Transisi Energi, Indonesia Bisa Maksimalkan Tenaga Surya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Transisi Energi, Indonesia Bisa Maksimalkan Tenaga Surya

Senin, 22 November 2021 | 22:50 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dan dunia saat ini mencari cara bagaimana bisa mendorong peralihan dari batu bara menuju energi terbarukan guna menekan emisi gas rumah kaca. Namun, besarnya biaya yang dibutuhkan dalam transisi ini terus menjadi bahasan.

Menurut Institute for Essential Services Reform (IESR), besarnya biaya transisi energi yang besar bukan menjadi alasan untuk tidak bisa meningkatkan energi terbarukan. Apalagi mengingat besarnya potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, khususnya tenaga surya.

"Dari potensi energi surya, data Kementerian ESDM menunjukkan (potensinya) mencapai 207 gigawatt. Hasil studi kami menunjukkan potensi energi surya berdasarkan land availability berkisar 3,4 sampai 20 terawatt peak," ungkap Fabby Tumiwa selaku Direktur Eksekutif IESR dalam acara Green Talk yang bertajuk “Benci Tapi Rindu Batu Bara”, Senin (22/11/2021).

“Potensi kita sangat besar. Jika kita memulai transisi energi terbarukan, kalau kita bicara target 2025, 2030, yang paling cepat adalah pemanfaatan energi surya. Ini tidak melulu harus investasi jutaan atau milyaran dolar,” tambahnya.

Dalam hal ini, Indonesia bisa mendorong pemasangan panel surya baik di atas perumahan, mengingat jumlah energi yang dihasilkan bisa mencapai hingga ratusan gigawatt.

"Kami melakukan kajian yang menunjukkan kalau seluruh bangunan rumah di Indonesia dipasang dengan energi surya di atapnya, ini bisa mencapai 655 gigawatt. Ditambah bangunan industri, komersial, ini bisa mencapai ribuan gigawatt. (...). Kalau kita berbicara rumah dan industri, yang investasi bukan pemerintah atau PLN, tetapi rakyat sendiri," lanjut Fabby.

Dirinya juga menggarisbawahi potensi energi terbarukan secara keseluruhan Indonesia jauh lebih besar dari yang pemerintah perkirakan.

"Hasil studi IESR menunjukkan Indonesia kaya akan energi terbarukan untuk bisa 100 persen energi terbarukan. Data resmi pemerintah menunjukkan potensi energi terbarukan 453 gigawatt. Kita sudah hitung dari beberapa sumber energi terbarukan yang kita update, jumlahnya lebih dari 7.700 gigawatt," jelas Fabby.

"Kita jangan berlindung atau berdalih kita tidak bisa meningkatkan energi terbarukan karena tidak punya cukup dana. Kita punya cukup dana. Kalau tadi dikatakan BUMN, harus ingat bahwa transisi energi ini tidak saja menjadi beban PLN, tetapi pelaku kelistrikan lain punya kewajiban yang sama. Tapi, bagaimana pemerintah membagi itu di dalam perencanaan energi nasional kita sehingga semua orang ikut serta," pungkas Fabby.

Kerugian Akibat Krisis Iklim

Di acara yang sama, organisasi lingkungan Greenpeace turut mendorong Indonesia untuk mempercepat transisi energi dari batu bara. Pemerintah perlu melihat dari perspektif cost atau biaya dari krisis iklim serta peluang yang dihasilkan dari transisi energi.

“Balik ke pembiayaan, ketika kita berbicara isu transisi energi, kita harus membandingkan dengan cost ketika terjadi krisis iklim, yang sangat besar sekali jika kita tidak melakukan transisi yang tepat waktu di 2040,” ungkap Tata Mutasya selaku Koordinator Kampanye Iklim & Energi Greenpeace Asia Tenggara.

“Biaya-biaya yang sudah jelas seperti di sektor pertanian. Serta kenaikan permukaan air laut. Di Jakarta saja, dari studi Greenpeace, kerugiannya di 2030 bisa mencapai $68 miliar. Hitungan Harian Kompas juga lebih besar lagi, untuk Jakarta dan ratusan kota lainnya di Indonesia,” tambahnya.

Tata menjelaskan, transisi energi juga menghadirkan berbagai peluang. Di antaranya lapangan kerja dan business opportunities.

“Di Cina, misalnya, jika kita bandingkan dengan negara-negara minyak di zaman dulu, petrostate, itu dia kalau di industri energi mataharinya sudah seperti petrostate,” ungkap Tata.

“Ada biaya jika kita tidak melakukan (transisi energi). Ada peluang yang sangat besar jika kita melakukannya. Tentu kita harus me-manage dengan transisi yang baik dan adil atau a just transition,” jelasnya.

