim 2018/2019. Pada pertandingan 29 Mei 2019 malam di Stadion Baku di Azerbaijan ini, the Blues menang 4-1.

Pada musim 2019/2020 kedua klub bertemu dua kali di Liga Inggris.

Pada pertandingan pertama Desember 2019, Chelsea menang 2-1 di kandang Arsenal. Kemudian pada Januari 2020 keduanya imbang 2-2 di Stamford Bridge.

Persiapan Arsenal menuju babak final Piala FA tampaknya kurang meyakinkan. Mereka hanya menang tipis 3-2 atas Watford, dan kalah 0-1 dari Aston Villa pekan lalu (22 Juli 2020).

Perre-Emerick Aubameyang kemungkinan diturunkan sebagai pemain inti di pertandingan besok. Namun Arteta harus memilih antara Alexandre Lacazette atau Eddie Nketiah menjadi penyerang tengahnya. Kemudian atara Nicolas Pepe atau Bukayo Saka di bagian sayapnya.

Arsenal kemungkinan menurunkan Emi Martinez sebagai penjaga gawang, mengingat kondisi Bernd Leno yang tengah memulihkan diri dari cedera. Di lini belakang ada Kieran Tierney, Sead Kolasinac, Hector Bellerin, Ainsley Maitland-Niles dan Cedric Soares.

Mesut Ozil dan Matteo Guendouzi tampaknya tak masuk dalam daftar pemain di lapangan. Kemudian ada empat pemain lainnya yang absen karena cedera, yakni Gabriel Martinelli, Shkodran Mustafi, Pablo Mari dan Calum Chambers.

Di kubu Chelsea, belum ada kepastian apakah N’Golo Kante bisa kembali ke lapangan setelah mengelami cedera paha. Namun di sisi Lampard, keputusan besarnya ada pada posisi penjaga gawang.

Pada pertandingan terakhir di Liga Inggris musim 2019/2020 menghadapi Wolverhampton, 26 Juli 2020, Lampard mengistirahatkan Kepa Arrizabalaga dan memberi kesempatan untuk Willy Caballero. Chelsea menang 2-0.

Kepa dilaporkan bakal meninggalkan Stamford Bridge setelah dua tahun merumput dengan nilai 72 juta poundsterling. Jika ia dimainkan pada pertandingan besok, kemungkinan menjadi yang terakhir kalinya di final Piala FA bersama the Blues.

Pasar taruhan Inggris menjagokan Chelsea menang dengan perbandingan 5/4. Sedangkan Arsenal 12/5.

 



Sumber: eurosport.com