Belum Pernah Juara Copa, Messi dan Neymar Berebut Pembuktian
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Belum Pernah Juara Copa, Messi dan Neymar Berebut Pembuktian

Jumat, 9 Juli 2021 | 15:05 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Dua mantan rekan di Barcelona, Lionel Messi dan Neymar, akan saling berhadapan sebagai lawan di final Copa America Sabtu (9/7/2021) malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB dan akan saling berjuang menghapus kutukan yang juga menimpa para pemain besar lain di negara masing-masing.

Seperti halnya Pele di kubu Brasil dan Diego Maradona di Argentina, baik Messi maupun Neymar juga belum pernah menjuarai Copa.

Statistik akan berubah bagi salah satu dari mereka pada laga final impian di Stadion Maracana, Rio de Janeiro.

Bagi Messi, pengoleksi enam penghargaan Ballon d'Or, final ini adalah yang keempat dan mungkin peluang terakhirnya untuk berada di tim yang menang.

Seperti biasanya, dia sudah berperan penting bagi tim dengan mencetak empat gol dan memberi lima umpan, yang tertinggi dalam dua kategori itu di turnamen yang sedang berlangsung.

Namun di usia 34 tahun, bisa jadi ini turnamen Copa dia yang terakhir dan Piala Dunia tahun depan juga mungkin turnamen besar antar negara terakhir yang diikutinya.

Sejauh ini, semua laga final dua turnamen terbesar itu selalu berakhir dengan kekecewaan bagi Messi, yang timnya kalah pada final Copa 2007, 2015, dan 2016 dan final Piala Dunia 2014 saat ditekuk Jerman 1-0, juga di Brasil.

Sebagian berpendapat tujuan akhir bagi Messi sekarang adalah memenangkan sesuatu bagi Argentina.

"Kami akan berusaha mencegah dia mencapai tujuan itu," kata bek tengah Brasil, Marquinhos.

"Seperti halnya Messi, kami juga punya sejumlah pemain yang layak mendapat trofi ini ... misalnya 'Ney' yang tidak bisa tampil di ajang Copa sebelumnya," imbuh dia, merujuk pada Neymar.

Di usia 29 tahun, Neymar masih punya cukup banyak waktu tetapi dia cedera dan absen dua tahun silam ketika Brasil merebut gelar Copa ke-9 di kandang sendiri, mengalahkan Peru 3-1 di final.

Dua tim ‘kelas berat’ akan bertemu di final impian dengan kehadiran dua superstar yang masing-masing butuh pembuktian akhir pekan ini.

"Kami akan bermain melawan musuh abadi, rivalitas yang sudah berlangsung lama, dan dua tim nasional paling tangguh di Amerika Selatan. Kami harap pertandingan nanti akan berlangsung dengan hebat," kata pelatih Argentina Lionel Scaloni.

"Brasil versus Argentina lebih dari sekedar pertandingan sepakbola, seragam yang kami kenakan membuat dunia masih berdiri untuk menonton. Itu mencerminkan sejarah Brasil-Argentina," imbuhnya.

Uniknya, dua negara itu bukan yang terhebat dalam sejarah Copa, karena Uruguay sudah menang 15 kali, satu trofi lebih banyak dibandingkan Argentina.

Turnamen sekarang adalah edisi ke-47, tetapi baru keempat kalinya dua negara itu bertemu di final. Dalam tiga final sebelumnya, Argentina menang pada 1937 dan Brasil membalas pada 2004 dan 2007.

Itulah faktanya, meskipun timnas Brasil dan Argentina sudah bentrok lebih dari 100 kali dalam sejarah.

Saat ini mereka berdua memang tim terkuat di Copa, meskipun Argentina butuh sedikit keberuntungan untuk lolos ke final lewat adu penalti melawan Kolombia.

Skuat masing-masing juga sangat impresif di semua lini, bahkan seperti kelebihan stok pemain.

Striker Brasil Neymar berebut bola dengan pemain Kolombia Wilmar Barrios di Copa America, Kamis, 24 Juni 2021. (AFP)

Saat mengalahkan Peru di semifinal, Brasil membangkucadangkan para pemain papan atas seperti Roberto Firmino (Liverpool), Gabriel Barbosa (Flamengo) dan Vinicius Junior (Real Madrid). Padahal saat itu striker Manchester City Gabriel Jesus sedang kena larangan bermain.

Di lapangan tengah, pemain Liverpool Fabinho dipinggirkan karena sudah ada Fred, pemain Manchester United yang sedang berkinerja bagus.

Di kubu Argentina, pemain sayap veteran Angel Di Maria (Paris Saint-Germain) juga lebih banyak duduk di pinggir lapangan, meskipun dia dimainkan di semifinal.

Belum lagi striker Sergio Aguero, yang baru saja dikontrak Barcelona, dia nyaris tidak pernah dimainkan.

Tim gedor Argentina mengandalkan Messi dan Lautaro Martinez (Inter Milan) yang menjadi duet maut dengan kreativitas dan kualitas dalam membangun serangan. Nama yang disebut terakhir sudah mencetak tiga gol di turnamen sekarang.

Penyerang Argentina, Lionel Messi (kiri) bersama rekannya Lautaro Martinez (tengah) dalam partai melawan Bolivia di Copa America. (AFP)

"Argentina bukan hanya Lautaro dan Messi, kami tidak boleh berkonsentrasi hanya pada dua orang itu,” kata pemain tengah Brasil dan Real Madrid, Casemiro.

"Mereka pemain hebat dan kelas dunia, tetapi Argentina mencapai final karena kerja kelompok dan kami harus menghormati itu."

Final nanti bukan hanya kesempatan Messi untuk mengakhiri paceklik gelar di timnas, tetapi juga memungkinkan dia mencetak sejarah baru.

Dia sudah mencetak 76 gol bagi Argentina, hanya beda satu dari 77 gol yang dicetak Pele sebagai top scorer timnas di Amerika Selatan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gagal Penalti, Bruno Fernandes Minta Maaf Lewat Instagram

Bruno Fernandes menerima segala kritikan yang dialamatkan kepadanya dan bertanggungjawab atas kekalahan Manchester United.

BOLA | 26 September 2021

Klopp: Brentford Memang Pantas Bisa Tahan Liverpool

Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengakui tim promosi di Premier League Brentford layak mendapat satu poin dalam pertemuan kedua tim yang berakhir imbang 3-3.

BOLA | 26 September 2021

Lionel Messi Akan Sewa Rumah Rp 338,4 Juta Per Bulan

Penyerang PSG, Lionel Messi, dikabarkan bakal menyewa rumah seharga 20.000 euro atau setara Rp 334,8 juta per bulan.

BOLA | 26 September 2021

Real Madrid Hanya Imbang Lawan Villarreal, Ini Pengakuan Carlo Ancelotti

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengakui melawan Villarreal memang bukan malam terbaik mereka. Namun dia senang karena timnya bisa terus melaju.

BOLA | 26 September 2021

Barcelona vs Levante: Saatnya Sudahi Tren Buruk

Tim raksasa Spanyol, Barcelona dituntut bangkit saat menjamu Levante dalam lanjutan La Liga di Camp Nou, Minggu (25/9/2021) pukul 21.15 WIB.

BOLA | 26 September 2021

Juventus vs Sampdoria, Bianconeri Harus Manfaatkan Lawan yang Tak Konsisten

Meski susah payah mengalahkan Spezia 3-2, kemenangan ini menjadi modal Bianconeri menghadapi Sampdoria, pada Minggu (26/9/2021).

BOLA | 26 September 2021

Arsenal vs Tottenham: Adu Kekuatan di Emirates

Arsenal sedang dalam performa bagus usai menang dalam tiga laga terakhirnya, begitu juga dengan Tottenham yang belum kalah dari tiga laga terakhir.

BOLA | 26 September 2021

Kalahkan Chelsea, Pep Guardiola Jadi Manajer Manchester City dengan Kemenangan Terbanyak

Pep Guardiola menorehkan rekor sebagai manajer Manchester City dengan jumlah kemenangan terbanyak sepanjang masa setelah mengalahkan Chelsea di Liga Inggris.

BOLA | 26 September 2021

Ditahan Brentford, Liverpool Tetap di Puncak Klasemen Liga Inggris

Liverpool tetap menduduki puncak klasemen Liga Inggris meski ditahan imbang 3-3 oleh tuan rumah Brentford.

BOLA | 26 September 2021

Taklukkan Espanyol, Sevilla Buntuti Real Madrid di Klasemen Liga Spanyol

Kemenangan atas Espanyol membuat Sevilla membuntuti Real Madrid di klasemen La Liga.

BOLA | 26 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Literasi Perdamaian


# Lionel Messi


# Kegiatan Besar



TERKINI
Diapresiasi, Gaya Komunikasi Politik Airlangga Hartarto

Diapresiasi, Gaya Komunikasi Politik Airlangga Hartarto

POLITIK | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings