18 Orang Atlet Belia Akhirnya Diterima PB Djarum

18 Orang Atlet Belia Akhirnya Diterima PB Djarum
Para peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 bergembira setelah dinyatakan diterima sebagai atlet PB Djarum Kudus di Kudus, Sabtu (30/11/2019). Mereka dinyatakan berhasil setelah menjalani masa karantina selama satu minggu terakhir.
Alexander Madji / AMA Sabtu, 30 November 2019 | 21:36 WIB

Kudus, Beritasatu.com - Sebanyak 18 orang atlet belia akhirnya resmi diterima PB Djarum Kudus setelah melewati masa karantina selama satu minggu di asrama PB Djarum yang berakhir, Sabtu (30/11/2019) di Kudus, Jawa Tengah.

Mereka ini adalah yang terbaik dari 134 anak U-11 dan U-13 yang berhasil lolos ke audisi final di Kudus dua pekan lalu. Ke-134 anak itu adalah hasil audisi dari lima kota di Pulau Jawa yaitu, Bandung, Purwokerto, Solo Raya, Surabaya, dan Kudus.

Dari 134 ini, hanya 55 orang yang berhasil lolos hingga masuk tahap karantina. Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi mengatakan, tahap karantina menjadi kesempatan bagi pelatih PB Djarum untuk melakukan observasi kepada para peserta baik dari sisi skill, fisik, maupun daya juang.

“Dari evaluasi di tahap karantina inilah, pelatih PB Djarum memutuskan siapa saja yang layak menerima beasiswa bulutangkis tahun ini. Kami berharap, adik-adik yang baru saja bergabung tidak berpuas diri setelah masuk PB Djarum. Karena sesungguhnya perjalanan menjadi juara baru saja dimulai. Kami akan melakukan pembinaan seefektif mungkin menuju jenjang juara,” kata mantan pemain bulutangkis Indonesia yang telah belasan tahun melatih di klub bulutangkis asal Kota Kudus ini sebagaimana disampaikan dalam pernyataan pers tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (30/11/2019) malam.

Sementara itu, Ketua PB Djarum Kudus yang juga Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, perjuangan 18 atlet muda untuk bergabung dengan PB Djarum melalui jalur Audisi Umum tidak mudah.

Di tahap awal, mereka harus berjuang meraih super tiket dari rangkaian Audisi Umum 2019 yang diselengarakan di lima kota. Selain bersaing ketat dengan peserta lainnya, kemampuan para atlet belia juga dipantau langsung oleh tim pencari bakat yang berisikan legenda bulutangkis Indonesia dan pelatih PB Djarum.

“Alasan Audisi Umum diadakan di berbagai kota di Indonesia untuk memudahkan para orangtua baik dari segi biaya maupun waktu sehingga anak-anaknya tetap bisa mengikuti proses seleksi yang kami lakukan,” katanya.

Sementara terkait audisi umum ini, ia menegaskan, “Penyelenggaraan Audisi Umum semata-mata ditujukan untuk menjaga mata rantai prestasi Indonesia di kancah bulutangkis dunia. Hari ini, kami memiliki anggota keluarga baru yang akan kami asah kemampuannya dengan satu harapan tinggi yakni menjadi sosok juara dunia baru bagi Indonesia di masa mendatang.”



Sumber: Suara Pembaruan