Persiapan Pelaku Usaha Batu Bara
Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Hendra Sinadia, data-data menunjukkan batu bara masih menjadi sumber energi primer yang paling murah untuk saat ini hingga beberapa tahun ke depan. Harga komoditas batu bara yang naik juga membantu pemulihan ekonomi dari pandemi.

“Dari sisi energy security dan perekonomian, ini (batu bara) penting,” ujar Hendra.

Namun, dengan konstelasi dinamika di COP-26 ke depan, pemanfaatan batu bara akan sangat tergantung pada arah kebijakan pemerintah Indonesia maupun negara-negara importir batu bara seperti Tiongkok dan India.

“Kita dari sisi pelaku usaha hanya melihat ke depan bagaimana arah pemerintah Indonesia dan outlook dari kebijakan pemerintah negara-negara importir batu bara kita,” ungkap Hendra.

Pelaku usaha batu bara, lanjut Hendra, juga saat ini tengah fokus mengurangi emisi. Di antaranya dengan memanfaatkan sumber daya energi terbarukan di lahan tambang, serta penggunaan energi bersih seperti biodiesel.

“Serta meng-explore opportunity untuk mengolah batu bara menjadi sumber energi yang lebih bersih seperti gasifikasi dan lain-lain. Dalam kerangka perubahan iklim, kita juga meng-support langkah pemerintah untuk menerapkan emission trading system termasuk penerapan carbon tax,” ungkap Hendra.

Ia menambahkan, teknologi carbon capture and storage juga bisa menjadi game changer dalam pemanfaatan batu bara jika ekonomis.

Lebih lanjut, Hendra berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk membantu perusahaan-perusahaan melakukan transisi.

“Kita ketahui outlook dari harga batu bara ke depan akan semakin tertekan. Perusahaan-perusahaan tentu kalau mau melakukan transisi harus bisa survive. Perusahaan bisa survive jika pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk insentif fiskal dan nonfiskal. Karena ini terkait dengan perusahaan bisa menghasilkan profit yang cukup untuk bisa melakukan transisi,” pungkas Hendra.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pandemi Covid-19 Akselerasi Peran Perpustakaan Digital

Peran perpustakaan digital dalam mendukung dunia pendidikan dinilai semakin membesar pada masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 30 November 2021

Kurangi Limbah Makanan untuk Menjaga Lingkungan

Membantu menjaga lingkungan dan kehidupan bumi yang lebih baik, salah satunya dengan mengurangi limbah makanan.

NASIONAL | 30 November 2021

Kunjungan Jokowi Diharapkan Motivasi Petani Muda

Kedatangan Jokowi dapat memberikan semangat bagi para petani muda. Misalnya dalam rangka memajukan pertanian.

NASIONAL | 30 November 2021

Jokowi Resmikan Pasar Pon di Kabupaten Trenggalek

Jokowi menyempatkan singgah di Pasar Pon saat perjalanan menuju Helipad Menak Sopal, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

NASIONAL | 30 November 2021

Polri Gelar Operasi Kontingensi Selama Masa Nataru

Polri mewaspadai kemungkinan mobilitas masyarakat antardaerah/wilayah pasa masa Natal 2021 dan menyambut Tahun Baru 2022 (Nataru).

NASIONAL | 30 November 2021

Keributan di Timika, Polri Siap Beri Sanksi Anggotanya

Propam Polri sedang mmendalami peristiwa keributan itu antara anggota TNI dan Polri di Timika.

NASIONAL | 30 November 2021

Siswa SMK Mampu Hasilkan Startup Bisnis

Kemdikbudristek menggelar kegiatan workshop dan pameran hasil karya dan startup bisnis siswa SMK.

NASIONAL | 30 November 2021

Tokoh Imbau Rakyat Papua Tak Terprovokasi Isu 1 Desember

Rakyat di Papua diimbau agar tidak terpengaruh dengan isu 1 Desember yang sengaja dihembuskan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

NASIONAL | 30 November 2021

ASN Langgar Larangan Cuti Nataru, Sanksi Tegas Menanti

Pemerintah mewajibkan aparat sipil negara (ASN) menunda cuti pada Desember.

NASIONAL | 30 November 2021

Polri Dalami Video Polantas Diduga Minta Durian

Beredar video berisi seorang sopir truk mengeluh karena oknum Polantas diduga meminta durian yang diangkutnya.

NASIONAL | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Lebih dari 100 Merek Fesyen Terkenal Terkait Deforestasi

Lebih dari 100 Merek Fesyen Terkenal Terkait Deforestasi

DUNIA | 6 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings