Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Berawal dari Konser Musik, Rivalitas Arema dan Persebaya Memanas di Stadion

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:06 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH
Pertandingan Arema FC ve Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Fanatisme yang tinggi dari pecinta sepak bola Tanah Air kepada klub kesayangannya memunculkan terjadinya rivalitas. Tidak hanya dari dua klub dari dua kota besar berbeda, rivalitas panas juga terjadi antara dua tim dari kota yang sama, seperti dua tim asal Jawa Timur yakni Arema FC dengan Persebaya.

Memanasnya persaingan antara dua klub tersebut dipicu dari banyak insiden yang melibatkan suporter kedua tim.

Banyak yang berpendapat bahwa rivalitas kedua kelompok suporter itu lahir karena persaingan Persebaya dengan Persema Malang. Saat Arema berdiri di tahun 1987, warga Malang pun mulai beralih mendukung tim tersebut.

Menarikanya rivalitas dimulai bukan dari lapangan sepak bola, tetapi dari konser musik. Dilansir dari berbagai sumber, memanasnya hubungan kedua suporter itu disebut diawali dengan tawuran Tambaksari yang terjadi pada tahun 1990, tepatnya tanggal 23 Januari.

Berawal dari digelarnya konser musik Kantata Takwa yang digelar di Tambaksari yang sebagian besar dihadiri oleh Aremania dan Bonek.

Bonek, julukan suporter Persebaya.

Area bagian depan panggung dikuasai Aremania sedangkan Bonek di belakang. Beberapa menit sebelum tawuran terjadi, Aremania membuat geram Bonek dengan sorakan “Arema-Arema” yang terus menerus. Bonek sebagai tuan rumah pun tersisihkan.

Terjadil pemukulan dari salah satu Bonek terhadap Aremania hingga timbul tawuran besar. Tawuran tersebut membuat Arema keluar dari area konser di Tambaksari. Tawuran ini menjadi awal permusuhan dan pertikaian yang kemudian berlanjut di stadion setiap kali kedua tim bertemu.

Hubungan dua klub kian panas ketika kerusuhan pecah pasca pertandingan Persebaya bertandang ke Persema pada tanggal 26 Desember 1995 yang berakhir imbang 1-1. Suporter tuan rumah yang tidak puas kemudian mengandang dan melempari kaca bus pemain Persebaya yang akan bertolak pulang ke Surabaya.

Pecahan kaca bus membuat mata kiri salah satu pemain Persebaya, M Nurkiman luka dan mengalami cacat permanen. Pemain kelahiran 8 Januari 1973 itu tidak bisa menjalani kompetisi musim tersebut secara penuh karena berada di bawah penanganan medis.

Aremania, suporter Arema FC.

Kini fanatisme yang kebablasan dari suporter Arema FC terhadap tim kesayangannya harus berbuah pahit. Tragedi Kanjuruhan yang terjadi ketika Arema FC menjamu Persebaya harus menelan korban jiwa ratusan orang meninggal dunia, Sabtu (1/10/2022).

Meski bukan bentrok antarsuporter, namun kekecewaan besar suporter Arema FC setelah tim kesayangnya dikalahkan rivalnya membuat mereka masuk ke lapangan dan merusak sejumlah fasilitas. Aksi itu kemudian harus dibayar mahal dengan meninggalnya 129 orang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI