Logo BeritaSatu

Drama Kemenangan Manchester United dan Rasisme terhadap Son Heung Min

Selasa, 13 April 2021 | 00:52 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

London, Beritasatu.com - Kemenangan Manchester United atas tuan rumah Tottenham Hotspur pada lanjutan Premier League Minggu (11/4/2021) malam WIB ternyata menyisakan cerita yang berlanjut meski pertandingan telah usai.

Uniknya, cerita berikutnya bukan seputar taktik atau gol-gol Setan Merah yang membuat klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini makin kokoh di peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris.

Pergunjingan di media massa maupun media sosial justru berkaitan dengan penyerang sayap Tottenham, yakni Son Heung Min.

Striker asal Korea Selatan ini adalah pencetak satu-satunya gol Tottenham ke gawang MU yang dikawal Dean Henderson. Namun, ia pula yang dianggap sebagai biang keladi dianulirnya gol Edinson Cavani pada menit ke-33.

Drama Kemenangan Manchester United dan Rasisme terhadap Son Heung MinGol Son Heung Min ke gawang Dean Henderson.

Tak pelak, Son atau yang biasa dipanggil Sonny menjadi bulan-bulanan komentar miring fans MU.

Seusai pertandingan, dunia maya terutama Twitter dijejali berbagai ejekan yang mengarah ke pemain berusia 28 tahun ini.

Berbagai komentar itu kemudian menjadi perhatian serius karena sebagian berbau rasial.

Bukan hanya itu. Manajer kedua tim, yakni Jose Mourinho dan Solskjaer, yang sudah beperlukan seusai peluit akhir pertandingan, belakangan malah seolah berselisih gara-gara mengomentari aksi Son.

Aksi dimaksud adalah ketika Son terkapar memegangi mukanya yang terantuk telapak tangan gelandang MU, Scott McTominay. Ketika itu kedudukan masih 0-0.

Cerita dimulai ketika MU membangun serangan melalui sisi kiri pertahanan Tottenham.

McTominay yang membawa bola coba dihambat oleh Son, yang pada pertandingan kemarin sering turun ke lini pertahanan.

Gelandang MU itu ternyata mampu menggocek bola dan melewati Son. Posisi bola di kaki McTominay tidak dalam posisi terancam lawan.

Sepersekian detik berikutnya ia sudah bebas meninggalkan Son. Namun, kibasan tangan kanan McTominay mengenai muka Son yang ada di belakangnya.

Son pun terjatuh dengan memegang muka. Persoalannya, Son tidak segera bangkit.

Drama Kemenangan Manchester United dan Rasisme terhadap Son Heung MinPara pemain Tottenham Hotspur memprotes gol MU.

Wasit pertandingan malam itu, Chris Kavanagh, pun tidak melihatnya sebagai pelanggaran. Sementara Son terkapar, bola terus bergulir.

Bola pun mengalir dari kaki McTominay kepada Fred lalu ke Pogba dalam hitungan detik.

Umpan terobosan Pogba dan pergerakan striker veteran Edinson Cavani berhasil mengecoh pertahanan lawan sehingga lahirlah gol cantik ke gawang Tottenham yang dijaga sang kapten, Hugo Lloris. Fans MU tentu bersorak girang.

Namun, perayaan gol Cavani hanya berlangsung singkat. Sejumlah pemain Tottenham protes dengan mengerubungi wasit dan menunjuk Son yang masih terkapar memegangi muka.

Chris Kavanagh akhirnya melihat video assistant referee (VAR).

Tak bisa disangkal, seperti dalam tayangan ulang, jelas terlihat telapak tangan McTominay mengenai muka Son.

Drama Kemenangan Manchester United dan Rasisme terhadap Son Heung Min

Bagi fans MU, kibasan tangan McTominay bisa dilihat sebagai upaya menepis tangan Son yang mencoba menahannya. Kontak tangan mengenai muka adalah hal lumrah dalam sepakbola. Bahkan seringkali kepala dengan kepala.

Namun, wasit Chris Cavanagh punya pertimbangan lain. Cavanagh justru menilai insiden itu sebagai pelanggaran sehingga gol MU dibatalkan.

Di pinggir lapangan, Solskjaer tertangkap kamera berdebat dengan asisten wasit. Toh, gol tetap dibatalkan.

London.Football menulis bahwa minggu kemarin sebagai akhir pekan yang penuh kontroversi.

Salah satunya adalah karena gol Cavani dianulir dan kemudian mengundang banyak kemarahan dari pendukung netral dan pakar yang menonton.

VAR dianggap merusak pertandingan yang memiliki arti penting dalam pertarungan untuk posisi empat besar.

Komentar juga terlontar dari mantan penyerang Timnas Inggris, Gary Lineker. Padahal dalam karier sepak bolanya Lineker tidak pernah bermain untuk MU. Malahan, ia pernah membela Tottenham Hotspur pada musim 1992/1993.

Melalui akun Twitternya, Lineker berkomentar hanya dengan enam kata, “You have got to be kidding!” (Anda pasti bercanda!)

Cuitan Lineker berikutnya, "Sungguh luar biasa betapa menggelikannya VAR. Tidak hanya dengan banyaknya kesalahan mereka tetapi juga menyedot nyawa dari permainan. Kegembiraan merayakan, yang membuat sepakbola begitu istimewa, telah benar-benar diencerkan."

Keputusan wasit menganulir gol itu tampak sekali memimbulkan kekesalan pada para pemain MU.

Apalagi tujuh menit kemudian justru Son berhasil melesakkan bola ke gawang Henderson. Ini adalah gol ke-14 Son di musim ini.

Cavani terlihat emosi. Ia harus menerima kartu kuning karena dinilai berlaku kasar pada pemain lawan semenit setelah timnya tertinggal oleh gol Son.

MU yang seharusnya memimpin kini justru tertinggal satu gol hingga babak pertama usai. London.Football menulis, gol Son bagaikan menggosokkan garam ke dalam luka United.

Meski pada akhirnya MU memenangi pertandingan, insiden tersebut masih menjadi pembicaraan seusai pertandingan.

Drama Kemenangan Manchester United dan Rasisme terhadap Son Heung MinSundulan Edinson Cavani membuahkan gol ke gawang Hugo Lloris.

“Saya harus mengatakan, jika anak lelaki saya terbaring seperti itu selama tiga menit dan dikerubungi 10 temannya saat mendapatkan itu (terkena tangan) di mukanya dari teman lainnya, dan dia membutuhkan 10 teman untuk membantunya bangkit, dia tidak akan mendapatkan makanan di rumah,” kata Solskjaer menanggapi aksi Son.

Ditanya apakah MU telah tertipu oleh ulah Son? "Tidak, kami tidak (ditipu), wasitlah," kata Solskjaer.

Drama Kemenangan Manchester United dan Rasisme terhadap Son Heung MinOle Gunnar Solskjaer dan Jose Mourinho.

Menanggapi komentar Solskjaer, Mourinho mengatakan, “Sehubungan dengan itu, saya hanya ingin mengatakan bahwa Sonny sangat beruntung karena ayahnya adalah orang yang lebih baik dari Ole. Saya seorang ayah. Saya pikir sebagai seorang ayah Anda selalu memberi makan anak-anak Anda tak peduli apa yang dia lakukan. Jika Anda harus mencuri untuk memberi makan anak-anak Anda, Anda mencuri. Saya sudah memberi tahu Ole apa yang saya pikirkan tentang komentarnya.”

Dikutip dari Sky Sport, manajemen Spurs menyatakan bahwa salah satu pemainnya mendapatkan pelecehan rasial.

Tottenham mengutuk pelecehan rasis secara online yang disebut "menjijikkan" kepada Son Heung Min menyusul kekalahan 1-3 dari Manchester United.

Drama Kemenangan Manchester United dan Rasisme terhadap Son Heung Min

Setelah pertandingan, sejumlah pengguna media sosial melontarkan hinaan rasis kepada Son.

Pihak Tottenham telah melaporkan pelecehan rasisme itu ke platform Twitter. “Dan kami sekarang akan melakukan peninjauan penuh bersama pihak Premier League untuk menentukan tindakan paling efektif. Kami mendukung Anda, Sonny," tulis akun resmi Tottenham Hotspur.

Twitter telah memberi tahu Sky Sports News bahwa mereka telah menghapus banyak kiriman berisi hal yang menyinggung rasial.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan, "Tidak ada ruang untuk pelecehan rasis di Twitter dan kami bertekad dalam komitmen kami untuk memastikan percakapan sepak bola di layanan kami aman untuk penggemar, pemain, dan semua orang yang terlibat dalam permainan.”

"Saat kami mengidentifikasi akun yang melanggar salah satu peraturan Twitter, kami mengambil tindakan penegakan hukum. Kami telah terlibat secara proaktif dan terus berkolaborasi dengan mitra kami yang berharga di sepak bola untuk mengidentifikasi cara mengatasi masalah ini secara kolektif dan akan terus memainkan peran kami dalam mengekang ini. perilaku yang tidak dapat diterima - baik online maupun offline." Demikian seperti dilansir dari Sky Sport.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Usut Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Tegaskan Tak Ada yang Ditutupi

Anggota TGIPF, Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan pihaknya tidak akan menutup-nutupi temuan terkait tragedi Kanjuruhan.

BOLA | 6 Oktober 2022

Kalah Telak di Chelsea, Pioli Akui AC Milan Tampil Buruk

Pelatih AC Milan Stefano Pioli mengakui timnya tampil buruk saat menyerah dengan skor telak 0-3 di kandang Chelsea, dalam lanjutan Liga Champions.

BOLA | 6 Oktober 2022

Kunjungi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan, Ketum PSSI Beri Santunan

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bertakziah ke keluarga korban tragedi Kanjuruhan dan memberikan santunan.

BOLA | 6 Oktober 2022

Guardiola Ungkap Perbedaan Lionel Messi dan Erling Haaland

Pep Guardiola mengungkapkan tentang perbedaan dua striker yang pernah diasuhnya yakni Lionel Messi dan Erling Haaland.

BOLA | 6 Oktober 2022

Desak Iriawan Mundur, Tagar #IwanBuleOut Menggema di Media Sosial

Sampai siang ini pukul 12.10 WIB, tagar #IwanBuleOut sudah berisi 5.298 tweet dan trending teratas di Twitter.

BOLA | 6 Oktober 2022

Erik ten Hag Akui Ronaldo Tak Senang Tidak Bermain Reguler

Ronaldo sejauh ini baru sekali bermain sejak menit awal di Liga Inggris dan dua kali di pertandingan Liga Europa musim ini.

BOLA | 6 Oktober 2022

Ini Posisi Timnas U-17 Indonesia Setelah Tundukkan UEA 3-2

Timnas U-17 Indonesia kini memimpin klasemen Kualifikasi Piala Asia U-17 Grup B setelah menundukkan Uni Emirat Arab (UEA), 3-2.

BOLA | 6 Oktober 2022

PSSI Pastikan Tindaklanjuti Arahan Presiden usai Tragedi Kanjuruhan

PSSI memastikan menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi terkait evaluasi seputar pertandingan sepak bola pasca adanya tragedi Kanjuruhan.

BOLA | 6 Oktober 2022

Belum Maksimal di Liverpool, Darwin Nunez Mengaku Tak Paham Ucapan Klopp

Striker anyar Liverpool asal Uruguay, Darwin Nunez, berterus terang tidak mengerti apa yang diucapkan pelatih Juergen Klopp.

BOLA | 6 Oktober 2022

Pecat Seoane, Bayer Leverkusen Tunjuk Xabi Alonso Jadi Pelatih

Bayer Leverkusen langsung menunjuk Xabi Alonso sebagai pengganti dengan memberinya kontrak hingga Juni 2024.

BOLA | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kapolri: Ini Penyebab Banyak Korban pada Tragedi Kanjuruhan

Kapolri: Ini Penyebab Banyak Korban pada Tragedi Kanjuruhan

NEWS | 32 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings