PBSI Akan Gelar Simulasi Piala Thomas dan Uber

PBSI Akan Gelar Simulasi Piala Thomas dan Uber
Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / CAH Minggu, 26 Juli 2020 | 19:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bakal kembali menggelar turnamen internal untuk para atletnya yang mengikuti program pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Cipayung, Jakarta.

Setelah menggelar ajang yang mempertandingkan nomor individu, PBSI akan mengadakan kompetisi yang menggunakan for- mat beregu seperti Piala Thomas dan Piala Uber.

Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto mengatakan diadakannya kompetisi beregu karena seluruh atlet di Cipayung dinilai perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan trofi Piala Thomas dan Piala Uber 2020. Kedua ajang beregu tahun ini rencananya akan digelar di Aarhus, Denmark pada 3-11 Oktober.

“Saat ini BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) sedang dalam proses bersama tuan rumah terkait protokol kesehatan. Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi dari BWF. Oleh karena itu, kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami,” jelas Budiharto pada keterangan resmi PBSI akhir pekan kemarin.

Persiapan pemain di turnamen beregu berbeda dengan turnamen perorangan. Dalam turnamen beregu, para atlet perlu memperkuat kekompakan dan rasa percaya satu sama lain. Penyelenggaraan simulasi yang akan berlangsung pada awal September dinilai tepat untuk pemanasan jelang Piala Thomas dan Uber. Para pemain akan dikelompokkan dalam beberapa grup dengan menggunakan format setengah kompetisi.

Di sisi lain, Budiharto juga memuji kiprah pemain muda di turnamen sebelumnya. Ia menilai para pemain muda bisa mengejar ketertinggalan dari para seniornya.

“Sebagai evaluasi bagi pemain muda, perlu ada peningkatan dari segi fisik serta pematangan strategi di lapangan,” jelas dia.

Sementara untuk evaluasi terkait penyelenggaraan, dalam turnamen kemarin tidak ada temuan kasus covid-19 berkat diterapkannya protokol kesehatan.

“Panita pelaksana mau mengimplementasikan protokol kesehatan. Kami bisa jalankan sembilan puluh persen. Beberapa hal akan dievaluasi lagi, salah satunya ialah petugas belum biasa menggunakan face shield sehingga memengaruhi mereka dalam membuat suatu judgement,” lanjutnya.

Protokol yang diterapkan dalam PBSI Home Tournament dipastikan bebas dari covid-19. Dalam pelaksanaan, ada aturan penggunaan masker dan face shield. Khusus hakim servis, setiap mengganti shuttlecock harus menggunakan hand sanitizer



Sumber: BeritaSatu.com