Juara Australia Terbuka, Ini Perjuangan Jojo di Final

Juara Australia Terbuka, Ini Perjuangan Jojo di Final
Jonatan Christie ( Foto: Badminton Indonesia )
Jaja Suteja / JAS Minggu, 9 Juni 2019 | 13:27 WIB

Sydney, Beritasatu.com – Jonatan Christie menyabet gelar juara tunggal putra turnamen bulutangkis Australia Terbuka (Australian Open) setelah pada partai final menundukkan rekan senegaranya, Anthony Sinisuka Ginting, Minggu (9/6/2019).

Dalam partai final yang digelar di Quaycentre, Sydney, pemain yang akrab dipanggil Jojo ini unggul pada game pertama namun disamakan Anthony. Jonatan akhirnya memastikan gelar juara setelah menang dengan skor 21-17, 13-21, dan 21-14.

Pada game pertama, Jonatan tampil dominan dan sempat unggul hingga 6-0. Anthony kemudian mampu meraih poin hingga memperkecil ketinggalan hingga skor 11-8. Namun Jonatan kembali menjauh hingga skor menjadi 14-8.

Pertarungan kemudian berlangsung seru. Anthony menolak menyerah begitu saja dan berupaya menyamakan skor. Namun Jonatan akhirnya mampu mengakhiri game pertama dengan skor 21-17.

Memasuki set kedua, giliran Anthony yang unggul 2-0 lebih dulu. Namun itu tak lama karena Jonatan kemudian mendapat poin dan skor menjadi 2-1 lalu menyamakan skor menjadi 3-3.

Jonatan bahkan kemudian menyalip Anthony dan unggul 8-4. Namun kemudian Anthony kembali unggul 11-8 sampai 14-9. Anthony kemudian berhasil memenangkan game kedua dengan skor 21-13.

Anthony memulai set ketiga dengan keunggulam. Namun kemudian keduanya saling susul-menyusul. Skor sempat imbang 5-5, 6-6, namun Jonatan kemudian unggul 8-6. Anthony kembali berhasil menyamakan kedudukan menjadi 8-8.

Namun Jonatan kemudian melaju dengan meraih tujuh poin beruntun dan unggul 15-8. Jonatan akhirnya menyelesaikan set ketiga ini dengan 21-14.

Ini merupakan gelar kedua Jonatan Christie di turnamen BWF World Tour. Sebelumnya dia menjadi juara Selandia Baru Terbuka 2019 setelah di final, 5 Mei 2019 menundukkan pebulutangkis Hong Kong, Ng Ka Long dengan skor 21–12, 21–13.

Anthony lebih melaju ke laga puncak setelah di semifinal menang straight game atas Wang Tzu Wei (Taiwan), dengan skor 21-17, 21-14. Jonatan memastikan gelar tunggal putra jatuh ke tangan Indonesia setelah menghentikan perlawanan Chou Tien Chen (Taiwan), setelah bertarung tiga game dengan skor 22-20, 13-21, 21-16. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahannya atas Chou di Piala Sudirman 2019 lalu.

Sebelumnya, Anthony dan Jonatan pernah empat kali bertemu pada pertandingan resmi. Keduanya sama-sama dua kali saling mengalahkan.

Pada Hong Kong Terbuka, 15 November 2018, Jonatan menang 21-15 dan 25-23. Sementara di Tiongkok Terbuka pada 8 November 2018, Anthony menang dengan skor 22-20, 20-22, dan 21-11.

Dalam Korea Terbuka 17 September 2019, Anthony juga menang, 21-13, 19-21, dan 22-20.
Sedangkan di Malaysia Terbuka 5 April 2019, Jonatan menang 21-17 dan 21-12.

Praveen/Melati
Indonesia masih memiliki satu wakil lainnya di partai final yakni pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Unggulan keenam ini bakal melawan unggulan pertama Wang Yilyu/Huang Dongping dari Tiongkok. Pertandingan ganda campuran ini akan menjadi partai terakhir final Australia Open tahun ini.

Sebelumnya, kedua pasangan ini telah bertemu empat kali dan semuanya dimenangkan Wang/Huang.
Terakhir, kedua tim bertemu di India Terbuka, 31 Maret lalu. Saat itu Wang/Huang menang 21-13, 21-11.
Di nomor ganda putri, pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota menjadi juara setelah menundukkan wakil Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan dengan skor 21-10, 21-16.

Sementara di nomor ganda putra, wakil Korea Selatan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol keluar sebagai juara. Pasangan non unggulan ini menundukkan unggulan pertama asal Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-11, 21-17.

Di nomor tunggal putri, unggulan kedua Chen Yufei berhasil menjadi yang terbaik setelah menundukkan wakil Jepang yang juga unggulan pertama Nozomi Okuhara, 21-15, 21-3.

Meskipun berstatus turnamen level Super 300, namun turnamen Australia Open 2019 banyak diikuti pemain-pemain elite karena turnamen ini sudah masuk dalam periode pengumpulan poin jelang Olimpiade Tokyo 2020.



Sumber: BeritaSatu.com