Audisi Bulutangkis Harus Jalan Terus

Audisi Bulutangkis Harus Jalan Terus
Legenda Bulutangkis Indonesia, Tan Joe Hok (kiri) dan Liem Swie King memberi keterangan kepada wartawan di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/11/2019). ( Foto: Istimewa )
Alexander Madji / AMA Selasa, 19 November 2019 | 18:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Para legenda bulutangkis Indonesia berharap audisi bulutangkis yang digelar PB Djarum terus berjalan di tahun-tahun mendatang karena sudah terbukti mampu menciptakan ekosistem bulutangkis yang bagus dan melahirkan para juara yang mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

Demikian disampaikan Tan Joe Hok, Liem Swie King, dan Christian Hadinata di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/11/2019). Mereka dimintai komentar terkait penyelenggaraan audisi ini setelah sempat dipersoalkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bulan lalu.

“Ekosistem bulutangkis Indonesia yang sudah bagus ini jangan sampai rusak kembali. Sebaliknya, harus lebih bagus lagi dari waktu ke waktu,” kata Christian Hadinata.

Sementara Tan Joe Hok dan Liem Swie King berharap, audisi ini tidak perlu dipersoalkan karena hasilnya sudah terbukti membanggakan Indonesia. Banyak atlet bulutangkis yang nengharumkan nama bangsa ini.

“Kita harus jalan terus saja. Biarkan anjing menggogong kafilah berlalu. Yang penting kita mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Yang kita pikirkan, seharusnya bagaimana menyingkirkan Kento Momota dari Jepang itu,” tegas Tan Joe Hok.

Sementara Liem Swie King mengaku, ia sudah bersama PB Djarum selama 50 tahun. Dan, dalam kurun setengah abad itu, semuanya baik-baik saja dan tidak ada yang jelek. Karena itu, ia meminta dukungan masyarakat dan media massa agar bulutangkis ini terus maju dan tidak justru dimatikan.

“Selama 50 tahun saya bersama djarum, saya rasa baik-baik saja kok. Banyak juara dilahirkan dari PB Djarum,” katanya.

Sementara itu, manager tim PB Djarun Funng Permadi mengaku penyelenggaraan audisi untuk 2020 akan dievaluasi ulang. “Kalau pendapat pribadi saya, kita definisi lagi apa itu audisi bulutangkis. Nanti formatnya akan ditentukan berdasarkan definisi baru tersebut,” ujarnya.

Format audisi 2020, kata mantan pemain tunggal putra itu, juga akan mempertimbangkan harga tiket pesawat yang makin mahal, sehingga tidak banyak anak dari luar Pulau Jawa bisa datang mengikuti audisi di Jawa.

Adapun Program Director Djarum Foundation Yoppy Rosimin pada kesempatan yang sama menegaskan, audisi 2020 belum pasti ada. Sangat tergantung ruang yang mereka miliki dalam audisi tersebut.

Menurutnya, audisi 2019 dilanjutkan, setelah ada intervensi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena anak-anak dan orang tua sudah terlanjur membeli tiket. Meskipun, setelah dipersoalkan, kata Djarum pada judul acara sudah hilang. Begitu juga pada kaos yang dikenakan peserta audisi, kata Djarum sudah tidak ada. Sebagai gantinya dicantumkan merek Blibli.com.

Audisi yang berganti nama menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 sudah berlangsung di lima kota yaitu Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya, dan Kudus. Total siswa U-11 dan U-13 yang mengikuti seleksi ini sebanyak 4118. Yang berhasil lolos ke audisi final di Kudus hanya sebanyak 134 orang. Mereka ini akan bersaing dan diseleksi lagi agar dididik dan dibina di PB Djarum sebagai calon pebulutangkis kelas dunia di masa mendatang.



Sumber: Suara Pembaruan