6 Wakil Indonesia ke Babak Kedua, 4 Terhenti

6 Wakil Indonesia ke Babak Kedua, 4 Terhenti
Anthony Sinisuka Ginting ( Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan )
Hendro D Situmorang / JAS Rabu, 17 Juli 2019 | 07:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tuan rumah Indonesia meloloskan enam dari 10 wakil ke babak kedua turnamen bulutangkis Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, dua tunggal putra Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan dua pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Nadya Melati/Tiara Rosalia Nuraida menjadi enam wakil Indonesia yang melaju ke babak kedua.

Gregoria lolos usai menang mudah atas wakil Thailand, Pornpawee Chochuwong 21-10 21-8 dan selanjutnya akan menghadapi wakil Thailand lainnya, Ratchanok Intanon. Di nomor ganda putri, Gresyia/Apriyani mengalahkan wakil Jepang, Ayako Sakuramoto/ Yukiko Takahata dengan 21-15 21-16 dan bakal menghadapi wakil Korea Selatan, Kim So Yeong/Kong Hee Yong.

Sedangkan Nadya/Tiara akan menjamu Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dari Jepang usai mengalahkan wakil Australia, Setyana Mapasa/Gronya Somerville dengan 21-15 22-20

Selanjutnya di nomor ganda putra Marcus/Kevin dijadwalkan akan bertemu dengan pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shett. Sedangkan sektor tunggal putra, Jonatan akan menghadapi pebulutangkis asal Denmark Hans-Kristian Solberg Vittinghus setelah berhasil mengalahkan wakil Denmark, Rasmus Gemke dengan dua game langsung 21-17 dan 24-22 dalam waktu 58 menit.

Anthony mampu menyusul Jonatan ke babak kedua dan harus bekerja keras usai menundukkan wakil Tiongkok, Lu Guangzu dengan skor 20-22, 23-21, 21-18 dalam waktu 78 menit. Selanjutnya Ginting melawan Kantaphon Wangcharoen dari Thailand.

Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon yang sukses memulangkan pasangan Jepang, Takuto Inoue-Yuki Kaneko,harus kerja keras tiga gim sebelum akhirnya petik kemenangan 20-22, 21-16, 21-14 dalam waktu 56 menit.

"Permainan mereka jauh berbeda dibandingkan final tahun lalu. Kemarin, mereka bermain lebih terburu-buru, kali ini mereka main lebih save. Lebih sabar dan lebih berani pertahanannya," kata Marcus usai pertandingan.

Kevin menambahkan, pada awalnya, dia dan Marcus cukup kaget dengan kondisi perputaran angin di lapangan dan kok. Kondisi angin yang agak kencang dinilainya membuat kok bergoyang.

"Pas mukulnya keras jadi enggak enak. Jadi di gim pertama kita belum nemu bagaimana enaknya pukulan. Baru di gim kedua dan ketiga, lebih pas saja mukulnya," jelas dia.

Marcus/Gideon juga berterima kasih pada penonton yang mendukung langsung di lapangan. Pasalnya, teriakan "Eaa! Eaa!" tak sedikitpun terputus ketika terdapat rally panjang yang dihadirkan pemain. Para suporter Indonesia dinilai berpengaruh besar karena mendukung mereka secara positif dan membuat jadi lebih bersemangat.

Langkah itu sayangnya tak bisa diikuti oleh tunggal putri Ruselli Hartawan, ganda putri Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan ganda putra Berry Angriawan/Hardianto, yang terhenti di babak pertama.

Meski mendapat dukungan penuh secara langsung dari publik sendiri, empat wakil Indonesia rupanya belum bisa memanfaatkannya dengan baik. Pemain di sektor tunggal dan ganda putri, ganda putra, serta ganda campuran sudah angkat koper lebih awal.



Sumber: Suara Pembaruan