Tolak Hormati Maradona, Pesepakbola Perempuan Ini Dapat Ancaman Pembunuhan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 519.025 (-3.92)   |   COMPOSITE 6272.81 (-21.75)   |   DBX 1330.29 (-0.42)   |   I-GRADE 182.472 (-1.68)   |   IDX30 510.293 (-3.9)   |   IDX80 137.737 (-1.03)   |   IDXBUMN20 404.067 (-0.98)   |   IDXESGL 141.069 (-0.73)   |   IDXG30 145.194 (-2.06)   |   IDXHIDIV20 448.644 (-2.61)   |   IDXQ30 146.152 (-0.92)   |   IDXSMC-COM 292.826 (0.9)   |   IDXSMC-LIQ 361.358 (-1.22)   |   IDXV30 136.548 (-0.99)   |   INFOBANK15 1048.43 (-4.87)   |   Investor33 438.363 (-2.95)   |   ISSI 184.542 (-1.51)   |   JII 638 (-8.27)   |   JII70 224.272 (-2.33)   |   KOMPAS100 1230.76 (-10.05)   |   LQ45 959.21 (-8.49)   |   MBX 1703.46 (-6.83)   |   MNC36 324.477 (-2.15)   |   PEFINDO25 329.449 (-3.58)   |   SMInfra18 310.851 (-3.95)   |   SRI-KEHATI 373.532 (-2.89)   |  

Tolak Hormati Maradona, Pesepakbola Perempuan Ini Dapat Ancaman Pembunuhan

Selasa, 1 Desember 2020 | 08:01 WIB
Oleh : Alexander Madji / AMA

Madrid, Beritasatu.com - Paula Dapena, seorang pesepakbola perempuan yang membela klub divisi tiga liga sepakbola perempuan Spanyol, Viajes InterRias FF, mengaku mendapat ancaman pembunuhan karena menolak memberi penghormatan kepada legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona.

Maradona meninggal dunia dalam usia 60 tahun pada Rabu (25/11/2020) waktu Buenos Aires karena serangan jantung. Ia dimakamkan keesokan harinya. Kematian mantan pemain Barcelona tersebut membuat dunia sepakbola berduka karena kehilangan seorang pemain hebat sepanjang masa.

Seluruh pertandingan sepakbola di berbagai penjuru dunia memberi penghormatan kepada pria yang terkenal dengan gol tangan tuhan itu, tak terkecuali pada liga-liga sepakbola perempuan.

Sebagaimana dikutip dari ESPN, pada laga persahabatan antara Deportivo La Corun melawan Viajes InterRias FF Sabtu lalu, seluruh pemain memberi penghormatan kepada Maradona. Mereka berdiri melingkar di tengah lapangan dan hening selama satu menit. Namun ada yang aneh di sana. Paula Dapena tidak mengikuti prosesi tersebut. Ia memang berada di dalam lingkaran itu tetapi posisinya duduk dan menghadap keluar.

Ini bentuk protesnya terhadap perilaku masa lalu Maradona. Atas aksinya tersebut, Dapena mendapat ancaman di media sosial. Bukan hanya kata-kata kasar, tetapi juga ancaman pembunuhan.

"Bukan hanya saya yang dikasari di media sosial, tetapi juga teman-teman setim dengan saya. Kami juga mendapat ancaman pembunuhan. Ada yang mengirim pesan, 'saya akan cari alamat rumahmu dan datang ke sana lalu patahkan tanganmu'," kata Dapena.

Dapena bukan tanpa alasan tidak memberi penghormatan terhadap jawara dunia bersama Timnas Argentina 1986 tersebut. Ia protes atas tindakan kasar Maradona terhadap kaum perempuan. Maradona pernah dituduh melakukan kekerasan dalam rumah tangga pada 2014. Dalam sebuah video yang beredar, terlihat Maradona menendang istrinya Oliva.

Namun Maradona membatah kejadian tersebut. "Saya memang memegang telepon tetapi saya tidak pernah memukul seorang wanita. Kejadiannya begitu cepat. Saya hanya melempar telepon, tidak ada yang lain," bantah Maradona tentang kejadian tersebut.

Dapena yang berprofesi sebagai seorang guru mengaku, ia memilih untuk tidak menghormati Maradona sebagai bentuk protes atas tindakan bodohnya di masa lalu. "Memberi penghormatan selama satu menit kepada Maradona adalah sebuah hipokrit karena sesungguhnya dia adalah seorang yang berperilaku kasar," imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Wasit Perempuan Pertama Pimpin Pertandingan Liga Champions

Stephanie Frappart akan menjadi wasit perempuan pertama dalam sejarah yang memimpin pertandingan Liga Champions Eropa saat memimpin laga Juventus vs Dynamo Kiev

BOLA | 1 Desember 2020

Liverpool vs Ajax, The Reds Butuh 1 Kemenangan Lagi

Liverpool masih di posisi pertama Grup D dengan poin 9 dan hanya butuh satu kemenangan untuk lolos.

BOLA | 1 Desember 2020

Masih Positif Covid-19, Suarez Kemungkinan Absen Lawan Bayern Muenchen

Luis Suarez masih positif Covid-19 dan kemungkinan besar tidak bisa membela Atletico Madrid pada pertandingan kelima Grup A Liga Champions, Rabu (2/12/2020).

BOLA | 1 Desember 2020

Lawan Atletico, Bayern Istirahatkan Lewandowski dan Neuer

Bayern akan menurunkan tim lapis keduanya melawan Atletico mengingat mereka sudah lolos ke babak gugur Liga Champions.

BOLA | 30 November 2020

Joan Laporta Resmi Kembali Calonkan Diri Jadi Presiden Barcelona

Joan Laporta menyebut kampanyenya, "Estimem el Barça", yang artinya "Kami Cinta Barca".

BOLA | 30 November 2020

Pahlawan Senegal pada Piala Dunia 2002 Meninggal Dunia

Legenda Senegal pada Piala Dunia 2002, Papa Bouba Diop meninggal dalam usia yang relatif masih muda, 42 tahun karena terserang penyakit aneh.

BOLA | 30 November 2020

Diego Maradona, "Si Tangan Tuhan" Penuh Kontroversi

Rabu, 25 November 2020, dunia dikejutkan dengan kabar meninggalnya Diego Maradona, sang legenda sepakbola nan kontroversial.

BOLA | 30 November 2020

Dokter Maradona Diperiksa Pihak Berwajib

Jaksa mencari petunjuk kalau-kalau ada unsur kelalaian dalam merawat Maradona pasca-operasi.

BOLA | 30 November 2020

Mikel Arteta Khawatir dengan Penampilan Arsenal

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengaku bertanggung jawab atas penampilan buruk anak asuhnya dalam beberapa pekan terakhir, termasuk saat kalah 1-2 dari Wolves.

BOLA | 30 November 2020

Tottenham Dinilai Belum Cukup Bagus untuk Juarai Liga Inggris

Tottenham Hotspur memang sedang memimpin klasemen sementara Liga Utama Inggris, tetapi mereka dinilai tidak cukup bagus untuk menjadi juara di akhir musim.

BOLA | 30 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS