Usai Superliga, Vita Marissa Pertimbangkan Jadi Pelatih

Usai Superliga, Vita Marissa Pertimbangkan Jadi Pelatih
Praveen Jordan dan Vita Marissa menerima penghargaan atlet berprestasi PB Djarum dari Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, Selasa, 21 Januari 2014. ( Foto: Beritasatu.com/Shesar Andriawan )
/ YUD Sabtu, 31 Januari 2015 | 19:29 WIB

Denpasar - Pebulu tangkis ganda putri asal klub Djarum Kudus Vita Marissa mempertimbangkan posisi sebagai pelatih selepas bertanding dalam turnamen Djarum Superliga Badminton 2015 di GOR Lila Bhuana Denpasar, 25 Januari - 1 Februari.

"Tujuan itu ada, tapi belum tahu kapannya. Klub memang memberi banyak peluang bagi saya baik menjadi pelatih atau pemain," kata Vita di GOR Lila Bhuana, Sabtu (31/1).

Posisi sebagai pelatih, menurut Vita, memerlukan banyak persiapan terutama untuk menjaga dan membina para atlet yang mempunyai karakter dan pemikiran masing-masing.

"Kalau dalam klub Djarum yang mempunyai asrama, pelatih itu seperti orang tua bagi atlet," kata pebulu tangkis yang masuk dalam pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Cipayung Jakarta pada 1996 itu.

Namun, Vita mengakui aspek teknis bermain telah dimilikinya dengan bekal pengalaman menjadi pemain bulu tangkis lebih dari 20 tahun.

"Selama ini saya lebih sering berkomunikasi dan menyiapkan diri sendiri dan pasangan saat akan bertanding," kata pemain yang sempat berpasangan dengan pebulu tangkis Nova Widianto dan Hendra Aprida Gunawan di nomor ganda campuran itu.

Vita mengaku belum mempertimbangkan kegiatan selain bulu tangkis kecuali usaha yang dikelola bersama rekannya di Jakarta.

"Buku belum terpikirkan tapi memang sudah ada yang menawarkan ke saya," katanya tentang pengalamannya dalam bulu tangkis.

Dalam babak penentuan juara ketiga, Vita yang bermain bersama Rosyita Eka Putri Sari menyumbang angka bagi tim putri Djarum Kudus 21-14 dan 21-16 dalam waktu 27 menit dari pasangan Nagahara Wakana/Matsumoto Mayu dari Hokuto Bank.

"Saya cukup puas dengan hasil hari ini karena kami juara ketiga bersama junior-junior saya. Mungkin ini Superliga terakhir saya, mungkin tahun depan duduk di bangku pelatih," katanya kepada pers selepas pertandingan.

Tim putri Djarum Kudus menempati peringkat ketiga beregu putri turnamen Djarum Superliga Badminton 2015 setelah mengalahkan tim Hokuto Bank Jepang 3-0 di GOR Lila Bhuana Denpasar Bali, Sabtu.

Tim asal Kudus itu berhak atas hadiah sebesar 15 ribu dolar AS setelah menjuarai peringkat ketiga Superliga Badminton 2015.

 

Sumber: Antara