PB Darum: Jangan Dikte Audisi Beasiswa Bulutangkis

PB Darum: Jangan Dikte Audisi Beasiswa Bulutangkis
Ketua KPAI Susanto, pengurus PB Djarum Lius Pongoh dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budiharto bersama Menpora Imam Nahrawi menggelar pertemuan di Kemenpora, Kamis, 12 September 2019. ( Foto: Antara )
Hendro D Situmorang / JAS Jumat, 13 September 2019 | 08:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polemik antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum perihal masalah Audisi Bulutangkis Djarum, akhirnya menemui jalan terang setelah adanya mediasi yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dengan Sekjen PP PBSI, Achmad Budiharto, Direktur PB Djarum, Lius Pongoh, dan Ketua KPAI, Susanto, di Media Center Kempora, Senayan, Kamis (12/9/2019).

Mediasi itu menghasilkan dua kesepatan. Pertama, PB Djarum sepakat mengubah nama yang semula bernama audisi umum beasiswa PB Djarum 2019 menjadi audisi umum beasiswa bulutangkis tanpa menggunakan logo, merek, dan brand image Djarum.

Khusus untuk KPAI, pihaknya sepakat untuk mencabut surat KPAI yang dikirimkan ke PB Djarum, pada 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi Djarum. KPAI dan PBSI sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi secara internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu kepada kesepakatan yang telah diambil.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppi Rasimin mengatakan pihaknya tidak mau didikte karena yang mengetahui semua terkait audisi adalah Djarum sendiri. Namun kalau untuk imbauan dan saran akan diterima.

“Namun mohon maaf, untuk keputusan tetap ada di dapur kami. Yang penting bagi kami adalah 2 syarat harus dipenuhi KPAI yakni surat mereka pada 29 Juli lalu terkait menghentikan audisi bulutangkis audisi dan zero toleran kepada PB Djarum dicabut karena hal itulah yang memicu kami menghentikan audisi 2020,” ujarnya ketika dihubungi SP, Kamis (12/9/2019).

Yoppi mengaku pihaknya sakit hati ketika dinyatakan melakukan eksploitasi anak-anak, padahal PB Djarum sudah melakukan banyak kebaikan untuk negara Indonesia dan tak meminta atau berharap mendapat penghargaan. Yang dilakukan hanya ingin melihat kejayaan Indonesia di bidang olahraga khususnya bulutangkis.

“Dalam setahun PB Djarum bisa melakukan 5 sampai 8 audisi di berbagai kota. Namun mohon maaf untuk berapa dana yang dikeluarkan, saya tak mau menjawab hal itu karena kalau saya jawab tidak sesuai dengan angka yang sebenarnya nanti dikira saya berbohong. Nanti dikira orang kami yang punya duit sombong. Ya untuk audisi jumlahnya relatif lah cukup besar,” ujar Yoppi.

Ia menyakini bahwa perusahaan-perusahaan papan atas di Indonesia pasti sanggup melakukan seperti apa yang dilakukan PB Djarum. Hal itu tinggal komitmennya saja yang selama ini belum ada.

“Kalau kami punya komitmen kemampuan dan kemauan. Mungkin kalau mereka punya kemampuan tapi belum punya kemauan,” ujarnya.

Salah satu pengurus PB Djarum, Lius Pongoh mengatakan nasib perhelatan audisi umum beasiswa bulutangkis Djarum di tahun mendatang masih terus digodok oleh pengurus PB Djarum. Ia menampik audisi umum bulu tangkis 2020 bakal tetap berjalan.

“Bukan. Tapi diberi kesempatan untuk konsolidasi. Untuk 2020, nanti dulu. Kita konsolidasi terlebih dahulu. Karena kita harus bilang dulu. Soalnya kasus ini sudah menganggu banyak orang," ujar Lius usai konferensi pers di Kantor Kempora Senayan Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Lius tak ingin jauh-jauh memikirkan audisi tahun depan. Ia dan pengurus klub bakal fokus ke tiga kota audisi yang tersisa tahun ini, yakni di Solo, Surabaya, dan Kudus.

"Fokus menyelesaikan audisi tahun ini dulu sampai tuntas dengan kesepakatan tanpa ada brand Djarum di kaos anak-anak. Saya sendiri masih belum mengetahui format apa yang akan digunakan jika audisi umum diadakan pada 2020. Jadi, kami harus konsolidasi terlebih dahulu dengan internal dan tentu owner (pemilik) Djarum. Kalau owner-nya ngambek juga, saya kan tidak tahu," ucap Pongoh.



Sumber: Suara Pembaruan