Kisah Kontras Tuchel dan Guardiola di Final Liga Champions
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kisah Kontras Tuchel dan Guardiola di Final Liga Champions

Minggu, 30 Mei 2021 | 10:04 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Manajer Chelsea Thomas Tuchel menuju ke final Liga Champions tadi malam dengan pemikiran bahwa laga tersebut lebih dari sekedar adu taktik dan adu gengsi melawan bos Manchester City Pep Guardiola.

Tuchel, yang menjadi pecundang bersama Paris St-Germain melawan Bayern Munich di final musim lalu, tidak membuat kesalahan lagi di kesempatan kedua, dengan memoles Chelsea menjadi tim yang penuh persiapan dan bisa bermain dengan sempurna untuk meraih trofi juara Eropa kedua kali.

Di sisi lain, Guardiola menurunkan komposisi starting 11 yang tidak pernah dia pilih sebelumnya sebagai manajer City, berjudi dengan banyak sekali pemain yang berkarakter menyerang untuk mengimbangi keputusannya tidak menurunkan jangkar lapangan tengah Fernandinho atau Rodri.

Keputusan itu berdampak di lapangan -- City bermain dengan bimbang, aliran bola agak macet dan serangan kurang menggigit. Dengan kata lain, komposisi pemain tersebut membuat mereka kehilangan sebagian elemen yang biasanya membuat juara Liga Inggris itu sangat spesial.

Ketika Tuchel merayakan kemenangan bersama anak asuhnya di depan para penggemar Chelsea yang kegirangan, pemilik tim Roman Abramovich tersenyum lebar di panggung, kembali menikmati buah manis dari kekisruhan yang mewarnai perjalanan Chelsea sebelum final.

Dalam dunia Chelsea, sukses kerap datang dari ketidakstabilan. Pemecatan manajer disusul oleh datangnya trofi, dan itu terjadi nyaris secara rutin.

Tuchel merengkuh trofi Liga Champions setelah menggantikan Frank Lampard Januari lalu, sama seperti kisah Roberto Di Matteo yang membawa Chelsea pertama kali meraih piala prestisius ini tidak lama usai menggantikan Andre Villas-Boas pada 2012.

Para fans Chelsea sudah begitu antusias menyambut pelatih asal Jerman tersebut bahkan sebelum kick-off, lewat teriakan penuh cinta ketika ia hadir di jumpa pers sebelum pertandingan.

Saat laga usai, sorakan para pendukung Chelsea menulikan telinga begitu Tuchel menghadap ke mereka dan mengayunkan dua tangan meminta sorakan lebih keras lagi sebagai apresiasi untuk para pemain.

Banyak pahlawan Chelsea malam itu. N'Golo Kante bisa mengendalikan permainan di lapangan tengah. Reece James bermain solid sebagai bek kanan dan disebut-sebut layak menggantikan Trent Alexander-Arnold di tim nasional Inggris.

Pada sosok Kai Havertz, pencetak gol tunggal semalam, Chelsea memiliki senjata yang elegan sekaligus berbahaya, setelah ia mengawali karirnya di Stamford Bridge dengan relatif lamban.

Mason Mount bermain tenang dan sigap untuk menunjukkan ia memang pilihan tepat untuk mengisi lapangan tengah di timnas menuju kompetisi Piala Eropa mendatang.

Betapa pun juga, Tuchel layak menerima apresiasi terbesar karena bisa memulihkan kepercayaan diri para pemain dan merapikan skuat setelah hengkangnya Lampard.

Khususnya, ia membuat keputusan logis dengan kembali menempatkan Antonio Rudiger di jantung pertahanan dan menaruh Kante di lapangan tengah di mana ia menemukan permainan terbaiknya.

Tuchel, dengan baju basah kuyub oleh sampanye, tersenyum begitu lebar semalam dan ia memang layak mendapatkan itu. Ia pernah merasakan kepedihan di ajang yang sama hanya satu tahun silam, tetapi malam di Stadion Estadio Do Dragao, Porto adalah miliknya.

Sungguh kontras dengan kepedihan yang dirasakan Guardiola dan Manchester City, yang meninggalkan Porto dengan rasa kecewa dan penyesalan karena gagal tampil sebaik biasanya di malam itu.

Guardiola terakhir meraih trofi Liga Champions bersama Barcelona pada 2011.

Ia berharap bisa menyandingkan diri dengan Bob Paisley (Liverpool), Carlo Ancelotti (AC Milan dan Real Madrid) dan Zinedine Zidane (Real Madrid) dengan memenangi turnamen ini untuk ketiga kalinya.

Salah satu kualitas terbesar Guardiola sebagai manajer adalah tekadnya untuk membuat pertandingan makin menarik dengan attacking football – tetapi instingnya itu rupanya begitu dominan sehingga ia memutuskan susunan pemain yang membuat semua orang tercengang begitu daftarnya dirilis.

Tidak ada Rodri. Tidak ada Fernandinho. Tidak ada pertahanan. Pemain bernaluri menyerang ada di mana pun.

