Euro 2020 di Tengah Pandemi dan Pertaruhan UEFA
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Euro 2020 di Tengah Pandemi dan Pertaruhan UEFA

Minggu, 6 Juni 2021 | 10:18 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Piala Eropa itu bak Piala Dunia, bedanya turnamen ini dikhususkan untuk Eropa. Selama sebulan penuh, mulai 11 Juni nanti sampai 11 Juli, 51 pertandingan digelar di 11 kota di sebelas negara di benua itu.

Waktu pelaksanaan Euro 2020 yang seharusnya diadakan tahun lalu itu berbarengan dengan Copa America yang juga dimundurkan gara-gara pandemi persis pada tanggal, bulan, dan tahun yang sama.

Namun, Euro 2020 dipastikan lebih menarik ketimbang Copa America sekalipun seniman-seniman lapangan hijau Amerika mungkin lebih atraktif dalam mengolah bola.

Setelah apa yang disebut Presiden Asosiasi Sepakbola Uni Eropa (UEFA) Aleksander Ceferin sebagai krisis terbesar dalam dunia sepakbola ketika Euro 2020 dimundurkan ke tahun ini, putaran final Euro pun akhirnya digelar masih dalam suasana pandemi mulai Jumat 11 Juni 2021 ketika Italia ditantang Turki di Roma.

Sejak turnamen ini diumumkan mundur ke tahun ini Maret tahun lalu, pandemi tetap menyelimuti Eropa, dan dunia. Namun, UEFA, dan juga pemerintah-pemerintah Eropa, sudah bulat untuk jalan terus. Nyaris tak ada penentangan dari masyarakat Eropa, tidak seperti Olimpiade Tokyo yang belakangan ditolak oleh bagian terbesar rakyat Jepang.

Sekalipun begitu, tetap saja menyelenggarakan turnamen besar era pandemi adalah pertaruhan, paling tidak untuk UEFA.

Namun, jangan lupa, keputusan UEFA untuk jalan terus tidak diambil karena semata kepentingan sepakbola. Justru faktor luar sepakbola yang menyalakan tekad untuk jalan terus.

Grafik melandai nan nyaris stagnan pada kasus infeksi, vaksinasi Covid-19 yang ekspansif, dan kisah sukses dalam menuntaskan liga domestik tanpa menciptakan kasus infeksi baru, adalah pendorong besar tetap melangsungkan Piala Eropa 2020.

Oleh karena itu, lima tahun setelah Portugal mengatasi ketiadaan Cristiano Ronaldo karena cedera untuk mengalahkan Prancis dalam final edisi 2016 dan tiga tahun setelah Prancis menorehkan kisah hebat dalam Piala Dunia di Rusia, Eropa kini bersiap menggelar lagi Euro.

Pandemi memang masih mengancam, tetapi keyakinan bahwa Eropa sudah relatif menjinakkan pandemi sehingga lockdown dan pembatasan perjalanan serta berkerumun dikendurkan, malah kian kuat saja.

Dan Euro 2020 menarik manfaatnya hingga sebelas stadion penyelenggara Piala Eropa pun siap menyambut lagi suporter. Edisi ini adalah edisi spesial karena bertepatan dengan 60 tahun usia turnamen tersebut.

UEFA telah memutuskan bahwa berbeda dari era-era lalu, turnamen kali ini diadakan di berbagai kota di berbagai negara Eropa.

Yakin Aman
Awalnya ada 13 kota yang masuk daftar tuan rumah Euro 2020 sebelum Brussels dicoret dan sebelum pandemi merusak semua wacana.

Kemudian April lalu, Dublin dan Bilbao juga dicoret karena baik pemerintah Irlandia maupun pemerintah daerah Basque di Spanyol di mana Bilbao berada enggan memberikan lampu hijau untuk hadirnya penonton dalam stadion.
Sevilla lalu menggantikan Bilbao, sedangkan semua pertandingan yang tadinya dijadwalkan di Dublin dipindahkan ke London, Inggris, dan Saint-Petersburg, Rusia.

Sevilla, London, dan Saint Petersburg sudah memberi lampu hijau untuk hadirnya penonton dalam stadion. Demikian juga Amsterdam, Bucharest, Budapest, Kopenhagen, Glasgow, Roma dan Muenchen walaupun kota di Jerman ini hanya membolehkan sekitar 14.500 penonton boleh masuk stadion Allianz Arena ketika kota-kota lain berani membolehkan 25 sampai 100 persen dari kapasitas normal stadion.

UEFA sendiri bersikeras Euro 2020 mesti disaksikan langsung penonton di dalam stadion sekalipun ditentang sejumlah pemerintah di Eropa, selain dihadapkan kepada situasi kesehatan yang berbeda-beda antara satu wilayah, khususnya karena kekhawatiran terhadap varian baru yang lebih menular.

Aleksander Ceferin bahkan yakin sekali Euro 2020 aman. Dia bilang, "turnamen ini merupakan kesempatan sempurna guna menunjukkan kepada dunia bahwa Eropa beradaptasi. Eropa masih hidup dan merayakan kehidupan. Eropa telah kembali."

Ternyata ada aspek politiknya juga. Namun, tak apa, lagi pula mustahil murni semata olahraga. Masih sangat wajar, semua orang melakukan seperti diucapkan Ceferin.

Pertarungan UEFA tidak saja berkaitan dengan pandemi, tetapi juga mengenai kualitas pertandingan nanti.

Piala Eropa memang menjanjikan laga yang asyik untuk ditonton. Namun, persoalan mendasar yang menjadi tantangan edisi ini adalah kelelahan yang dialami pemain setelah menyelesaikan musim yang rata-rata padat akibat diganggu pandemi. Kekhawatiran terjadinya cedera pun menjadi lebih besar dibandingkan era-era sebelumnya.

Hampir semua tim nasional hanya memiliki waktu singkat dalam meracik, menyempurnakan, dan menyusun taktik akibat musim yang sibuk itu. Sampai-sampai jadwal praturnamen pun disusun pada menit-menit terakhir karena mesti menyesuaikan diri dengan jadwal kompetisi klub dan ketentuan lockdown serta pembatasan perjalanan di berbagai tempat dalam upaya membendung Covid-19.

Para pelatih dipaksa berpikir keras menyusun skuad yang siap untuk Euro 2020, dalam tempo yang begitu singkat. Akibatnya jangan berharap bakal muncul sepakbola indah. Sebaliknya, mengutip Associated Press, pragmatisme demi menjuarai turnamen yang mungkin paling menggejala.

Terpaksa
Jonathan Wilson, pengarang Inverting The Pyramid: The History of Football Tactics, beranggapan "Yang Anda saksikan pada level internasional adalah, karena terpaksa, menjadi jauh lebih sederhana dibandingkan dengan sepakbola tingkat klub."

Dan dalam hal memainkan sepakbola “sederhana” Prancis, sang juara bertahan Piala Dunia, adalah jagonya. Negara ini adalah contoh sempurna untuk kesederhanaan taktis dan pragmatisme sepakbola modern seperti disebut Wilson.

Di Rusia tiga tahun silam, Prancis rata-rata menguasai distribusi bola 48 persen, tim ke-25 dari 32 tim peserta yang tidak begitu sering mendekati area penalti lawan, menjadi tim dengan jumlah mengumpan paling sedikit kelima, paling rendah kelima dalam soal menjelajah lapangan, dan memiliki rata-rata enam tendangan ke arah gawang per pertandingan yang merupakan terendah kedua selama turnamen itu.

Intinya Prancis bertahan dengan rapat, menyerang begitu waktunya tepat, dan klinis dalam menuntaskan penyelesaian akhir. Mereka juga jago dalam soal set piece. Gol-gol sundulan dari bek tengah mereka menjadi penentu kemenangan mereka pada perempatfinal dan semifinal Piala Dunia lalu.

Pragmatisme dan efisiensi namun dibarengi limpahan bakat luar biasa hebat seperti Kylian Mbappe dan N’Golo Kante, adalah kunci Prancis menjadi juara dunia. Mungkin atas alasan ini pula Prancis bakal sulit dihentikan pada Euro 2020.

Tim-tim lain yang mungkin masuk definisi "sederhana" dan efisien yang fokus kepada hasil dan solid dalam bertahan adalah Denmark dan Italia.

Di bawah kepelatihan Roberto Mancini, Italia memasuki Euro 2020 dengan rapor biru sekali karena tak terkalahkan dalam 26 lagan dan hanya kebobolan empat gol selama kualifikasi.

"Anda tak akan menjuarai sepakbola internasional hanya dengan menyerang," kata Wilson seperti dikutip Associated Press. Sebaliknya, kata dia, permainan yang terus mengurung menjadi jaminan kompetisi sepakbola dimenangkan.

Analisis ini sejalan dengan apa yang tampak pada Liga Champions musim ini ketika tim-tim bercatatan dua terbaik dalam menjaga pertahanan, yakni Chelsea dan Manchester City, mencapai final di bawah bimbingan pelatih-pelatih inovatif yang mengadaptasikan taktik mereka menjadi pendekatan yang lebih hati-hati ala era pandemi ini.

Tekanan energi tinggi umumnya sia-sia selama musim yang padat dan diperkirakan tak akan terjadi pada Piala Eropa mengingat tim-tim berusaha mengelola pemain-pemainnya yang sudah kelelahan itu.

Menyerang
Dan nantikanlah aksi kiper-kiper yang hobi membantu serangan yang kini hampir semua tim memilikinya, dan bek-bek sayap yang berorientasi menyerang yang malah dilindungi oleh gelandang-gelandang berorientasi bertahan. Inggris contohnya. Negara ini sampai memasukkan empat bek kanan dalam skuad finalnya.

Dan tak ada formasi standard yang dipakai tim-tim unggulan. Belgia dan mungkin juga Inggris akan memainkan formasi tiga bek, Spanyol biasanya memasang formasi 4-2-3-1, Prancis setia dengan formasi diamond 4-4-2 yang kini kian maut oleh masuknya lagi Karim Benzema, sedangkan Italia, Belanda dan juara bertahan Portugal mungkin mengadopsi pola 4-3-3.

Penambahan jumlah anggota skuad yang biasanya 23 pemain menjadi 26 pemain adalah indikasi adanya hasrat mengurangi beban bertanding setelah pemain melewatkan musim kompetisi yang sangat padat dalam liganya masing-masing.

Hasil baik akan dipetik oleh tim-tim dengan sumber daya melimpah seperti Inggris dan khususnya Prancis yang memiliki skuad berkualitas merata kualitas pada semua sektor dan lapisan skuadnya.

Oleh karena itu, Euro 2020 bukan saja pertaruhan UEFA yang bersikukuh menyelenggarakan turnamen ini di tengah pandemi yang masih mengungkung dunia, tetapi juga pertaruhan antara sepakbola menyerang yang lebih bisa dinikmati melawan sepakbola bertahan berorientasi hasil.

Di atas itu semua, jika segalanya lancar, UEFA akan bisa meletakkan fondasi dan acuan mengenai bagaimana seharusnya menyelenggarakan event besar di tengah pandemi, termasuk OIimpiade Tokyo bulan depan atau bahkan Piala Dunia Qatar tahun depan, andai pandemi belum sirna juga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

De Ligt Cedera, Timnas Belanda Cemas

Potensi absennya bek tengah akan menjadi pukulan serius bagi tim yang sudah kehilangan bek andalannya, Virgil van Dijk.

BOLA | 6 Juni 2021

Swedia Hajar Armenia di Laga Pemanasan Terakhir

Dalam pertandingan pemanasan menjelang Euro 2020 lainnya, Wales yang menghuni Grup A ditahan seri 0-0 oleh Albania.

BOLA | 6 Juni 2021

Laga Pemanasan, Rusia Kalahkan Bulgaria

Rusia menghadapi Belgia di St Petersburg dalam laga pembuka Euro 2020 pada 12 Juni.

BOLA | 6 Juni 2021

De Bruyne Jalani Operasi di Wajah Selagi Timnas Belgia Bersiap Hadapi Euro 2020

Playmaker Manchester City itu mengalami patah tulang hidung dan rongga mata kiri setelah bertabrakan dengan pemain Chelsea Antonio Rudiger.

BOLA | 6 Juni 2021

Ruben Dias Pemain Terbaik Premier League 2020/2021

Ruben Dias adalah bek keempat yang menerima penghargaan tersebut, meniru Nemanja Vidic, mantan kapten City Vincent Kompany dan Virgil Van Dijk.

BOLA | 5 Juni 2021

Ancelotti Pergi, 2 Bintang Everton Bakal Menyusul

Duo pemain kunci Everton tersebut diyakini sangat terkejut atas keputusan manajer Carlo Ancelotti bergabung dengan Real Madrid.

BOLA | 5 Juni 2021

Gol Erik Lamela Jadi yang Terbaik di Premier League 2020/2021, Ini Cuplikannya

Erik Lamela yang masuk sebagai pemain pengganti Son Heung-Min memberi Tottenham keunggulan atas Arsenal setelah 30 menit setelah bermain.

BOLA | 5 Juni 2021

Pep Guardiola Pelatih Terbaik Premier League 2020/2021

Selain juara Premier League, Pep Guardiola juga membawa timnya mengamankan trofi Piala Liga empat kali secara beruntun dan final Liga Champions.

BOLA | 5 Juni 2021

Antonio Conte dan Tottenham Gagal Capai Kesepakatan

Laporan yang tersebar luas mengklaim bahwa kesepakatan untuk membawa Antonio Conte ke Tottenham telah gagal.

BOLA | 5 Juni 2021

Spanyol-Portugal Resmi Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Laga tersebut juga sekaligus menandai seratus tahun pertandingan internasional pertama Portugal, setelah kekalahan 3-1 dari Spanyol di Madrid pada Desember 1921.

BOLA | 5 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS