55 Anak Lolos Masuk Karantina PB Djarum

55 Anak Lolos Masuk Karantina PB Djarum
Pesera Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 yang diselenggarakan PB Djarum bersorak kegirangan mendengar namanya lolos ke tahap karantina PB Djarum dalam pengumuman di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (22/11/2019) sore. ( Foto: Istimewa )
Alexander Madji / AMA Sabtu, 23 November 2019 | 08:20 WIB

Kudus, Beritasatu.com - Sebanyak 55 orang anak kelompok umur U-11 dan U-13 lolos ke tahap karantina Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 setelah mengikuti seleksi ketat selama tiga hari sejak Rabu (20/11/2019) hingga Jumat (22/11/2019) sore di GOR Jati Kudus, Jawa Tengah.

Ke-55 anak itu akan tinggal di asrama PB Djarum Kudus selama satu pekan hingga Jumat (29/11/2019) mendatang dan masih akan mengikuti sejumlah seleksi sebelum akhirnya benar-benar diterima menjadi atlet PB Djarum dan mencicip "kemewahan" di klub tersebut.

Manager tim PB Djarum Kudus Fung Permadi mengatakan, tahap karantina merupakan kesempatan bagi para atlet muda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan serta berbagai fasilitas olahraga milik PB Djarum di kawasan Jati maupun Kaliputu.

"Setelah masa orientasi tersebut, kita akan melakukan observasi seteliti mungkin, baik dari aspek skill, fisik, dan daya juang," kata pelatih yang sudah melatih di PB Djarum sejak 2007 itu.

Ia melanjutkan, "Selama tahap karantina, banyak pertandingan yang akan kami gelar. Tetapi penilaian pun tidak hanya dari hasil pertandingan apakah adik-adik ini kalah atau menang, tetapi juga mencakup kelebihan teknik yang mereka miliki."

Lebih jauh dijelaskan, pada tahap karantina ini, para pelatih juga lebih memiliki waktu lebih banyak untuk semakin selektif dalam memilih atlet-atlet yang akan dibinanya kelak, dengan bekal konsep pelatihan yang sesuai dengan standar PB Djarum, guna mencetak atlet-atlet muda ini ke level dunia.

"Saya menugaskan masing-masing pelatih di PB Djarum untuk menentukan pilihan dan berani memikul tanggung jawab dalam membina atlet-atlet hasil Audisi Umum pada tahun ini," tegasnya.

Pada bagian lain Fung berharap agar siapa pun yang nantinya bergabung di PB Djarum untuk tidak berbesar hati. “Lolos Audisi Umum merupakan langkah awal menuju tangga juara. Justru di PB Djarum mereka harus berlatih keras membuktikan kemampuan mereka, karena kami memiliki sistem evaluasi yang ketat bagi seluruh atlet,” tegas Fung.

Ke-55 anak itu adalah hasil dari tiga tahap seleksi terhadap 134 orang anak yang lolos ke audisi final. Mereka adalah para peserta yang lolos audisi di lima kota yaitu Bandung, Purwokerto, Solor Raya, Surabaya, dan Kudus. Pada seleksi hari pertama, semua anak lolos. Pada hari kedua, hanya 87 anak yang lolos ke seleksi tahap kedua. Dari situ, hanya 71 anak yang berhasil lolos ke tahap ketiga. Pada seleksi terkhir, Jumat (22/11/2019), ke-71 anak diuji fisik dan kembali kompetisi. Hasilnya, 55 orang anak berhasil lolos ke tahap karantina.



Sumber: Suara Pembaruan