Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PB ABTI: Tragedi Kanjuruhan Preseden Buruk Olahraga di Indonesia

Senin, 3 Oktober 2022 | 06:49 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW
Seorang warga melintas di samping mobil yang terbakar pasca kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Pengurus Besar Persatuan Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) menyesalkan dan mengucapkan dukacita atas tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). Tragedi Kanjuruhan merupakan preseden buruk bagi olahraga di Indonesia. Kasus itu tidak boleh terjadi lagi.

Dalam tragedi tersebut, ratusan orang menjadi korban tewas dan luka-luka. Kondisi seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi.

Menurut Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar, tragedi Kanjuruhan menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga, khususnya sepakbola nasional di mata dunia.

Situasi ini menjadi terbalik jika mengukur upaya Ketua Umum PSSI Iwan Bule yang telah memberikan contoh tentang prestasi sepak bola Indonesia di internasional dengan kompak, meningkatkan semangat kebersamaan dan rasa kesatuan dan juga persatuan.

"Tentunya ini akan merugikan seluruh pihak, bukan hanya para pencinta sepakbola Indonesia, tetapi akan berdampak pada kesejahteraan pemain sepak bola," ujarnya.

Zulfydar berharap, atas kejadian itu masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi.

Dia berharap polisi akan cepat mengungkap kasus tersebut. “Kami berharap kasus ini tidak boleh terulang kembali di dunia olahraga Indonesia, apalagi cabor bola tangan. Semua pihak yang mempunyai kepentingan dapat mengevaluasi, mengurai, mengantisipasi dan melakukan SOP yang terbaik,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI