Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Fokus Bantu Korban Tragedi Kanjuruhan, Arema Belum Pikirkan Kerugian

Senin, 10 Oktober 2022 | 09:10 WIB
Oleh : Didik Fibrianto / BW
Ilustrasi tragedi Kanjuruhan.

Malang, Beritasatu.com - Manajemen Arema FC fokus membantu korban tragedi Kanjuruhan yang terjadi seusai laga Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) lalu. Arema tidak memikirkan langkah PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menunda kompetisi Liga 1. Selain itu, untuk saat ini, mereka belum memikirkan kerugian maupun penundaan jadwal laga sepak bola.

"Kalau soal penundaan jadwal jangan tanyakan ke saya, tanyakan ke yang bersangkutan (PT ILB dan PSSI,red) saya hanya mengurusi Arema," kata Manager Tim Arema FC, Ali Rifky kepada Beritasatu.com, Senin (10/10/2022).

Menurut Ali Rifky, dia tidak peduli dengan perbedaan penundaan jadwal antara PT ILB dan PSSI. Pasalnya, saat ini tim manajemen masih keliling menyalurkan bantuan ke rumah korban tragedi maut Stadion Kanjuruhan.

"Saat ini saya fokus penyaluran bantuan kepada korban," tandasnya.

Saat disinggung kerugian materi dan bisnis maupun kerja sama sponsor jika terjadi penundaan laga setelah tragedi Kanjuruhan, Ali Rifky mengaku manajemen belum memikirkan hal itu. Ia menegaskan pihaknya tetap akan fokus mendatangi ratusan korban Kanjuruhan.

"Kita belum memikirkan ke lain, kita fokus ke korban dulu. Untuk soal kerja sama bukan urusan saya, tetapi ke Mas Inal ( Yusrinal Fitriandi, Manager Bisnis Arema FC)," ujarnya.

Sementara itu, Manager Bisnis Arema FC, Yusrinal Fitriandi saat dikonfirmasi tidak mau memberikan jawaban. Ia menjanjikan lain waktu untuk bisa wawancara dengan beliau pasca tragedi Kanjuruhan. "Lain waktu ya mas," katanya singkat.

Dihubungi terpisah Manager Arema FC Women Fuad Ardiansyah mengungkapkan, saat ini manajemen Arema masih berkosentrasi pada bantuan korban. Jadi, manajemen membatasi dan berhati-hati untuk memberikan pernyataan ke media lantaran Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) masih di Malang.

"Saya tidak punya kapasitas untuk bicara soal kerugian dan kerja sama sponsor. Saat ini teman-teman masih kosentrasi keliling ke rumah korban, apalagi tim bentukan Mahfud juga masih di Malang," kata dia.

Diberitakan, setelah tragedi Kanjuruhan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan 6 orang tersangka pada Kamis (6/10/2022). Masing-masing tersangka yakni Direktur LIB Ahkmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Abdul Haris, Security Officer Suko Sutrisno, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo, Danki 3 Brimob Polda Jatim AKP Has Darmawan, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Ahmadi.

Dari keenam tersangka, tiga warga sipil disangkakan pasal 359 dan pasal 360 dan Pasal 103 ayat 1 juncto Pasal 52 UU
No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Sedangkan, untuk tiga tersangka anggota polisi dijerat pasal 359 dan 360 KUHP.

Hingga kini, data korban dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang per Minggu (9/10/2022) berjumlah 704 korban. Korban meninggal dunia 131 orang, korban luka ringan atau sedang 550 orang, luka berat 23 orang, dan yang masih dirawat di rumah sakit 37 orang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI