PBSI Panggil 98 Pemain ke Pelatnas Cipayung

PBSI Panggil 98 Pemain ke Pelatnas Cipayung
Sejumlah atlet berlatih di Pelatnas Bulutangkis, Cipayung, Jakarta, 17 Januari 2018. ( Foto: Antara / Akbar Nugroho Gumay )
Hendro D Situmorang / FER Sabtu, 5 Januari 2019 | 15:22 WIB

Jakarta - Sebanyak 98 pebulutangkis putra dan putri dipanggil untuk mengisi jajaran pelatnas utama dan pratama PBSI. Mengacu pada Surat Keputusan (SK) Nomor SKEP/001/0.3/I/2019 telah ditetapkan nama-nama pemain berdasarkan hasil pantauan serta penilaian pelatih dan tim Pembinaan dan Prestasi PP PBSI dalam satu tahun terakhir.

Ketua Umum PP PBSI, Wiranto, telah menandatangani SK Promosi dan Degradasi 2019. Surat tersebut, juga telah diinformasikan kepada klub-klub yang menaungi para pemain pelatnas.

Seluruh atlet yang dipanggil memulai latihan di pelatnas pada hari Senin (7/1). Sebelumnya pada 10 Desember 2018, seluruh pemain telah dipulangkan ke klub masing-masing. Namun, ada beberapa pemain yang tak meninggalkan pelatnas masih mengikuti latihan untuk persiapan menuju turnamen Thailand Masters yang akan berlangsung di Bangkok pada awal Januari 2019.

Sama seperti tahun sebelumnya, penghuni pelatnas tetap akan dibagi menjadi 2 level yaitu utama dan pratama. Mulai tahun 2019, PBSI menetapkan empat klasifikasi Surat Keputusan (SK) bagi tiap atlet, terdiri dari SK Prioritas, SK Utama, SK Pratama dan SK Magang. Atlet dengan SK Prioritas adalah mereka yang diproyeksikan untuk Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Perbedaan mendasar dari keempat SK ini adalah jumlah turnamen yang diikuti para atletnya dalam setahun. Jika ingin menambah jumlah turnamen yang diikuti, pemain dapat berangkat menggunakan biaya sendiri. Selebihnya, soal fasilitas latihan, makan, asrama, semua ditanggung oleh PBSI.

Nama pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kini tak lagi ada di daftar tim ganda putra karena keduanya memutuskan untuk menjadi pemain profesional. Pasangan Juara Dunia 2015 dan 2013 ini masih tetap akan berlatih bersama tim ganda putra pelatnas, namun sebagai pemain profesional, Hendra/Ahsan menanggung sendiri biaya turnamen yang akan mereka ikuti.

Pemain ganda putri Nitya Krishinda Maheswari juga tak tercantum di daftar tim ganda putri. Namun ia rencananya akan membantu tim kepelatihan di pelatnas.

Sementara itu, dua pemain ganda campuran, Liliyana Natsir dan Debby Susanto yang telah memutuskan untuk gantung raket, menjadi penghuni pelatnas SK Utama hingga Januari 2019.

"Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan nama-nama pemain yang dipanggil kembali ke pelatnas. Diantaranya dilihat dari segi prestasi, potensi, usia dan target baik di jangka pendek maupun jangka panjang," ujar Susy Susanty, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

"Untuk Nitya, melihat kondisi pasca cedera dan usianya, tidak memungkinkan untuk bisa bersaing lagi. Tetapi rencananya akan diperbantukan di tim kepelatihan dan ini akan kami bicarakan lebih lanjut," ungkap Susy.

PBSI juga akhirnya memutuskan tim pelatih yang akan mendampingi atlet Pelatnas Cipayung tahun 2019. Tak banyak perubahan susunan yang terjadi, karena menurut Susy setiap sektor sejauh ini terus mengalami peningkatan.

"Kami melihat prestasi dari semua sektor ada peningkatan, sehingga kami ingin meneruskan program menuju ke Olimpiade,” ujar Susy.

Setiap sektor akan dibagi menjadi dua, utama dan pratama. Masing-masing pelatih kemudian akan didampingi oleh asisten pelatih.

Sektor tunggal putra utama akan dikepalai oleh Hendry Saputra Ho dengan didampingi oleh Irwansyah. Sementara tunggal putra pratama oleh Jeffer Rosobin, didampingi Harry Hartono.

Di sektor tunggal putri, pelatih utama akan diumumkan menyusul, setelah kejuaraan All England 2019 mendatang. Namun Minarti Timur dipastikan akan menjadi asisten pelatih utama sektor ini. Untuk tunggal putri pratama, para atlet akan dilatih oleh Herli Djaenudin sendiri, tanpa asisten pelatih.

Sementara itu, Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat kembali dipercaya untuk melatih di ganda putra utama. Di kelas pratama, Thomas Indratjaja akan melatih ganda putra diasisteni dengan David Yedija Pohan.

Selanjutnya di ganda putri, Eng Hian akan menjadi pelatih utama didampingi oleh asistennya, Chafidz Yusuf. Sementara Rudy Gunawan Haditono dan Anggun Nugroho akan menjadi pelatih dan asisten ganda putri pratama.

Terakhir di ganda campuran, Richard Mainaky masih dipercaya untuk melatih kelas utama didampingi Nova Widianto. Sedangkan Amon Santoso akan melatih ganda campuran pratama, diasisteni oleh Vita Marissa.



Sumber: Suara Pembaruan