Juara Prancis Terbuka, Praveen/Debby Tak Ingin Cepat Puas

Juara Prancis Terbuka, Praveen/Debby Tak Ingin Cepat Puas
Pasangan ganda campuran Praveen Jordan (kiri) dan Melati Daeva Oktavianti. ( Foto: Badminton Indonesia )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Senin, 28 Oktober 2019 | 00:12 WIB

Paris, Beritasatu.com - Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti lagi-lagi mencetak hasil memuaskan dengan merebut gelar juara. Setelah minggu lalu juara di Denmark Terbuka 2019, kini mereka kembali duduki podium tertinggi di Prancis Terbuka 2019, Minggu (27/10/2019).

Kemenangan dipastikan Praveen/Melati dengan skor 22-24, 21-16, 21-12 dari unggulan pertama Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (Tiongkok). Pertemuan dua pasangan ini juga terjadi di Denmark Terbuka kemarin. Saat itu di babak perempat final, Praveen/Melati kalahkan Zheng/Huang dengan skor 18-21, 21-16, 22-20.

“Tentunya kami sangat senang dengan hasil ini. Dua kemenangan ini merupakan ajang pembuktian kami, kalau kami bisa. Ini juga pasti akan menambah kepercayaan diri kami kedepannya. Tapi tetap, perjalanan masih panjang dan kami tidak boleh cepat puas,” kata Praveen kepada Badmintonindonesia.org.

Praveen/Melati sebenarnya punya peluang untuk langsung menang dari game pertama. Namun mereka yang unggul 7-3 malah tersusul menjadi 17-20. Praveen/Melati kemudian merebut tiga poin langsung dan menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Sayang akhirnya mereka harus kalah 22-24.

Beruntung pada gim dua dan gim ketiga, pasangan besutan klub Djarum Kudus ini berhasil merebut kemenangannya.

“Seperti yang kami bilang kemarin, pasti ada kesempatan untuk menang dalam setiap pertandingan. Apalagi kalau sudah partai final, siapa yang lebih siap dia pasti bisa menang. Kuncinya kami tak mau lengah dan menyerah begitu saja. Di gim pertama kami ada kesempatan tapi akhirnya kehilangan gim pertama. Tapi match belum berakhir, kami coba lagi di gim kedua dan ketiga, terbukti akhirnya berhasil,” ujar Praveen lagi.

“Kuncinya adalah komunikasi dan saling mendukung. Kami percaya satu sama lain dan tidak menyerah walau harus ketinggalan dulu,” ungkap Melati.



Sumber: Badminton Indonesia