Maka, Chelsea mengambil kesempatan dari ketidakpastian dalam tim City.

Mount dan Ben Chilwell bisa selalu mengungguli kecepatan City di sisi kiri. Pemain berpengalaman seperti Kevin de Bruyne, Ilkay Gundogan dan Bernardo Silva juga tampak tidak yakin apa sebenarnya peran mereka di lapangan tadi malam.

Strategi Guardiola berisiko tinggi dan hasil akhir membuktikan bahwa itu memang sebuah kekeliruan.

Guardiola adalah salah satu pelatih dan manajer paling hebat yang membantu membentuk permainan sepakbola modern dan berpengaruh pada banyak pelatih lain. Namun, malam tadi kembali memunculkan pertanyaan tentang ambisinya yang berlebihan.

Sangat sulit mengkritik seorang manajer yang telah memenangi Liga Inggris tiga kali dalam empat musim yang dilakoninya.

Namun, ia menggunakan komposisi pemain yang tidak pernah dipakai sebelumnya -- dalam pertandingan terbesar dalam sejarah City.

Rodri dan Fernandinho, baik sendiri-sendiri atau berpasangan, telah bermain 60 kali dalam 61 laga terakhir City musim ini. Kenapa harus mengubah strategi begitu radikal dalam pertandingan yang begitu penting?

Rencana Guardiola telah gagal dan ia harus sanggup menerima kritik yang pasti membanjirinya.

Di pihak lain, Tuchel telah mengalahkan Guardiola tiga kali sejak ia masuk Januari lalu, sebelumnya di semifinal Piala FA dan laga Premier League di Stadion Etihad, kandang City.

(AFP)

Yang tadi malam adalah kemenangan paling manis Tuchel, membuatnya masuk legenda Chelsea hanya dalam hitungan beberapa bulan.

Bagi Guardiola dan Manchester City, mereka harus kembali menunggu. Yang membuat luka makin pedih, mereka sadar bahwa sebetulnya mereka mampu bermain jauh lebih baik daripada tadi malam.

Chelsea adalah juara Eropa -- pernyataan yang akan terdengar seperti ledekan jika dilontarkaan saat Tuchel berjalan masuk gerbang Stamford Bridge pertama kali sebagai manajer tim belum lama berselang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemain Chelsea Banjir Bonus, Luar Biasa Nilainya

Nilai bonus tersebut sebenarnya masih kalah jika skuad Manchester City yang menjadi juara

BOLA | 30 Mei 2021

Selebrasi di Ruang Ganti, Tuchel Menggila

Mateo Kovacic mengunggah bidikan kakinya di atas trofi bergengsi tersebut.

BOLA | 30 Mei 2021

Juara Liga Champions, Mason Mount Sesumbar Chelsea Tim Terbaik di Dunia

Tim asuhan Thomas Tuchel tersebut memenangi pertandingan dengan kiper Edouard Mendy tidak terlalu mendapatkan ancaman yang berarti.

BOLA | 30 Mei 2021

5 Bulan Latih Chelsea, Baru Kali Ini Tuchel Bertemu Abramovich

Sejak terganjal masalah visa di Inggris, Abramovich diyakini baru menyaksikan tiga pertandingan langsung.

BOLA | 30 Mei 2021

Chelsea Kini Setara dengan Juventus, Benfica, Nottingham Forest, dan Porto

Chelsea menang 1-0 atas City dalam final Liga Champions di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Sabtu (29/5/2021) waktu setempat.

BOLA | 30 Mei 2021

Kaesang Tak Mau Komentari Kongres PSSI

Direktur Utama PT Persis Solo Saestu, Kaesang Pangarep, menolak memberikan tanggapan soal jalannya Kongres Biasa PSSI di Jakarta.

BOLA | 30 Mei 2021

Barcelona Paling Berpeluang Jadi Klub Baru Donnarumma

Klub La Liga Barcelona difavoritkan untuk mendatangkan penjaga gawang AC Milan Gianluigi Donnarumma di depan Paris Saint-Germain (PSG).

BOLA | 30 Mei 2021

Tuchel Batasi Euforia Kemenangan Chelsea Dua Minggu

Thomas Tuchel mengatakan ia ingin membatasi euforia selebrasi keberhasilannya membawa Chelsea menjuarai Liga Champions hanya satu hingga dua pekan.

BOLA | 30 Mei 2021

Tuchel Jegal Ambisi Guardiola Pecahkan Rekor Juara Liga Champions

Thomas Tuchel sukses menjegal ambisi Pep Guardiola yang nyaris memecahkan rekor sebagai pelatih keempat yang bisa tiga kali menjuarai Liga Champions.

BOLA | 30 Mei 2021

Guardiola Janji Bawa Man City ke Final Liga Champions Lagi

Pep Guardiola berjanji membawa Manchester City ke final Liga Champions lagi setelah pengalaman perdana mereka berakhir dengan kekalahan 0-1 melawan Chelsea.

BOLA | 30 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS