Pencarian Bibit Atlet Bulutangkis Fokus di Jawa

Pencarian Bibit Atlet Bulutangkis Fokus di Jawa
Anak-anak usia SD dan SMP menunggu tiket lolos ke putaran final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (6/9). ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Rabu, 10 Juli 2019 | 11:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Klub Bulatangkis PB Djarum kembali mencari bibit-bibit atlet bulutangkis di seluruh wilayah Indonesia lewat acara Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019. Hanya saja, tidak seperti tahun sebelumnya, kali ini fokus mereka hanya di Pulau Jawa. Proses seleksi ini juga hanya untuk calon atlet U-11 dan U-13 baik putra maupun putri.

“Melalui penyelenggaraan audisi umum ini, kami ingin memastikan bahwa nyala api prestasi bulutangkis Indonesia tetap terjaga dan semakin meningkat di level dunia. Kami berharap, tahun ini bisa menemukan lebih banyak bakat super istimewa yang memiliki semangat serta daya juang tinggi untuk menjadi juara dunia dan kelak mengharumkan nama bangsa,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin sebagaimana disampaikan dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (10/7/2019) pagi WIB.

Menurut Yoppy, seleksi bibit-bibit atlet bulutangkis tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena hanya fokus di lima kota Pulau Jawa yaitu Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya, dan Kudus.

“Pemilihan dan juga jumlah kota ini juga tak lepas dari perkembangan serta evaluasi dari audisi umum tahun-tahun sebelumnya. Ada kondisi tertentu yang membuat kami memutuskan dari delapan kota menjadi lima kota tahun ini. Namun, kami juga tetap mengundang orang tua dan para pelatih dari luar Pulau Jawa untuk datang ke lima kota tersebut dan membawa atlet binaan mereka mengikuti proses seleksi ini,” ungkap Yoppy.

Manajer Tim PB Djarum Kudus, Fung Permadi menambahkan, format dua kelompok usia yakni U-11 dan U-13 pada Audisi Umum 2019 dimaksudkan agar para pelatih di PB Djarum bisa sedini mungkin mengasah bakat yang dimiliki para atlet muda. Hal ini juga untuk menjawab langkah dari PBSI yang membuka kesempatan kepada atlet berusia lebih muda untuk bergabung ke Pelatnas.



Sumber: Suara Pembaruan