PBSI Sayangkan Keputusan BWF Batalkan Empat Turnamen

PBSI Sayangkan Keputusan BWF Batalkan Empat Turnamen
Achmad Budiarto (Foto: Badminton Indonesia)
/ CAH Rabu, 29 Juli 2020 | 20:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terkait keputusan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang membatalkan empat turnamen akbar Asia pada September, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menilai keputusan tersebut cukup disayangkan. Pasalnya empat turnamen tersebut seharusnya menjadi ajang pemanasan jelang Piala Thomas dan Uber di Denmark pada 3-11 Oktober.

"Sebetulnya sangat disayangkan, ini adalah hal yang merugikan buat dunia bulutangkis, khususnya untuk atlet. Tapi di sisi lain kami bisa mengerti karena pandemi ini belum teratasi di negara-negara lain. Seperti contohnya di Jepang dan Tiongkok yang mengalami gelombang kedua Covid-19," ujar Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Pada laman resminya, BWF mengumumkan pembatalan empat turnamen yaitu Taipei Open (1-6 September), Korea Open (8-13 September), China Open (15-20 September), dan Japan Open (22-27 September).

BWF menyebutkan, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan teknis, pengamatan situasi terkini, serta konsultasi dengan tuan rumah acara yang bersangkutan.

Sementara itu, hingga saat ini status penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber masih tetap berjalan sesuai jadwal. BWF masih belum memberikan informasi apapun terkait penyelenggaraan perebutan dua lambang supremasi bulu tangkis beregu tersebut.

"Secara prinsip, memang kami harus menunggu keputusan BWF mengenai kepastian Piala Thomas dan Uber. Untuk tetap mempersiapkan atlet, kami akan tetap melangsungkan simulasi. Simulasi ini penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan dan kondisi atlet jelang Piala Thomas dan Uber," Budiharto menjelaskan.

PP PBSI rencananya akan menggelar simulasi Piala Thomas dan Uber pada awal September 2020. Simulasi akan dilangsungkan di Pelatnas Cipayung, Jakarta, sama seperti Turnamen Internal PBSI yang telah diselenggarakan selama lima pekan.



Sumber: ANTARA