Kenapa Banyak Merek Tiongkok di Euro 2020 dan Copa America?
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kenapa Banyak Merek Tiongkok di Euro 2020 dan Copa America?

Minggu, 4 Juli 2021 | 19:28 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Dalam pertandingan Inggris vs Jerman yang paling menyedot perhatian dunia di ajang Euro 2020 awal pekan ini, papan iklan digital yang mengelilingi lapangan Wembley didominasi oleh jenama-jenama asal Tiongkok.

Sebut saja produsen televisi HiSense, aplikasi video TikTok, pembuat smartphone Vivo, atau platform pembayaran digital AliPay.

Sebagai perbandingan, pada ajang Euro 2016 Tiongkok hanya “diwakili” HiSense.

Ini cukup menarik karena sebagian dari merek-merek itu tidak dikenal atau tidak ada produknya di kota-kota seperti Paris, Porto, atau Praha, dan kebanyakan warga Eropa juga tidak paham dengan narasi Mandarin yang sesekali muncul di papan iklan.

Juga menimbulkan pertanyaan kenapa ajang prestisius di bidang olahraga dan komersial yang saat ini menjadi perhatian warga Eropa dan dan dunia ternyata tidak banyak menarik perhatian korporasi besar di Barat.

Meskipun ada Coca-Cola dan FedEx, tetapi tidak ada perusahaan-perusahaan teknologi besar Amerika seperti Facebook, Google, Amazon, atau Apple yang menjadi official partners UEFA di turnamen ini.

Jenama Eropa yang dominan hanya produsen bir Heineken dan raksasa otomotif Volkswagen.

Panitia penyelenggara mengatakan mereka tidak memiliki strategi atau perlakuan khusus dalam menjaring mitra resmi, artinya jenama-jenama asal Tiongkok itu datang atas inisiatif sendiri dan mengajukan penawaran.

"Namun memang kami berkeinginan untuk menjangkau penonton secara global, demikian juga para pemilik jenama yang bergabung dengan program komersial kami,” bunyi pernyataan UEFA seperti dikutip BBC.

TikTok, yang mengklaim kalau operasi globalnya dikelola terpisah dari yang di Tiongkok, bermitra dengan UEFA khusus untuk ajang Euro 2020 saja dan sudah melakukan promosi besar-besaran di situsnya sendiri untuk turnamen tersebut.

UEFA bahkan membuat akun khusus Euro 2020 di TikTok dan sudah mendapat lebih dari 4 juta pengikut.

AliPay beriklan bersama anak perusahaan, AntChain, yang bergerak di bidang blockchain. Dua jenama itu adalah bagian dari konglomerasi perusahaan teknologi Ant Group.

Kalau Anda ingin tahu lebih lanjut, blockchain kurang lebih artinya jasa pembukuan digital untuk transaksi mata uang virtual yang susah dipalsukan atau dimanipulasi. Karena sistem keamanan yang mencegah interfensi atau perubahan data, teknologi blockchain juga dimanfaatkan untuk menyimpan data-data lain. Misalnya, setiap gol yang dicetak di Euro 2020 sekarang ini.

AliPay adalah platform pembayaran digital global pesaing PayPal, dan sudah mengikat kontrak kerja sama dengan UEFA selama delapan tahun. Trofi khusus top scorer Euro 2020 akan disiapkan oleh Alipay, sementara data semua gol direkam dan disimpan oleh AntChain. Bulan lalu, AntChain mengumumkan kerja sama sponsor dengan UEFA selama lima tahun.

Copa America Juga
Kisah yang sama terjadi di Brasil yang menjadi tuan rumah Copa America -- ekuivalen dengan Euro 2020 -- pada waktu bersamaan.

Tiga dari empat sponsor utama Copa America adalah jenama asal Tiongkok.

Pemain Ekuador Pervis Estupinan (kiri) berebut bola dengan pemain Argentina Lionel Messi dalam pertandingan Copa America di Stadion Olympic di Goiania, Brasil, 3 Juli 2021. (AFP)

Kalau ini memang ada latar belakangnya. Gara-gara wabah Covid-19, Kolombia gagal menjadi tuan rumah sehingga turnamen besar ini terancam gagal.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro lalu campur tangan sehingga negaranya ditunjuk sebagai tuan rumah di menit terakhir. Namun, reputasi Bolsonaro yang “serampangan” mengurus wabah Covid-19 di Brasil membuat sejumlah sponsor mundur.

Akhirnya tinggal empat yang tersisa: Betsson, Kwai, TCL, dan Sinovac. Situs judi Betsson adalah satu-satunya sponsor non-Tiongkok dan layanannya tidak bisa diakses di sejumlah negara yang melarang judi, seperti Indonesia.

Sulit dibayangkan nasib turnamen besar ini kalau tidak ada dukungan dari perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Sinovac sangat menarik perhatian karena sangat langka sebuah perusahaan pembuat vaksin menjadi sponsor turnamen sepak bola.

Ini pun ada latar belakangnya. Sinovac Biotech adalah salah satu pemasok utama vaksin di Brasil, meskipun Bolsonaro pernah mengatakan ia tidak percaya dengan vaksin asal Tiongkok.

Pada turnamen ini, Sinovac juga membagikan 50.000 dosis vaksin gratis kepada panitia.

Kwai adalah aplikasi untuk membuat video dengan banyak pilihan audio sebagai background sementara TCL adalah produsen produk elektronik termasuk televisi.

Jadi Kenapa?
Kembali ke pertanyaan semula, kenapa perusahaan seperti Vivo yang mungkin tidak diminati produknya oleh warga Paris bersedia mengiklan di Euro 2020?

Kenapa bukan jenama-jenama kondang asal Eropa atau Amerika yang mendominasi sponsor utama?

Ada banyak teori soal itu. Yang paling gampang, tentu saja karena memang korporasi-korporasi besar Tiongkok punya duit berlebih untuk membeli hak sponsor. Tidak akan mengagetkan kalau grup Alibaba misalnya mengalahkan rival-rival globalnya dalam lelang sponsor.

Pendapat lain, perusahaan-perusahaan Eropa enggan beriklan di UEFA, Olimpiade atau ajang olahraga lainnya karena industri periklanan di sana sudah “sangat matang”.

Beriklan di ajang olahraga dimaksudkan untuk meningkatkan visibilitas dan kesadaran atas jenama dimaksud di mata publik. Makin sering dilihat, makin banyak diingat.

Berbeda dengan korporasi Tiongkok, jenama-jenama besar Eropa mungkin sudah tidak butuh itu.

Namun, bisa dimaklumi kalau Anda tidak pernah mendengar nama AntChain, tidak tahu apa itu bisnis blockchain, apalagi menggunakan aplikasinya.

AnChain masih sangat butuh panggung untuk bisa dilihat warga bumi sesering mungkin.

Rilis resmi UEFA menyebutkan trofi top scorer yang dibuat induk perusahaan AliPay “menggarisbawahi komitmen AntChain untuk memastikan pendataan prestasi para pencetak gol secara permanen dan tidak bisa diotak-atik dengan teknologi blockchain".

Trofi khusus untuk pencetak gol terbanyak di Euro 2020 yang disiapkan oleh perusahaan Tiongkok AliPay. (BBC)

Anda paham poinnya sekarang. Tahu tidak tahu, pakai tidak pakai, sekarang anda sudah pernah mendengar tentang AntChain dan sedikit banyak paham bisnisnya.

“Semua ini soal kesadaran tentang tentang jenama [brand awareness]. Tidak ada promosi yang benar-benar menjelaskan produk atau jasa yang ditawarkan, ini semata soal pengulangan nama,” kata Joe de Kwant Stoner dari perusahaan marketing Big Orange Media di Tunbridge Wells, Inggris.

Jika jenama sudah tertanam, bisa jadi berdampak pada penjualan.

ShuShu Chen, dosen bidang kebijakan dan manajemen olahraga di University of Birmingham, mengatakan penjualan televisi HiSense naik setelah menjadi sponsor di Euro 2016.

Suka Sepakbola
Mungkin tidak berkaitan, tetapi penting untuk disebutkan di sini bawah Presiden Tiongkok Xi Jinping juga penggemar berat sepakbola. Kehadiran jenama-jenama besar Tiongkok bisa menjadi alat kehumasan penting bagi pemerintah untuk menunjukkan dukungan pada olahraga yang paling dicintai orang sedunia ini.

Eropa juga menjadi target pasar penting bagi sejumlah perusahaan Tiongkok. Tahun lalu, aplikasi TikTok “meledak” di pasar Eropa.

Penyerang Jerman Thomas Mueller memegang kepalanya setelah gagal mencetak gol dalam pertandingan Euro 2020 melawan Inggris di Stadion Wembley, London, 29 Juni 2021. (AFP)

Pada 2014, Presiden Xi memasukkan sepakbola ke kurikulum pendidikan nasional dan pada 2016 Liga Super Tiongkok mulai menghebohkan dunia lewat pembelian para pemain dengan tarif mencengangkan.

Salah satunya adalah bintang Brasil Oscar yang sebelumnya bermain di Chelsea, lalu direkrut Shanghai SIPG senilai £ 60 juta (Rp 1,2 triliun) dengan gaji per pekan £ 400.000 (Rp 8 miliar).

Namun, di tengah wabah Covid-19 pada Desember 2020, liga Tiongkok mengumumkan pembatasan gaji pemain.

Komunitas sepakbola Tiongkok memang lebih berkiblat ke barat. Misalnya, seperti dilaporkan BBC, Arsenal FC disebut-sebut punya 200 juta pendukung di Tiongkok -- tiga kali jumlah populasi Inggris keseluruhan.

Warga Tiongkok juga menonton Euro 2020. Tanda pagar Euro disebutkan dalam lebih dari 5 juta unggahan di situs media sosial Weibo.

Situs-situs berita ekonomi Tiongkok juga banyak menulis dengan bangga bagaimana sepertiga dari sponsor resmi Euro 2020 adalah perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Meskipun populer, sepakbola bukan andalan utama dalam prestasi olahraga Tiongkok, yang terakhir lolos ke Piala Dunia hampir 20 tahun silam. Sepakbola Tiongkok berada di ranking 75 dunia saat ini.

Masih Banyak Lagi
Kalau Anda mengira dominasi jenama Tiongkok hanya di Euro dan Copa, ini perlu dikoreksi.

Pada pagelaran Piala Afrika yang terakhir di Mesir, raksasa telekomunikasi Huawei adalah sponsor utamanya. Ajang itu dimanfaatkan Huawei untuk meluncurkan jaringan 5G di Afrika.

Tahun depan, Kamerun yang sebelumnya batal menjadi tuan rumah karena masalah ekonomi, akan menggelar Piala Afrika di sejumlah stadion yang pembangunannya didanai dan ditukangi oleh Tiongkok.

Di saat yang sama Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, di mana panitia sudah kebanjiran sponsor resmi dari banyak perusahaan lokal.

Pada akhir 2022, Piala Dunia akan digelar di Qatar. HiSense dan Vivo akan kembali hadir sebagai sponsor resmi, ditambah Wanda, konglomerasi Tiongkok yang menggeluti properti dan juga industri sinema.

Bulan ini, Alibaba akan muncul di Olimpiade Tokyo.

Meskipun kegiatan sponsor hakikatnya adalah komunikasi marketing, di Tiongkok dia mendapat kedudukan lebih tinggi sebagai ajang soft diplomacy.

Sponsor Sinovac di Copa America misalnya, sejalan dengan diplomasi vaksin pemerintah pusat di Beijing.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Dari Berbagai Sumber


BERITA LAINNYA

Kontrak Rudiger di Chelsea Akan Berakhir, Ini Komentar Tuchel

Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, mengakui dirinya santai atas masa depan Antonio Rudiger yang akan habis masa kontraknya.

BOLA | 18 September 2021

FC Bayern Munich Tingkatkan Peran Aktif di Asia

Bertujuan menciptakan hubungan yang kuat dan menciptakan momen luar biasa bagi fans di seluruh Asia.

BOLA | 18 September 2021

Burnley vs Arsenal: Konsistensi "Meriam London" Diuji

Konsistensi Arsenal diuji di kandang Burnley setelah mereka mengemas kemenangan pertama musim ini dengan mengalahkan Norwich City.

BOLA | 18 September 2021

Manchester City Vs Southampton, Laga Sengit Bagi Sang Tamu

Southampton bakal menghadapi laga yang sengit kala bertandang ke markas Manchester City, Sabtu (18/9/2021).

BOLA | 18 September 2021

Claudio Marchisio: Milan Lebih Kuat Dibanding Juventus Saat Ini

Legenda Juventus Claudio Marchio menilai saat ini AC Milan lebih kuat dibandingkan dengan bekas klubnya menjelang pertemuan kedua klub hari Minggu.

BOLA | 18 September 2021

Jamu Crystal Palace, Liverpool Ingin Pertahankan Tren Selalu Menang

Secara head-to-head, dalam lima pertemuan terakhir, Liverpool selalu menang atas Palace.

BOLA | 18 September 2021

Agen: Paul Pogba Berpeluang Kembali ke Juventus

Agen Paul Pogba, Mino Raiola, menegaskan pemain asal Prancis itu tetap berpeluang kembali ke Juventus karena masa depannya di Manchester United belum jelas.

BOLA | 18 September 2021

20 Pemain Timnas Putri Siap Lawan Singapura di Tajikistan

Sebanyak 20 pemain tim nasional putri Indonesia siap berlaga pada Kualifikasi Piala Asia Putri 2022 di Tajikistan.

BOLA | 18 September 2021

Patrick Vieira: Crystal Palace Tak Gentar Lawan Liverpool di Anfield

Patrick Vieira menegaskan Crystal Palace tak gentar menghadapi Liverpool di Stadion Anfield dalam partai pekan kelima Premier League.

BOLA | 18 September 2021

Pele Kembali Masuk ICU

Pele dilaporkan kembali memasuki unit perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Albert Einstein di Sao Paulo pada Jumat (17/9/2021) waktu setempat.

BOLA | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Aturan Unit Link bakal Diperketat, AAJI Setuju dengan Syarat...

Aturan Unit Link bakal Diperketat, AAJI Setuju dengan Syarat...

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings