Setelah Kekeringan, Madagaskar Dilanda Kelaparan Akibat Perubahan Iklim
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Setelah Kekeringan, Madagaskar Dilanda Kelaparan Akibat Perubahan Iklim

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:42 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Antananarivo, Beritasatu.com- Kekeringan sudah empat tahun melanda Madagaskar akibat perubahan iklim yang melanda pulau Samudra Hindia itu. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (12/10/2021), beberapa badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah memperingatkan dalam beberapa bulan terakhir tentang "kelaparan perubahan iklim" di Madagaskar.

Beberapa hari, semua yang bisa dimakan Tsimamorekm Aly hanyalah air manis. Dia sangat senang jika ada segenggam nasi. Tetapi dengan enam anak kecil dan seorang istri yang harus dinafkahi, pria berusia 44 tahun itu mengaku tidak mampu.

"Tahun-tahun sebelumnya ada hujan, banyak hujan. Saya menanam ubi jalar dan saya punya banyak uang. Saya bahkan menikah karena saya kaya. Segalanya telah berubah," keluhnya, sambil berdiri di atas hamparan tanah, tempat satu-satunya tumbuhan kaktus hijau yang tinggi dan runcing.

"Situasi di selatan negara itu benar-benar mengkhawatirkan. Saya mengunjungi beberapa distrik dan mendengar dari keluarga bagaimana perubahan iklim telah mendorong mereka kelaparan," kata Alice Rahmoun, juru bicara Program Pangan Dunia (WFP) PBB di Madagaskar.

Peneliti di University of California di Santa Barbara menyatakan pola curah hujan di Madagaskar turun tidak menentu, bahkan hujan sudah di bawah rata-rata selama hampir enam tahun.

"Di beberapa desa, hujan tepat terakhir terjadi tiga tahun lalu, di desa lain delapan tahun lalu atau bahkan 10 tahun lalu. Ladang gundul, biji tidak bertunas dan tidak ada makanan," ratap Rahmoun.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim menyatakan suhu di Afrika bagian selatan meningkat dua kali lipat dari tingkat global. Topan kemungkinan semakin kuat saat bumi menghangat. Selama ini, topan sudah lebih sering terjadi di Madagaskar daripada negara Afrika lainnya,

Konflik telah menjadi penyebab utama kelaparan di negara-negara seperti Etiopia, Sudan Selatan, Somalia, dan Yaman, ketika pertempuran menghentikan orang-orang yang bergerak untuk mencari makanan. Tapi Madagaskar termasuk negara damai.

"Perubahan iklim sangat berdampak dan sangat menonjolkan kelaparan di Madagaskar. Negara Madagaskar adalah korban perubahan iklim," keluh Presiden Andry Rajoelina saat mengunjungi daerah yang paling parah terkena dampak awal bulan ini.

Proyek Karbon Dunia menyatakan Madagaskar menghasilkan kurang dari 0,01% emisi karbon dioksida global.

"Setengah juta anak diperkirakan akan kekurangan gizi akut di Madagaskar selatan, 110.000 orang sangat parah yang menyebabkan keterlambatan perkembangan, penyakit dan kematian," kata Dana Anak PBB (UNICEF).

Nutriset, perusahaan Prancis yang memproduksi makanan darurat Plumpy'Nut, membuka pabrik di selatan Madagaskar minggu lalu. Perusahaan bertujuan untuk setiap tahun memproduksi 600 ton makanan yang diperkaya yang terdiri dari kacang, gula dan susu untuk anak-anak kurang gizi.

Pemerintah Malagasi juga memberikan sebidang tanah kepada beberapa keluarga yang melarikan diri dari daerah yang paling parah dilanda bencana. Sebanyak 200 keluarga menerima sebidang tanah dengan ayam dan kambing, yang lebih tahan kekeringan daripada sapi. Mereka juga didorong untuk menanam singkong, yang lebih tahan kekeringan dibandingkan jagung.

"Itu bencana alam. Semoga Tuhan membantu kita," kata Aly.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ledakan di Masjid Afghanistan Tewaskan 16 Orang

Kelompok Syiah di Afghanistan kerap menjadi sasaran serangan ISIS.

DUNIA | 15 Oktober 2021

Badai Mengamuk di Yunani, Layanan Publik Ditutup

Yunani akan menutup layanan publik dan membatasi lalu lintas di dua jalan utama di ibu kota Athena pada Jumat (15/10/2021)

DUNIA | 15 Oktober 2021

Tiru Squid Game, Iklan Kepolisian Mumbai Jadi Viral

Iklan layanan masyarakat kepolisian kota Mumbai, India menjadi viral karena meniru serial popular di Netflix, Squid Game.

DUNIA | 15 Oktober 2021

Setelah Penerbangan Terakhir, Maskapai Alitalia Diserahkan ke ITA

Alitalia mengoperasikan penerbangan terakhirnya pada Kamis (15/10/2021) setelah 75 tahun melayani penumpang.

DUNIA | 15 Oktober 2021

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di RS

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton dirawat di rumah sakit di California selatan.

DUNIA | 15 Oktober 2021

Korban Jiwa Badai Kompasu di Filipina Bertambah Jadi 19 Orang

Korban tewas akibat badai yang memicu tanah longsor dan banjir bandang di seluruh Filipina telah meningkat menjadi sedikitnya 19 orang.

DUNIA | 15 Oktober 2021

AS Gabung Lagi dengan Dewan HAM PBB

Amerika Serikat (AS) kembali bergabung dengan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Kamis (14/10/2021)

DUNIA | 15 Oktober 2021

Investigasi Asal Usul Covid-19 Bergantung pada Tim WHO Terakhir

WHO mengatakan gugus tugas yang baru dibentuk bisa menjadi "kesempatan terakhir" untuk menemukan kebenaran tentang asal-usul pandem

DUNIA | 15 Oktober 2021

Dipaksa Taliban Pangkas Harga, Pakistan Airlines Hentikan Operasi

Pakistan Airlines (PIA) menangguhkan penerbangan ke Afghanistan setelah berseteru dengan pemerintah Taliban

DUNIA | 15 Oktober 2021

2060, Rusia Berkomitmen Capai Netralitas Karbon

Rusia akan bertujuan untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2060.

DUNIA | 15 Oktober 2021


TAG POPULER

# Hoegeng Iman Santoso


# Direktur TV Penyebar Hoax


# Terowongan Belanda


# Pasien Covid-19


# PON Papua



TERKINI
KPK Dikabarkan OTT Bupati Muba, Anak Alex Noerdin

KPK Dikabarkan OTT Bupati Muba, Anak Alex Noerdin

NASIONAL | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings