Gagal di Audisi Final, Joy Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

Gagal di Audisi Final, Joy Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
Seorang peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019, Joy Lestari Sirait menangis setelah gagal lolos ke seleksi tahap kedua audisi yang digelar oleh PB Djarum di GOR Kudus, Kamis (21/11/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Kamis, 21 November 2019 | 16:56 WIB

Kudus, Beritasatu.com - Joy Lestari Sirait tersedu sendiri di depan panggung saat namanya tidak tertera dalam daftar peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 yang lolos ke seleksi tahap kedua. Nama-nama yang lolos disiarkan melalui layar besar di panggung utama GOR Jati Kudus, Kamis (22/11/2019). Tidak ada yang mendampingi. Sambil menggendong tas, ia menutup wajah dengan kedua tangannya.

Di dekat dia, seorang peserta audisi lainnya, juga perempuan bernama Tanaya Yafiyah Darojat, meronta-ronta juga karena namanya juga tidak ada dalam daftar tersebut. Ia harus dipeluk bapak dan ibu untuk menenangkannya. Sang ibu juga meneteskan air mata. Larut dalam keaedihan sang buah hati.

Namun Joy beda. Entah bapak ibunya ke mana. Padahal, dia mengaku datang dari Gunung Putri, Bogor, bersama bapak, ibu, dan adiknya. Adiknya sendiri lolos ke audisi tahap kedua.

Ketika semua mundur dari depan panggung, Joy juga berjalan menuju lapangan GOR. Di pintu utama, dia berhenti dan belum juga berhenti menangis. Dalam isak tangis, ia masih mau menjawab beberapa pertanyaan. Seorang ibu bersama anaknya datang menenangkannya. “Jangan nangis. Anak saya juga tidak lolos,” ujarnya menghibur.

Tiba-tiba, ibunya lewat. Bukannya memeluk dan menghibur sang buah hati, ia justru mencak-mencak. “Enggak ada lagi yang perlu disesali. Kita mengikuti audisi ini kan gara-gara kamu. Bukan karena Joan (adiknya),” ujarnya.

Mendengar itu, tangisan Joy makin kencang. Ibu tadi bersama anaknya memeluk Joy sambil mengingatkan ibunya untuk tidak memarahi anaknya itu. “Biarin,” ujarnya lagi. Mungkin sang ibu juga kecewa karena sang buah hati gagal melaju ke tahap kedua.

Joy yang sudah kelas VI home schooling di Gunung Putri, Bogor, dan Tanaya hanya satu dari sekian banyak yang gagal melaju ke tahap kedua audisi yang diselenggarakan PB Djarum ini. Namun yang paling terpukul adalah mereka berdua. Yang lain gagal dan menangis, tapi tidak sampai meronta-ronta. Lebih-lebih Joy. Sudah kecewa karena gagal, masih pula tidak dihibur dan disemangati ibunya. Seperti kata pepatah Joy sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

Kata-kata manager tim PB Djarum Kudus Fung Permadi sebelum pengumuman tidak mampu menghibur dan menghentikan tangis anak-anak yang gagal termasuk Joy dan Tanaya. Fung mengatakan bahwa mereka yang tidak lolos ke seleksi tahap kedua bukan karena kesalahan mereka, melainkan kesalahan tim pencari bakat yang tidak mampu melihat secara maksimal potensi yang ada pada diri atlet.

“Kalau ada yang belum lolos itu bukan karena salah kalian, tetapi salah kami yang seleksi. Karena kami belum melihat secara maksimal potensi yang ada dalam diri kalian,” kata Fung sebelum pengumuman.

Setelah menjalani seleksi lewat kompetisi pada dua hari terakhir, dari 134 siswa U-11 dan U-13 yang lolos ke audisi final, hanya 87 orang yang lolos ke seleksi tahap kedu. Perinciannya, U-11 putri sebanyak 23 orang, U-11 putra sejumlah 32 siswa, U-13 putri sebanyak 14 anak, dan U-13 putra sejumlah 18 orang.



Sumber: Suara Pembaruan