Balas Kekalahan, Gregoria Juara

Balas Kekalahan, Gregoria Juara
Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / JAS Jumat, 24 Juli 2020 | 19:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gregoria Mariska Tunjung berhasil menjadi jawara di ajang turnamen internal PBSI usai mengalahkan juniornya, Putri Kusuma Wardani. Di partai final yang berlangsung Jumat (24/7/2020) di Pelatnas Cipayung, Gregoria menang dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-10.

Bermain taktis, Gregoria membuat Putri tak dapat kesempatan untuk mengembangkan permainan. Terutama di gim kedua, saat Putri semakin di bawah tekanan. Penempatan-penempatan Gregoria di sudut lapangan, kali ini sulit untuk dijangkau oleh Putri.

Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahan Gregoria atas Putri di penyisihan Grup M. Saat itu Gregoria takluk dalam tiga gim dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

"Dari pertama saya nggak mau kalah karena di pertemuan terakhir kalah dan kelihatan sekali saya habis. Hari ini saya sudah siap capek, karena tadi pagi kan tanding juga," komentar Gregoria soal pertandingan dalam keterangan resmi PBSI.

Gregoria lolos ke babak final setelah mengalahkan pemain junior, Saifi Rizka Nur Hidayah dengan skor 21-16, 21-13. Sedangkan Putri mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum di babak semifinal dengan skor 21-15, 21-18.

"Saya nggak memikirkan hasil, badan pun rasanya sudah remuk, jadi tanggung kalau mainnya nggak maksimal. Puji Tuhan saya cukup puas dengan hasil di sini, cuma ada beberapa catatan untuk ke depannya. Kalau lawan pemain junior, saya masih kewalahan mengatur rasa tegang dan mentalnya," ujar Gregoria.

Unggulan pertama ini mengatakan bahwa ajang ini menjadi patokan untuknya dalam mengukur sejauh mana kesiapannya menuju turnamen resmi.

"Evaluasinya terutama dari segi fisik, jarang kan main sehari dua kali. Tidak mudah untuk mencapai kondisi fisik seperti itu, jadi harus ditingkatkan lagi," kata Gregoria.

Peringkat Ketiga
Sementara Saifi Rizka Nur Hidayah berhasil merebut peringkat ketiga setelah berjuang tiga gim. Pemain pelatnas pratama ini mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 16-21, 21-11, 21-14.

Kekalahan di gim pertama tak membuat Saifi patah semangat. Ia mengubah strategi dengan mempercepat permainan dan berhasil mengunci pergerakan Asti di game kedua dan game ketiga.

"Di gim kedua saya mengubah pola main jadi lebih agresif, lawan banyak melakukan kesalahan sendiri. Saya terbawa irama permainan lawan yang lambat di game pertama," kata Saifi soal permainan.

Pemain kelahiran 24 Desember 2002 ini tak menyangka dirinya bisa meraih peringkat ketiga di ajang PBSI Home Tournament. Sebagai pemain muda, ia mengatakan faktor yang menyebabkan ia bisa meraih capaian yang cukup baik di turnamen ini karena ia bisa menikmati pertandingan dan main tanpa beban.

"Memang targetnya bisa main bagus, tidak memikirkan menang atau kalah dulu. Saya merasa bisa main lepas di home tournament ini," jawab Saifi yang mengidolakan Tai Tzu Ying, pemain tunggal putri asal Taiwan.

Saifi mengatakan ia tak punya persiapan khusus, apalagi ia baru saja bergabung ke pelatnas di awal tahun ini.

"Saya baru masuk pelatnas, saya merasa senang bisa latihan bersama pemain-pemain senior di sini termasuk kak Gregoria (Mariska Tunjung). Selanjutnya saya berharap bisa ikut WJC (World Junior Championships) tahun depan dan ingin juara," tutup Saifi. 

 



Sumber: BeritaSatu.com