Drama Kemenangan Manchester United dan Rasisme terhadap Son Heung Min
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Drama Kemenangan Manchester United dan Rasisme terhadap Son Heung Min

Selasa, 13 April 2021 | 00:52 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

London, Beritasatu.com - Kemenangan Manchester United atas tuan rumah Tottenham Hotspur pada lanjutan Premier League Minggu (11/4/2021) malam WIB ternyata menyisakan cerita yang berlanjut meski pertandingan telah usai.

Uniknya, cerita berikutnya bukan seputar taktik atau gol-gol Setan Merah yang membuat klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini makin kokoh di peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris.

Pergunjingan di media massa maupun media sosial justru berkaitan dengan penyerang sayap Tottenham, yakni Son Heung Min.

Striker asal Korea Selatan ini adalah pencetak satu-satunya gol Tottenham ke gawang MU yang dikawal Dean Henderson. Namun, ia pula yang dianggap sebagai biang keladi dianulirnya gol Edinson Cavani pada menit ke-33.

Gol Son Heung Min ke gawang Dean Henderson.

Tak pelak, Son atau yang biasa dipanggil Sonny menjadi bulan-bulanan komentar miring fans MU.

Seusai pertandingan, dunia maya terutama Twitter dijejali berbagai ejekan yang mengarah ke pemain berusia 28 tahun ini.

Berbagai komentar itu kemudian menjadi perhatian serius karena sebagian berbau rasial.

Bukan hanya itu. Manajer kedua tim, yakni Jose Mourinho dan Solskjaer, yang sudah beperlukan seusai peluit akhir pertandingan, belakangan malah seolah berselisih gara-gara mengomentari aksi Son.

Aksi dimaksud adalah ketika Son terkapar memegangi mukanya yang terantuk telapak tangan gelandang MU, Scott McTominay. Ketika itu kedudukan masih 0-0.

Cerita dimulai ketika MU membangun serangan melalui sisi kiri pertahanan Tottenham.

McTominay yang membawa bola coba dihambat oleh Son, yang pada pertandingan kemarin sering turun ke lini pertahanan.

Gelandang MU itu ternyata mampu menggocek bola dan melewati Son. Posisi bola di kaki McTominay tidak dalam posisi terancam lawan.

Sepersekian detik berikutnya ia sudah bebas meninggalkan Son. Namun, kibasan tangan kanan McTominay mengenai muka Son yang ada di belakangnya.

Son pun terjatuh dengan memegang muka. Persoalannya, Son tidak segera bangkit.

Para pemain Tottenham Hotspur memprotes gol MU.

Wasit pertandingan malam itu, Chris Kavanagh, pun tidak melihatnya sebagai pelanggaran. Sementara Son terkapar, bola terus bergulir.

Bola pun mengalir dari kaki McTominay kepada Fred lalu ke Pogba dalam hitungan detik.

Umpan terobosan Pogba dan pergerakan striker veteran Edinson Cavani berhasil mengecoh pertahanan lawan sehingga lahirlah gol cantik ke gawang Tottenham yang dijaga sang kapten, Hugo Lloris. Fans MU tentu bersorak girang.

Namun, perayaan gol Cavani hanya berlangsung singkat. Sejumlah pemain Tottenham protes dengan mengerubungi wasit dan menunjuk Son yang masih terkapar memegangi muka.

Chris Kavanagh akhirnya melihat video assistant referee (VAR).

Tak bisa disangkal, seperti dalam tayangan ulang, jelas terlihat telapak tangan McTominay mengenai muka Son.

Bagi fans MU, kibasan tangan McTominay bisa dilihat sebagai upaya menepis tangan Son yang mencoba menahannya. Kontak tangan mengenai muka adalah hal lumrah dalam sepakbola. Bahkan seringkali kepala dengan kepala.

Namun, wasit Chris Cavanagh punya pertimbangan lain. Cavanagh justru menilai insiden itu sebagai pelanggaran sehingga gol MU dibatalkan.

Di pinggir lapangan, Solskjaer tertangkap kamera berdebat dengan asisten wasit. Toh, gol tetap dibatalkan.

London.Football menulis bahwa minggu kemarin sebagai akhir pekan yang penuh kontroversi.

Salah satunya adalah karena gol Cavani dianulir dan kemudian mengundang banyak kemarahan dari pendukung netral dan pakar yang menonton.

VAR dianggap merusak pertandingan yang memiliki arti penting dalam pertarungan untuk posisi empat besar.

Komentar juga terlontar dari mantan penyerang Timnas Inggris, Gary Lineker. Padahal dalam karier sepak bolanya Lineker tidak pernah bermain untuk MU. Malahan, ia pernah membela Tottenham Hotspur pada musim 1992/1993.

Melalui akun Twitternya, Lineker berkomentar hanya dengan enam kata, “You have got to be kidding!” (Anda pasti bercanda!)

Cuitan Lineker berikutnya, "Sungguh luar biasa betapa menggelikannya VAR. Tidak hanya dengan banyaknya kesalahan mereka tetapi juga menyedot nyawa dari permainan. Kegembiraan merayakan, yang membuat sepakbola begitu istimewa, telah benar-benar diencerkan."

Keputusan wasit menganulir gol itu tampak sekali memimbulkan kekesalan pada para pemain MU.

Apalagi tujuh menit kemudian justru Son berhasil melesakkan bola ke gawang Henderson. Ini adalah gol ke-14 Son di musim ini.

Cavani terlihat emosi. Ia harus menerima kartu kuning karena dinilai berlaku kasar pada pemain lawan semenit setelah timnya tertinggal oleh gol Son.

MU yang seharusnya memimpin kini justru tertinggal satu gol hingga babak pertama usai. London.Football menulis, gol Son bagaikan menggosokkan garam ke dalam luka United.

Meski pada akhirnya MU memenangi pertandingan, insiden tersebut masih menjadi pembicaraan seusai pertandingan.

Sundulan Edinson Cavani membuahkan gol ke gawang Hugo Lloris.

“Saya harus mengatakan, jika anak lelaki saya terbaring seperti itu selama tiga menit dan dikerubungi 10 temannya saat mendapatkan itu (terkena tangan) di mukanya dari teman lainnya, dan dia membutuhkan 10 teman untuk membantunya bangkit, dia tidak akan mendapatkan makanan di rumah,” kata Solskjaer menanggapi aksi Son.

Ditanya apakah MU telah tertipu oleh ulah Son? "Tidak, kami tidak (ditipu), wasitlah," kata Solskjaer.

Ole Gunnar Solskjaer dan Jose Mourinho.

Menanggapi komentar Solskjaer, Mourinho mengatakan, “Sehubungan dengan itu, saya hanya ingin mengatakan bahwa Sonny sangat beruntung karena ayahnya adalah orang yang lebih baik dari Ole. Saya seorang ayah. Saya pikir sebagai seorang ayah Anda selalu memberi makan anak-anak Anda tak peduli apa yang dia lakukan. Jika Anda harus mencuri untuk memberi makan anak-anak Anda, Anda mencuri. Saya sudah memberi tahu Ole apa yang saya pikirkan tentang komentarnya.”

Dikutip dari Sky Sport, manajemen Spurs menyatakan bahwa salah satu pemainnya mendapatkan pelecehan rasial.

Tottenham mengutuk pelecehan rasis secara online yang disebut "menjijikkan" kepada Son Heung Min menyusul kekalahan 1-3 dari Manchester United.

Setelah pertandingan, sejumlah pengguna media sosial melontarkan hinaan rasis kepada Son.

Pihak Tottenham telah melaporkan pelecehan rasisme itu ke platform Twitter. “Dan kami sekarang akan melakukan peninjauan penuh bersama pihak Premier League untuk menentukan tindakan paling efektif. Kami mendukung Anda, Sonny," tulis akun resmi Tottenham Hotspur.

Twitter telah memberi tahu Sky Sports News bahwa mereka telah menghapus banyak kiriman berisi hal yang menyinggung rasial.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan, "Tidak ada ruang untuk pelecehan rasis di Twitter dan kami bertekad dalam komitmen kami untuk memastikan percakapan sepak bola di layanan kami aman untuk penggemar, pemain, dan semua orang yang terlibat dalam permainan.”

"Saat kami mengidentifikasi akun yang melanggar salah satu peraturan Twitter, kami mengambil tindakan penegakan hukum. Kami telah terlibat secara proaktif dan terus berkolaborasi dengan mitra kami yang berharga di sepak bola untuk mengidentifikasi cara mengatasi masalah ini secara kolektif dan akan terus memainkan peran kami dalam mengekang ini. perilaku yang tidak dapat diterima - baik online maupun offline." Demikian seperti dilansir dari Sky Sport.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Inter Tertarik Gaet Jesse Lingard

Inter memantau situasi Jesse Lingard di Manchester United, karena penyerang Inggris itu terus tampil mengesankan dengan status pinjaman di West Ham United.

BOLA | 12 April 2021

LIB Kaji Liga 1 dan Liga 2 Dihadiri Penonton Saat Pandemi

LIB mengkaji soal potensi kehadiran penonton pada Liga 1 dan Liga 2 saat pandemi seperti diutarakan Menko PMK, Muhadjir Effendy.

BOLA | 12 April 2021

Menang Adu Penalti, PS Sleman Tantang Persib di Semifinal

Dalam adu penalti PS Sleman mengemas kemenangan 4-2 atas Bali United.

BOLA | 12 April 2021

Jelang Lawan PSG, Lewandowski Kembali Berlatih

Lewandowski sebelumnya absen ketika Bayern Muenchen kalah 2-3 dalam pertemuan pertama dengan PSG.

BOLA | 12 April 2021

Ezra Walian Pegang Rekor Gol Tercepat di Piala Menpora

Ezra Walian yang bermain menjadi starter hanya membutuhkan waktu 38 detik untuk membawa Persib unggul 1-0 atas Persebaya.

BOLA | 12 April 2021

Dua Kemenangan Lagi, Ajax Bakal Juara Liga Belanda

Kemenangan itu menjaga keunggulan 11 poin yang mereka miliki atas dua pesaing terdekat PSV Eindhoven dan AZ Alkmaar.

BOLA | 12 April 2021

Ligue 1, Depay Pimpin Lyon Hantam Angers

Lyon memantapkan posisi peringkat keempat dengan 64 poin yang hanya terpaut lima poin dari pemuncak klasemen Lille (69).

BOLA | 12 April 2021

Liga Inggris, Arsenal Mengakhiri Puasa Kemenangan

Mikel Arteta pada pertandingan ini melakukan inovasi dengan menempatkan Granit Xhaka di bek kiri, dan Bukayo Saka di lini tengah menyerang.

BOLA | 12 April 2021

Serie A, Atalanta Kembali ke 4 Besar

Atalanta mengoleksi 61 poin hanya terpaut satu poin saja dari posisi ketiga Juventus (62).

BOLA | 12 April 2021

Atletico Kembali ke Puncak Klasemen dengan Keunggulan 1 Poin

Dengan hasil itu, Atletico kembali ke puncak klasemen La Liga meraih 67 poin, atau selisih satu poin saja dari posisi kedua Real Madrid (66).

BOLA | 12 April 2021


TAG POPULER

# Astrazeneca


# BMKG


# Daley Blind


# Bill Gates


# Vaksinasi Covid-19



TERKINI

Sidang Rizieq Syihab, Jaksa Diberi Kewenangan Melimpahkan Kasus ke Pengadilan

NASIONAL | 3 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS