Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PSSI Bermohon FIFA Tak Berikan Sanksi dan Batalkan Piala Dunia U-20

Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:30 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JAS
Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Jakarta, Beritasatu.com - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bermohon dan berharap tragedi Kanjuruhan tidak membuat Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memberikan sanksi berat dan membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada 2023 mendatang.

Tragedi yang menewaskan sebanyak 153 orang terjadi pada pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

Tentunya tragedi ini menimbulkan kekhawatiran dibatalkannya penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Pasalnya, FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia sangat menjunjung tinggi keselamatan para pelaku dan penonton olahraga ini.

Maka dari itu pihak PSSI bakal bergerak cepat agar Indonesia tetap bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

“Kita selalu membangun komunikasi dengan FIFA. Tentu kita berharap ini tidak menjadi rujukan dan landasan bagi FIFA dalam mengambil keputusan-keputusan yang tidak baik dan tidak menguntungkan bagi Indonesia,” tutur Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, dalam jumpa pers di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Ia menyatakan PSSI tetap bakal terus berkomunikasi dan menyampaikan laporan kepada FIFA. Tragedi ini bukan kasus perkelahian antarsuporter atau kerusuhan yang saling bertikai.

"Jadi pada kasus ini korban lebih kepada tertumpuknya penonton dalam sebuah pintu. Terjadi kerumunan yang bahkan sampai desak-desakan, sampai ada yang terinjak dan jatuh hingga akhirnya meninggal dunia,” ungkap Yunus.

Ia menjelaskan, FIFA bisa saja langsung datang ke Indonesia untuk melihat langsung perkembangan investigasi tragedi Kanjuruhan.

“Tapi kita tahu, FIFA dan AFC tidak ambil keputusan terburu-buru, bisa saja mereka kalau ini dipandang perlu untuk kepentingan sepak bola dunia. Kami akan membangun komunikasi dengan FIFA terus menerus agar Indonesia tidak terkena sanksi," ucap Yunus.

"FIFA bisa saja akan berkunjung ke Indonesia secara jelas dan nyata mendengar kejadian tragedi Kanjuruhan," pungkas Yunus.

Kekalahan 2-3 tuan rumah membuat Aremania, suporter Arema, mengamuk dan masuk ke lapangan. Kondisi ini direspons berlebihan aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata ke arah tribune penonton.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI