Indonesia Masters, Merah Putih Siap Tebus Kegagalan di Malaysia

Indonesia Masters, Merah Putih Siap Tebus Kegagalan di Malaysia
Beberapa pemain dari berbagai negara yang akan ikut berlaga di Daihatsu Indonesia Masters 2020 saat mengikuti konferensi pers, Senin, 13 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Senin, 13 Januari 2020 | 18:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim bulutangkis Indonesia siap membayar kekalahan atas nihilnya gelar di ajang Malaysia Masters 2020 pekan lalu dengan menargetkan satu gelar pada ajang Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan Gelora Bung Karno (GBK). Indonesia Masters akan digelar 14-19 Januari 2020.

Nomor ganda putra masih menjadi harapan paling besar mewujudkan target satu gelar dari Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) itu. Sebab, ada tiga pasangan yang berada di lima peringkat teratas di dunia, yaitu Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (2), dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (5).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabidbinpres) PP PBSI Susy Susanti tak ingin terlalu muluk-muluk membebankan target untuk tim Indonesia. Dia berharap anak asuhnya bisa memperbaiki hasil yang didapatkan di Malaysia Masters lalu. Ketika itu, wakil Indonesia tidak ada yang mampu membawa pulang gelar.

"Satu gelar dulu. Hasil kemarin memang tak memuaskan. Jadi sekarang harus harus lebih siap. Hasil evaluasi kami setelah liburan, kita memang melakukan persiapan kurang. Fokus juga kurang konsentrasi dan jadi perhatian kami ke depan. Jadi saya berharap kekalahan itu bisa menjadi pelajaran untuk kami," ujarnya saat ditemui konferensi pers, di Istora Senayan GBK, Senin (13/1/2020).

Selain ganda putra, tunggal putra juga menjadi harapan untuk Indonesia membawa pulang gelar di turnamen tersebut.

Pebulutangkis nomor tujuh dunia Anthony Sinisuka Ginting bakal menjadi andalan di sektor itu. Meski mendapatkan hasil mengecewakan saat tampil di Malaysia Masters 2020. Dia tersingkir di babak pertama oleh pemain Tiongkok, Huang Yu Xiang. Kini, Ginting, sapaan akrab Anthony optimistis bisa bangkit di Indonesia Masters.

"Di Malaysia Masters semua sudah pasti tahu, saya mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Tapi saya masih memiliki kesempatan bangkit di Indonesia Masters. Mengawali musim dengan buruk, bukan berarti akan terus buruk. Semoga ke depan saya bisa lebih baik, karena saya berharap bisa menjadi juara di depan pendukung sendiri," kata Ginting.

Pada laga pertama, Ginting bakal menghadapi pebulutangkis asal India Kashyap Parupalli. Dia pun dinilai bakal mudah melewati adangan lawannya itu. Dalam lima pertemuan terakhir, unggulan tujuh ini selalu meraih kemenangan, termasuk di Tiongkok Terbuka, September tahun lalu.

Namun, Ginting tetap bakal mewaspadai lawannya itu. Pasalnya, dia juga tidak ingin terlalu jumawa bisa meraih hasil bagus di pertandingan nanti. Jadi, pebulutangkis berusia 23 tahun ini hanya ingin fokus setiap berada di atas lapangan.

"Yang pasti saya harus lebih fokus, apalagi dukungan bakal lebih ramai. Bagaimana saya caranya itu harus dijaga menghadapi lawan, persaingan juga pasti akan ketat. Kalau fokus pasti tidak ingin kalah, dan berusaha memberikan yang terbaik. Kemampuan terbaik pasti akan saya keluarkan," ungkap Ginting.

Turnamen ini akan diikuti 267 pebulutangkis top dunia dari 23 negara akan berlanding memperebutkan gelar juara dengan total hadiah sebesar 400.000 dolar AS. Selain pebulutangkis top Indonesia, nama-nama besar seperti Chou Tien Chen (Taiwan). Anders Antonsen (Denmark), Akane Yamaguchi (Jepang), Chen Yu Fol (Tiongkok), Yuki Fukusimal Sayaka Hirota (Jepang). Zheng Siweil Huang Ya Qiong (Tiongkok) akan unjuk kemampuan di hadapan publik Istora.

Sedangkan tunggal putra nomor satu dunia Kento Momota dipastikan absen di Indonesia Masters 2020. Pasalnya, dia mengalami kecelakaan saat menuju perjalanan ke Bandara Internasional Kuala Lumpur, akhir pekan lalu.

Meski selamat dari kecelakaan maut yang menewaskan sang supir, Bavan Nageswarau, Momota mengalami luka-luka di bagian wajah, termasuk patah hidung.

Ketua Panitia Pelaksana Daihatsu Indonesia Masters 2020, Alex Tirta menyatakan ajang ini telah menjadi magnet bagi para pebulutangkis dunia untuk berburu gelar juara untuk mendulang poin menjelang Olimpiade 2020. Untuk itu, panitia akan bekerja maksimal demi menyukseskan gelaran bergengsi ini.

Sementara itu, Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan Daihatsu Indonesia Masters 2020 menjadi turnamen penting bagi pebulutangkis Indonesia sebelum memasuki Olimpiade 2020. Selain itu, kejuaraan yang memiliki kasta Grade 2 Level 4 dalam BWF World Tour ini juga krusial untuk meningkatkan poin dan ranking pebulutangkis Tanah Air di level dunia.

“Daihatsu Indonesia Masters 2020 adalah turnamen bergengsi yang sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi para atlet Indonesia untuk menatap pertandingan-pertandingan penting di tahun ini, terutama untuk Olimpiade 2020. Oleh karena itu, mereka harus menunjukkan yang terbaik di atas lapangan dan meraih poin sebanyak-banyaknya untuk mengamankan tiket ke Olimpiade,” kata Achmad Budiharto. [H-15]



Sumber: Suara Pembaruan