Tontowi Ahmad Resmi Gantung Raket

Tontowi Ahmad Resmi Gantung Raket
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir. ( Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A )
Hendro D Situmorang / CAH Senin, 18 Mei 2020 | 14:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad memutuskan gantung raket alias pensiun sebagai pebulutangkis. Atlet berusia 32 itu mengumumkan secara resmi pengunduran diri dari timnas bulutangkis Merah Putih melalui akun Instagram pribadinya @tontowiahmad.

Ia juga telah menyampaikan surat pengunduran diri pada Senin (18/5/2020). Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PP PBSI Wiranto tersebut, Tontowi menyampaikan maksudnya untuk mengundurkan diri dari pelatnas PBSI serta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada PBSI atas bimbingan dan kesempatan untuknya selama menjadi pebulutangkis.

"Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal untuk sesuatu yang saya tekuni lebih dari setengah umur saya, yang membuat hidupku menjadi lebih berwarna, kadang susah, kadang senang, tapi saya bangga dengan apa sudah saya capai," tulis Owi saapan akrab Tontowi.

Keputusan Tontowi Ahmad pensiun menjadi trending keempat di twitter dengan tagar terimakasihowi.

Atlet asal klub PB Djarum ini menyebut telah meraih puncak prestasi baik nasional maupun internsaional selama berkiprah di bulutangkis. Namun pengumuman diri pensiun di luar ekspektasinya yang ingin menutup karier dengan gelar juara.

"Memang saya mengharapkan saya bisa menyudahi ini di puncak podium tapi inilah hidup tidak selalu ada yang kita inginkan bisa tercapai sepertisituasi dan kondisi saat ini, tapi apa pun yang terjadi saya sangat bersyukur bisa berada di posisi saya sekarang ini," ungkap dia.

Ia juga mengucapkan banyak terima kasih bagi seluruh pihak yang telah mendukung selama berkarier di bulutangkis.

"Saya juga mau berterima kasih untuk semua yang sudah mendukung karier saya di bulutangkis selama ini, yang tidak bisa saya sebut satu per satu dan sekarang waktunya saya melanjutkan hidup, meraih kesuksesan di bidanglain," tulis dia.

Prestasi Owi

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan Tontowi telah mengajukan surat pengunduran diri per hari ini. PBSI mengucapkan terima kasih kepada Tontowi yang sudah berjuang dan berkontribusi dengan membawa banyak gelar juara dan mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Pemain kelahiran Banyumas, 18 Juli 1987 ini merupakan salah satu pahlawan bulutangkis Indonesia yang berhasil menyumbang medali emas ganda campuran di Olimpiade Rio de Janeiro bersama Liliyana Natsir yang sudah lebih dulu pensiun.

"Puncak prestasi Tontowi adalah di Olimpiade Rio 2016. Setelah di Olimpiade London 2012 kita gagal menyumbang medali dari bulutangkis, di tahun 2016 bersama Liliyana, Tontowi berhasil mempersembahkan medali emas. Itu adalah jasa yang sangat dihargai oleh PBSI dan seluruh bangsa Indonesia,"ucap Budiharto dalam keterangan resmi PBSI.

Bersama Liliyana, Tontowi merupakan andalan Indonesia di berbagai turnamen bulutangkis level dunia. Tak hanya emas olimpiade, Tontowi/Liliyana juga merupakan Juara Dunia 2013 dan 2017. Mereka juga membuat sejarah dengan meraih gelar hat-trick di turnamen bergengsi All England pada tahun 2012, 2013 dan 2014.

"Tontowi adalah seorang pekerja keras, tekun, tidak pernah mengenal lelah, terutama kalau diasedang dapat tantangan. Saya kira ini bisa menjadi contoh teladanbagi atlet-atlet muda, kerja keras dan disiplinnya patut dicontoh," ujar Budiharto.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan danPrestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa gantung raket adalah momen yang akan dialami oleh setiap atlet, termasuk Tontowi yang merupakan salah satu pemain ganda campuran terbaik Indonesia di mata Susy.

"Tiap atlet pasti punya batas waktu untuk mengakhiri kariernya. Tontowi menyadari hal ini, setelah mempertimbangkan, melihat situasi dan kondisi, dia memutuskan untuk mundur selamanya dari bulutangkis," kata Susy.

Susy yang merupakan peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 ini menuturkan bahwa mundurnya Tontowi tentunya menjadi sebuah kehilangan bagi tim pelatnas. Sebagai atlet dengansegudang prestasi, Tontowi merupakan figur panutan bagi parajuniornya di pelatnas.

"Tontowi adalah salah satu atlet terbaik di sektor ganda campuran. Dedikasi, disiplin dan komitmennya luar biasa. Ini yang membuat dia bisa meraih banyak gelar juara dan masuk dalam jajaran elit dunia," ucap Susy.

Susy pun berharap semangat juang seorang Tontowi bisa menular ke atlet-atlet muda yang ada di pelatnas sehingga roda regenerasi diganda campuran terus berjalan.



Sumber: BeritaSatu.com