Ini Alasan Tontowi Ahmad Mundur dari Bulutangkis

Ini Alasan Tontowi Ahmad Mundur dari Bulutangkis
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sukses menambah koleksi gelar usai memetik kemenangan di Tiongkok Open (China Open Super Series Premier) 2016. ( Foto: Badminton Indonesia )
Hendro D Situmorang / JAS Senin, 18 Mei 2020 | 16:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Tontowi Ahmad (32), akhirnya memutuskan untuk berhenti dari dunia yang membesarkan namanya, bulutangkis. Tontowi secara resmi mengirimkan surat pengunduran diri dari pelatnas kepada Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Senin (18/5/2020).

Kabar seputar rencana pensiun pria yang akrab disapa Owi ini sudah merebak sejak awal tahun. Tontowi lalu berencana mengajukan surat pengunduran diri pada Maret, setelah turnamen All England. Namun, pandemi yang terjadi karena virus corona membuat beberapa rencananya berubah.

Ada beberapa hal yang memicu keputusan mundur Tontowi. Dia mengaku sudah tidak memiliki motivasi sebesar dulu dan merasa sudah cukup secara prestasi.

"Saya juga ingin lebih dekat dengan keluarga. Saat masih aktif jadi atlet, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan berlatih dan bertanding. Anak saya mulai komplain, karena memang susah sekali mereka bertemu dengan saya," kata Tontowi Ahmad.

"Status saya di pelatnas sebagai pemain magang juga menjadi alasan. Saya sudah tidak muda lagi, dan sudah waktunya saya keluar dari pelatnas. Saya sudah mendapatkan medali emas Olimpiade, yang merupakan prestasi tertinggi untuk semua atlet," ujar ayah dua anak ini menambahkan.

Tontowi meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Liliyana Natsir. Pada partai final, mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dalam pertandingan dua gim langsung (21-14, 21-12).

"Itu merupakan puncak prestasi saya. Pengorbanan yang saya lakukan untuk mendapatkan gelar itu juga besar. Untuk mendapatkan medali emas itu, saya melakukan persiapan terberat dari semua turnamen yang pernah saya ikuti," kata pria kelahiran 18 Juli 1987 tersebut.

"Apalagi setelah final Asian Games 2014, tepatnya hampir sepanjang 2015, komunikasi saya dan Ci Butet (Liliyana) jadi sedikit terganggu. Sampai akhirnya kami harus bersiap menghadapi Olimpiade, dan perjuangan itu berakhir dengan medali emas," ujar Tontowi.

Meski berat, akhirnya keputusan untuk melepaskan status sebagai atlet nasional harus diambil. Banyak kenangan indah yang akan menjadi modal Tontowi menjalani kehidupan selanjutnya.

"Saya selalu merasa bangga setiap kali mewakili Indonesia. Saya ingin dikenang sebagai orang yang pernah mengumandangkan lagu Indonesia Raya untuk Indonesia," kata Tontowi.

Suami Michelle Harminc tersebut sudah mempunyai beberapa rencana untuk dijalankan setelah tidak menjadi atlet. Dia menegaskan ingin mencoba dunia baru di luar bulutangkis. Namun, dia juga tidak menutup pintu rapat-rapat jika nanti ada kesempatan untuk bermain profesional.

"Terima kasih kepada PB Djarum yang sudah menjadi rumah saya sejak terjun ke bulutangkis. Terima kasih kepada PBSI yang sudah menaungi saya selama di pelatnas. Terima kasih kepada para pelatih, terutama kak Richard Mainaky, yang tak pernah bosan membimbing saya selama di pelatnas. Terima kasih kepada teman-teman di pelatnas, terutama ci Butet, yang sudah menjadi partner saya dan bersama meraih prestasi membanggakan," ujar Owi lagi.

 



Sumber: BeritaSatu.com